~~

107 11 0
                                    

Naruto memberi salam hormat kepada Darui dan C yang lebih dulu membungkukkan badannya dengan khidmat. Naruto duduk di meja persegi besar berukuran 10 kali 10 meter tersebut. Dia duduk tepat di hadapan gurunya, Sandaime Raikage yang tersenyum ke arahnya. Naruto membalas senyuman Raikage.

Dia menatap sekeliling ruangan tersebut untuk melihat orang-orang di Kumo yang hadir di sini. Selain Raikage, ada A (anak Raikage Ketiga), Killer Bee, Darui, C dan seorang wanita manis berambut abu-abu yang seksi bernama Mabui. Mabui duduk di samping kiri Raikage. A duduk di samping kanan ayahnya. Bee duduk di samping kanan A dan Darui serta C berdiri mengawal di belakang kanan-kiri Raikage ketiga. Perwakilan dari Uzushiogakure adalah dirinya sendiri, Hachi yang duduk di samping kanannya dan Utakata-Haku yang berdiri tegak di belakang kanan-kirinya dalam diam. Yugito sendiri masih kebingungan dengan posisinya saat ini. Naruto melirik ke arah Raikage dan sang Kage ketiga Kumo mengerti dengan lirikan muridnya.

"Silahkan duduk anakkuapakah Naruto sudah mengatakan kepadamu untuk jangan menjadi wanita kaku?"

A dan Bee tertawa lepas mendengar kata-kata sok imut dari ayah mereka, yang mana keduanya langsung digeprak kepalanya oleh Raikage. Naruto terkekeh pelan. Sang Uzukage memandang Yugito yang masih kebingungan dengan posisinya saat ini.

"Duduklah, Yugito" kata Naruto lembut. Yugito memiringkan kepalanya sedikit dan langsung duduk di samping kiri Naruto. Sang Uzukage menegakkan duduknya dan menoleh ke arah Hachi untuk pelaporannya.

"Ba-baiklah" Hachi menghela napas dan matanya bercahaya serius "Langung saya buka sajapelaporannya akan saya paparkan langsung dari Negeri Iblis. Di sana saya punya dua informasi penting untuk disampaikan, sesuai perjanjian antara Kumo dan Uzu untuk berdamai, informasi ini akan disampaikan di hadapan Uzukage-sama dan Raikage-sama sebagai salah satu implementasi perjanjian tersebut." Hachi berdehem pelan, berusaha membersihkan tenggorokannya.

"Emm yang pertama, mungkin Raikage tahu sendiribeliau bersama Sandaime Kazekage pernah datang ke Negeri Iblis untuk menahan dan mengancam Negeri Iblis agar tidak ikut campur semenjak dihancurkannya Uzushiogakure. Benar begitu, Raikage-sama?"

"Tepat." Mata Raikage menyipit tajam "Kazekage-danna langsung berinisiatif mengancam Negeri Iblis agar tidak ikut campur urusan 5 desa besar apalagi membalas dendam kematian Ratu mereka. Padahal perjanjian pertama kami adalah hanya mengatakan kepada Negeri Iblis soal Ratu mereka dan hanya menahan pergerakan Negeri tersebut, bukan mengancamnya"

"Jadi Kazekage bertindak secepat itu untuk pencegahan yakau pasti tidak dapat protes kan, sensei?" Naruto memiringkan kepalanya, berusaha mendapatkan ekspresi dari gurunya yang berkulit hitam tersebut.

"Orang itu berbahaya," Raikage menganggukkan kepalanya "Jika aku langsung menahan ide tiba-tibanya di situ, maka kami pasti akan bertarung di ruangan tetua Negeri Iblis saat itu. Sandaime Kazekage lebih kuat daripada Shimura Danzo, Uzukage-sama"

Naruto mengangguk serius "Aku paham posisimu saat itu Raikage-sama. Jadi, apa yang diambil para tetua Negeri Iblis, Hachi?"

Hachi menatap semua orang yang ada di sana, berusaha mendapatkan momentum untuk kata-kata selanjutnya. Gendang telinga Hachi dapat mendengar ketukan berirama dari jari telunjuk Yondaime Uzukage yang sangat pas dengan suasana ruang rapat tersebut.

"Mereka menerimanya. Mereka tahu, melawan Sunagakure saja susahapalagi 5 desa besar."

"Aku memperkirakan hal tersebut," Naruto menyandarkan tubuhnya lebih dalam ke kursi. Tangan kanannya menopang dagunya di pegangan kanan kursi. Wajah Darui mengernyit sedikit melihat gaya tenang nan angkuh Yondaime Uzukage, tetapi Sandaime Raikage sudah memberitahu bahwa Uzumaki Naruto punya trik sendiri untuk menguasai suasana suatu rapat.

Naruto : The Long Journey To Reveal The DarknessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang