Kumogakure, 14 Januari
Jika yang orang-orang tahu bahwa Yondaime Uzukage adalah sosok hebat yang menenggelamkan kehebatannya, orang awam pasti berkata "Aku tahu". Naruto memang Kage terkuat dan tercerdas yang pernah Utakata kenal.
Sehebat-hebatnya Yagura memainkan manipulasi ingatan dan kekuatan demi Kiri, tidak ada yang dapat menyaingi pola pikir Uzumaki Naruto. Hanya saja sesuatu yang engkau rencanakan jika Kami-sama merencanakan hal lain, maka itu pasti akan berbelok dari rencanamu sendiri.
Naruto sudah dikalahkan oleh Zero sendiri, Utakata melihat dengan mata kepalanya bahwa Yondaime Uzukage dikuasai kegelapan lalu bertarung seperti orang gila. Shion-sama akhirnya membuktikan kepada semua orang bahwa dia-lah satu-satunya yang dapat menyelamatkan Naruto dari kegelapan menggunakan loncengnya. Suatu takdir yang bagi Utakata sangat hebat. Insan yang saling melengkapi. Tetapi siapa sangka Yondaime Uzukage suka mencoba sesuatu...
Utakata yang sedang bersantai di atas atap hotel Kumo merebahkan tubuhnya ke lantai atap. Dia melipat kedua kakinya sambil mengemut pipa gelembungnya seperti permen. Pengawal Yondaime UzUkage itu memakai kimono berwarna biru muda sepanjang paha, dia memakai obi berwarna hitam dan celana panjang shinobi berwarna senada.
Ada perban di paha kirinya yang mengikat sebuah kantong alat-alat ninja berwarna hitam juga. Setelah diberi saran oleh Naruto jangan selalu menunjukkan bahu-nya (karena kimononya suka melorot saat ia bertarung), Utakata juga memakai baju jaring-jaring sebagai dalaman kimono. Jinchuuriki Rokubi itu masih memikirkan soal Naruto dan apa yang Uzukage keempat itu katakan.
"Yah...tetapi aku yakin bahwa Naruto-san adalah sosok yang hebat, dia berhasil menolongku saat dikendalikan oleh Yagura-sama..."
"Maaf terlambat."
Utakata langsung duduk dan menoleh ke belakang. Yugito berjalan mendekatinya dengan langkah tenang. Kunoichi itu memakai baju hitam ketat lengan panjang yang menonjolkan buah dadanya. Dia memakai celana standar Anbu Kumo tanpa peralatan ninja. Sepertinya perempuan itu sedang dalam free-mission. Oh ya, pasti Naruto yang meminta Raikage untuk meliburkan Yugito, tentu saja untuk...
"Jadi kau siap menerima latihanku?"
Sudah diketahui kan, apa alasan Yugito mendatanginya. Utakata menganggukkan kepala. Naruto menepati janjinya saat ia berbincang dengan sang Uzukage di kediaman Shibuki.
Pertama-tama, dia harus melatih dirinya bersama Yugito untuk menjadi sosok yang mengenal Bijuu di dalam tubuhnya. Yugito adalah Jinchuuriki yang berhasil menjalin kerja sama dengan Bijuu di dalam tubuhnya. Naruto menyarankan Utakata harus mengambil ilmu yang nanti diajarkan oleh Yugito. Jinchuuriki Rokubi itu teringat apa yang dikatakan Naruto kepadanya beberapa hari yang lalu.
"Setelah Jiraiya-san bangun, maka pelatihan kita akan mencapai tahap selanjutnya...aku akan membantumu menjalin tali persahabatan dengan Saiken...agar kau menjadi kuat dan bisa melindungi orang-orang yang kau sayangi."
Utakata berdiri tegak lalu meniup pelan pipa gelembungnya, sebuah gelembung muncul lalu terbang ke langit. Yugito menaikkan alis kanannya lalu terkekeh pelan.
"Tampaknya junior-ku ini sangat siap dengan pelatihan tentang Bijuu..."
"Heh, tentu saja," Utakata tersenyum tipis "Aku dan Saiken akan melampaui dirimu, juga Nibi..."
Sementara Naruto berdiri tegak di atas tiang listrik yang letaknya cukup jauh di belakang hotel di mana Utakata dan Yugito berbicara. Sang Uzukage tersenyum. Dia menghilang dengan cahaya lembut yang indah.
Naruto muncul tiba-tiba di belakang Shion yang sedang menyuapi Sara makan di kamar Rumah Sakit Kumo. Jika Sara tidak berteriak "Nii-chan datang dengan wajah mesum" kepada Shion, sang ratu pasti tidak mengetahui suaminya ada di belakang dengan tujuan untuk mengagetkannya. Shion menoleh ke belakang dengan tatapan angkuh, disertai perkataan
"Mau apa kau ke sini, Uzukage hentai..."
