Chapter 89

91 11 0
                                        

31 Desember, Kumogakure

"Surat resmi dari Iwagakure?"

.

.

Darui dan C masuk ke kantor Raikage begitu mendengar kabar dari Mabui bahwa ada pesan resmi dari Pemimpin Iwa. Keduanya membaca isi pesan yang ditujukan kepada Raikage, sebuah surat pemberitahuanbukan surat undangan.

"Kita harus cepat kirim ini ke Ame! Di sana Raikage bersama pasukan Uzumaki sudah menunggu" Darui menggigit jempolnya 'Jadi ini yang ditakutkan Yondaime Uzukage? Tetapi hebat dia bisa memprediksikannya. Dengan prakiraan waktu dari Ame sampai ke Iwa satu harimereka bisa menggagalkan rencana pernikahan itu!' Darui memandang Mabui yang sedang mengikat surat pemberitahuan resmi itu di kaki Reijin.

'Pemimpin Uzu memang hebat! Tetapi dari mana dia mengetahui bahwa tanggal 1 Januari akan terjadi pernikahannya?' Darui memandang Mabui yang berusaha memberikan titik lokasi yang harus dituju Reijin dengan suratnya. Burung walet itu nampak mengerti lalu melesat cepat bak kilat ke luar jendela. C bahkan terkagum-kagum dan mengatakan bahwa kecepatan mahluk kuchiyose itu sama dengan kecepatan A. Mabui menggelengkan kepalanya dan dia beradu pendapat dengan C soal siapa yang cepat, A atau Reijin. Sementara Darui masih berpikir dengan perkiraan-perkiraannya.

'Ya sudahakan membosankan jika aku terus memikirkannya' Darui berhenti menggigit jempolnya, dia memandang ke langit Kumo yang mulai sedikit biru, menandakan musim dingin akan mulai berakhir 'Mudah-mudahan pihak kita menang!'

31 Desember, Kirigakure

"Hmsurat pemberitahuan pernikahan Ratu Negeri Iblis Shion-sama dengan anak Tsuchikage ketiga yakni Kitsuchi dilakukan pada tanggal 1 Januari di Iwagakure" Ao meletakkan surat pemberitahuan itu ke meja Mizukage, dia menyandarkan punggungnya ke kursi yang biasa Yagura duduki sebelum digulingkan.

"Kau licik, Tsuchikagetetapi Yondaime Uzukage sudah mengantisipasinya." Kata Ao sambil berpikir jernih.

31 Desember, Sunagakure

"Tidak dapat dipercayatanggalnya sama dengan tanggal saat tim Sasori ingin menculik Shion-sama." Nenek Chiyo meletakkan surat itu di atas meja. Para tetua suna memandang kebingungan ke arah pahlawan Perang Dunia 2 tersebut. Chiyo mengangkat bahunya tidak tahu.

"Suruh bagian telekomunikasi hubungi merekaSasori sepertinya membawa mini-radionya, katakan kepada cucu bodohku itu" mata Chiyo menajam "berhati-hatilah!"

31 Desember, Konohagakure

Danzo meremas surat resmi pemberitahuan dari Tsuchikage dengan wajah marah. Dia tidak percaya Tsuchikage berani mengambil langkah dengan mengikat tawanan mereka menjadi keluarga. Hal tersebut tentu saja membuat Shion yang berstatus tawanan akan bebas secara facto sehingga desa-desa selain Iwa tidak mempunyai alasan untuk membawa Sang Ratu ke desa mereka. Secara tidak langsungTsuchikage mengatakan bahwa Shion hanya milik Iwa.

"Si tua bangka keparatapa maksudnya mengambil tindakan ini? Dia tidak ingin melepas Shion dari desanya kah?!" Danzo mencampakkan kertas lusuh itu ke lantai. Midoru Shizukesa hanya memandang datar kertas yang diinjak Danzo dengan kaki kanannya.

"Bisa saya memberikan saran, Danzo-sama?"

Danzo melirik ke arah Shizu. Dia memandang Anbu Ne terbaiknya itu dengan penuh minat.

"Silahkan Shizu"

"Kemungkinan Yondaime Uzukage masih hidup."

Danzo terperangah, mata kirinya yang tertutup kini terbuka. Pupilnya sedikit bergetar, dia kemudian menenangkan dirinya lalu kembali memusatkan konsentrasinya pada kata-kata Shizukesa.

Naruto : The Long Journey To Reveal The DarknessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang