Chapter 138 | Shion ku

150 15 2
                                        

Penginapan dekat Desa Kumo, 10 Januari

"Dari mana kau dapat baju sok keren itu?"

Naruto yang sedang memasukkan barang-barangnya ke dalam tas memandang kebingungan ke arah istrinya. Shion melipat kedua tangan di dada dan memandang naruto penuh curiga. Ratu Negeri Iblis mendekatkan wajahnya ke wajah tampan tersebut sambil mengerucutkan bibirnya, membentuk ekspresi Tsundere dari boneka yang tampak hidup.

"Apa diberikan si dada besar sialan itu?"

Celaka, dia tahu...Naruto menyengir lalu melambaikan kedua telapak tangannya menggunakan gerakan polos. Tapi itu tidak cukup bagi Shion membuang segala hipotesisnya.

"Dari mana ransel bagus itu?"

"Ano Shion...ini aku beli saat di-"

"Itu diberikan Mei Terumi-sama kepada Naruto-sama sebelum beliau pulang, katanya sebagai kenangan..." Haku yang lewat di depan kamar berbicara seenak jidat. Naruto memandang sweatdrop pintu yang dilalui pengawalnya lalu memandang sok cool istrinya.

"Heh...aku hanya ingin terlihat keren di depanmu," wajah Naruto berubah seperti pameran chara-chara cowok di manga Shojou "Ratu lebahku..."

DUAKHHH!

"AKU RATU NEGERI IBLIS, BAKA UZUKAGE!" kata Shion dengan pukulan powernya




Kumogakure, 10 Januari

Rombongan itu sampai di Desa Kumo dengan sambutan luar biasa dari warga di sana. Semuanya bersyukur karena Raikage mereka masih hidup. Darui lebih bersyukur lagi, selain pemimpinnya masih dapat menunjukkan wajah sangarnya, desa-desa kecil tidak menyerang mereka saat Raikage pergi meninggalkan Kumo untuk misi penyelamaan Ratu Negeri Iblis. 

Di tengah-tengah lemparan bunga dan kertas hias tersebut, Darui dapat melihat Ratu Negeri Iblis yang berjalan anggun di samping Yondaime Uzukage. Memakai gaun berwarna putih krem ditambah ikat pinggang kecil bertali cokelat cerah dengan bagian tengahnya yang berwarna mengkilap, Darui mengakui istri Yondaime Uzukage itu memang anggun.

'Aura Ratu-nya sangat terasa...pantas saja semua desa memperebutkannya seperti barang berharga,' Darui memandang helaian surai pirang kelabu itu bergerak pelan saat Shion berjalan dengan langkah tenang 'Bahkan jika dinilai, aku tak dapat menilainya memakai angka...Ratu Negeri Iblis memang patut diperebutkan!'

Beberapa anak kecil desa Kumo memeluk Raikage ketiga, beberapa ibu-ibu menepuk bahu A namun anak Sandaime Raikage itu sedikit kesal saat C menyikut lengan kanannya yang patah. Sebenarnya C ingin memberi selamat kepada A sukses kembali ke desa dengan titeL misi berhasil, tetapi itu memancing kemarahan A disertai rasa sakit di lengan kanannya, apalagi melihat Killer Bee yang berwajah standar 11-12 dengan dirinya, tetapi malah dipeluk-peluk wanita muda Kumo bertubuh montok dengan kulit gelap menggoda.

"Yo...itulah pesonaku, A-Yoo!"

"Diam atau ku-Lariat kau Bee..." geram A dengan tatapan horror saat Bee sepertinya ingin memulai rapper bertemakan A.

"Jadi kita berdiam sementara di Kumo, Naruto?" tanya Ratu. Dia dapat merasakan tatapan para pria yang menatap takjub ke arahnya. Naruto menganggukkan kepala. Sang Uzukage berjalan tenang di samping sang Ratu dengan kedua tangan dimasukkan ke kantong celana shinobinya.

"Aku tidak mau ambil resiko, Shion. Kita harus menunggu..." kata Naruto, yang bagi Shion agak ambigu. Naruto tidak meneruskannya saat Darui mengajak rombongan misi itu ke kantor Raikage.




Ruangan kantor Raikage sudah diperbaiki. Utakata teringat kaca jendela yang pecah diakibatkan Naruto bersama Haku secara 'bodoh' melompat dari kaca dan terbang seperti burung. Itu terjadi ketika mereka menyelamatkan para Uzumaki di Ame sekaligus mengalahkan Hanzo sang Salamander. Utakata berdiri di samping kursi yang diduduki Naruto, sementara Haku berdiri tegak di samping kursi yang diduduki Shion.

 Shion dan Naruto duduk berdampingan. Meja berbentuk bundar itu diisi 8 kursi. Naruto-Shion duduk di arah jam 10, Nagato dan Konan di sebelah kiri pasangan tersebut, sementara Raikage duduk di arah jam 4, berhadapan langsung dengan muridnya. A duduk di sebelah kanan ayahnya sementara Killer Bee duduk di sebelah kiri ayah angkatnya. 

Darui menyandarkan punggungnya ke dinding ruangan yang berada di belakang kursi Raikage ketiga sementara C berjaga di dekat pintu. Yugito berdiri tegak di samping A. Shibuki dan Sara duduk di arah jam 6. Semua rombongan besar saat misi penyelamatan Shion di Iwa saling memasang wajah serius. Mereka sepertinya menunggu sesuatu.

Tek...pintu ruangan terbuka. C menoleh ke arah pintu dan Mabui masuk dengan langkah cepat sambil membawa amplop berisi surat dari Hokage keempat Konoha, Shimura Danzo. Raikage memandang sekilas muridnya yang memasang ekspresi tidak suka.

'Tampaknya Naruto benar-benar marah kepada pihak Konoha...yah, dia pasti tahu bahwa Danzo adalah dalang semua ini dan berhasil mempengaruhi kami,' Raikage membuka kancing amplop besar berwarna coklat tersebut dan mendapatkan sebuah gulungan kecil di sana. Ada pita merah yang mengikat scroll dan tulisan Fuin, menandakan hanya Raikage yang bisa membukanya dengan chakra miliknya sendiri. Raikage ketiga meletakkan jari telunjuk kanannya ke pita dan mengalirkan chakranya perlahan ke pita tersebut.

Poof...sebuah asap putih kecil muncul dan pita itu menghilang. Raikage membuka gulungan surat dari Hokage lalu memandang semuanya, meminta pendapat.

Naruto : The Long Journey To Reveal The DarknessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang