"Hei yang di sana! Kenapa gak gabung sama kami?!"
Dia mengusap kedua matanya yang menangis lalu memandang ke arah sumber suara cempreng yang memanggilnya. Di depannya berdiri tiga anak bersurai merah, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.
"Hee? Kau menangis? Kenapa kau menangis?" si suara cempreng memajukan wajahnya mendekati dia. Mata anak itu biru seperti langit yang jernih tanpa awan.
"Heeijawab pertanyaanku." Kata anak itu. Istilahnyakepo. Dia mengernyit sejenak sebelum kemudian memutuskan untuk menjawab pertanyaan dari anak bermata biru tersebut.
"Orang tuaku baru saja meninggala-aku sendirian di sini."
"Orang tuamu?" anak yang satunya menggaruk belakang kepalanya. Dia memiliki mata violet dan rambut merah yang lurus "Apa orang tuamu itu dua shinobi Uzu yang gugur dalam misi kemarin?"
Dia terkejut. Matanya yang memerah karena menangis membulat "K-kau tahu darimana?"
"Ayahku yang menceritakannya." Kata anak bermata violet itu. Masih menggaruk belakang kepalanya.
"Siapa namamu?" Tanya si anak bermata biru tiba-tiba. Dia sedikit terkejut dan memandang bergantian tiga bocah sebayanya. Si mata violet, si mata biru dan si anak perempuan cantik dengan hiasan bunga kertas di kepala merahnya. Semuanya memandang dia seperti teman
"Ya-Yahiko. Namaku Uzumaki Yahiko." Katanya agak gugup. Ketiga anak di depannya saling berpandangan dan mengangguk, terlebih yang di tengah si mata birudia menyengir seperti orang gila.
"Aku Uzumaki Naruto! Salam kenal Yahiko."
"Namaku Uzumaki Nagato"
"Aku Konan."
Saat dia ingin bertanya, anak perempuan berambut biru langsung menyambung kalimatnya "Tentu saja aku Uzumaki." Kata anak perempuan tersebut. Si mata violet dan mata biru tertawa terbahak-bahak.
"Ayo Yahiko, daripada kau duduk menangis di ayunan" si anak bermata biru berlari ke belakangnya dan mendorong ayunan yang ia duduki dengan kencang "lebih baik kita bermain bersama di sini! Taman bermain Uzu ini sangat asyik lho jika bermain bersama!"
Plak! Kaki dia terkena kepala anak bermata violet yang tepat berada di depannya. Si anak bermata violet bangkit sambil mengusap kepalanya yang benjol.
"WOY NARUTO! BISA TIDAK MAIN AYUNAN ITU LIHAT ORANG?! KAU LIHAT, KEPALAKU JADI BENJOL TAHU!"
"Hahahaini bukan salahku, salahkan anak cengeng ini yang menaiki ayunan tanpa melihatmu!" si anak bermata biru menangkap rantai ayunan dia dan mendorongnya sekuat tenaga.
"Tetapi kau yang mendorongnya bodoh!"
"Kalian berdua yang bodoh" kata anak perempuan manis dengan nada datar serta wajah non-ekspresif.
Sementara dia perlahan-lahan mulai tersenyum. Air mata di sudut matanya melayang lembut di udara, berkilauan diterpa sinar mentari sore.
"Ingat ini Yahiko, kau tidak akan pernah sendirikarena masih banyak orang disekelilingmu yang akan menyayangimu. Emm mungkin contohnya kami, iya gak Nagato? Konan?"
Dia melirik ke belakang dengan wajah mendengarkan. Anak bermata biru terus mendorong ayunannya dengan cengiran yang menenangkan hati.
"Aa, tentu sajakarena kita adalah teman." Kata si mata violet. Si anak perempuan tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya.
"Ya, karena kita adalah teman, MULAI SEKARANG DAN SELAMANYAAA~!"
Suara cempreng itu membangunkan Yahiko dari mimpinya. Dia memandang langit-langit kamar yang redup di kediaman Shibuki. Tatapannya datar dan sedikit hampatiba-tiba dia bangkit duduk lalu meringis pelan, bahu kanannya masih terasa sakit.

KAMU SEDANG MEMBACA
Naruto : The Long Journey To Reveal The Darkness
FanfictionNaiknya Uzumaki Naruto sebagai Yondaime Uzukage membuat Uzushiogakure membuka hubungan dan kerja samanya dengan desa desa lainnya, termasuk sebuah Negara Iblis yang dipimpin seorang Ratu bersifat dingin dan memiliki kemampuan menyegel setan serta me...