Naruto jatuh drop karena perkataan menohok tersebut. Sungguh istri yang menindas suami...Naruto bangkit berdiri dan berjalan mendekati Shion yang duduk di samping ranjang Sara sambil terus menyuapi adik Naruto dengan bubur kacang hijau.
Sang Uzukage meletakkan tangan kanannya di pinggang, mata birunya memandang cerah Sara (yang mengedipkan mata jahil), kemudian beralih kepada Sang Ratu. Naruto yang mengerti kedipan maut itu langsung mengambil mangkok bubur Sara dari tangan Shion dan mengangkatnya tinggi-tinggi.
"Apa yang kau-"
"Aahh~, Sara sudah kenyang Shion-nee, euukk..." adik Yondaime Uzukage itu bersendawa keras "Jadi untuk siapa ya bubur kacang hijau itu? Sayang kalau gak dihabiskan."
Naruto tiba-tiba berdiri di samping Sara, berseberangan dari posisi Shion, lalu berpose seperti guru ekonomi yang menjelaskan materi pelajaran.
"Jika menilik dari perkembangan ekonomi yang jatuh dalam krisis moneter tinggi, maka sesuai teori inflasi untuk menegakkan bursa saham nasional, maka penghematan tanaman kacang hijau perlu dilakukan agar saham bursa nasional bahkan internasional bisa naik sesuai CIC yang berlaku..."
Shion memandang datar kedua abang-adik tersebut. Ada aura-aura suram di belakang Sang ratu.
"Kau ngomongin apa sih Naruto...?" tanya Shion dengan nada menggeram lucu. Naruto menghentikan penjelasannya dan melompat melewati ranjang Sara lalu berdiri tepat di sisi kiri Sang Ratu. Shion agak terkejut dengan gerakan tiba-tiba suaminya, untung tindakan sok keren itu berhasil. Coba gagal...
Shion membayangkan Naruto jatuh menimpa Sara dan dia punya alasan menendang suaminya dari jendela kamar Sara...
Yang berada di lantai 5.
"Begini Ratu Lebahku-"
"Sudah kubilang aku Ratu Negeri Iblis, aku adalah Yang Mulia Shion-sama."
"Err, aku mengerti. Hmm, jadi..." Naruto tiba-tiba berlutut ala Pangeran yang sedang memberikan bunga mawar mereka kepada Putri dan mengangkat tangan kanannya di hadapan Shion seperti Pangeran tersebut mengangkat romantis bunga mereka...sayang yang diangkat Naruto sekarang adalah semangkuk bubur kacang hijau.
"Maukah kau disuapi olehku, Ratu?"
"E-eh?!" Shion tersentak kaget. Jangan tanya bagaimana rona di kulit mulusnya. Mukanya menjadi khas seorang Tsundere yang terkejut jika dere-derenya muncul. Alis menajam berlekuk kebingungan, mata melebar antara kesal dan aneh, serta mulut terbuka shock. Shion langsung memalingkan wajahnya ke kiri sambil menutup mata sok kuat, sayang dia lupa bahwa itu membuat wajahnya menghadap ke arah Sara.
"Wajah Shion-nee memerah, ciee malu ciee..."
Blup...blup...blup...demi Seluruh Negeri Iblis yang ia kuasai dan ia perintahkan, Shion tak terima di-ciee cieekan di hadapan Naruto saat rona merah di wajahnya muncul tak karuan dan tak dapat dihentikan. Bisa-bisanya ia blushing oleh tindakan bodoh Naruto yang berjongkok tolol sambil mengatakan,
"Maukah kau disuapi olehku, Ratu?"
Tindakan itu sungguh tak keren! Gaje, alay...atau apapun itu. Shion memandang tajam Naruto seperti ingin mencincang sang Uzukage saat ini juga.
"Kau ku-ramal akan mati di lautan bubur kacang, U-Uzukage baka..."
Naruto tersenyum. Ia tahu ramalan hebat Sang Ratu tidak akan muncul ketika ekspresi Tsundere itu muncul.

KAMU SEDANG MEMBACA
Naruto : The Long Journey To Reveal The Darkness
FanfictionNaiknya Uzumaki Naruto sebagai Yondaime Uzukage membuat Uzushiogakure membuka hubungan dan kerja samanya dengan desa desa lainnya, termasuk sebuah Negara Iblis yang dipimpin seorang Ratu bersifat dingin dan memiliki kemampuan menyegel setan serta me...