Sementara di jeruji mini Shion...
"Aku akan mendekati Naruto, kau bisa melindungiku Yugito-san?"
Mata Yugito melebar. Dia berpikir dirinya salah dengar dengan ucapan Shion. Matanya memandang kebingungan Sang Ratu.
"Ma-maaf Shion-sama, kenapa anda ingin mendekati Naruto-sama, dia sedang bertarung dengan orang paling berbahaya di Suna..."
Shion memandang aura pekat yang semakin menguar dari dalam tubuh Naruto. Tidak ada waktu lagi, dia harus menyelamatkan suaminya sekarang.
"Shion-sama-"
"YUGITOOO, AWAAAS!"
Pupil Yugito melirik ke belakang ketika mendengar teriakan Utakata. Sebuah kunai melesat menuju kepala Shion. Sang Ratu menutup matanya dan membuat kedua tangannya bersilang di depan wajah. Trang! Bunyi dua besi berbenturan membuat Shion membuka matanya kembali. Yugito sedang menahan pergerakan membunuh Ebizou menggunakan kunainya sendiri.
"Yugito-san," Shion memandang cemas pengawal suaminya tesebut. Yugito mundur dua langkah ketika merasakan kekuatan cukup besar dari orang tua tersebut.
"Berhenti menggangguku gadis kecil..." kata Ebizou kesal. Dia memandang tajam Shion "Aku hanya perlu menyelesaikan masalah ini dengan Ratu Negeri Iblis."
"Diam kau jiji!" Yugito maju dua langkah dan mendesak Ebizou untuk mundur dua langkah. Mata Yugito melirik ke belakang, menatap Sang Ratu penuh kepercayaan.
"A-aku tak tahu apa alasanmu untuk mendekati Naruto-sama, tetapi jika itu yang terbaik untuk Naruto-sama..." Yugito tersenyum "Lakukanlah, istri Yondaime Uzukage! Buktikan bahwa cinta kalian tidak dapat dipisah hanya oleh 5 desa besar!"
Shion terkejut dengan kata-kata penyemangat Yugito. Dia memandang cemas Kunoichi Kumo tersebut lalu memandang lebih cemas ke arah suaminya. Yugito terkekeh pelan lalu mengangguk kepala tanda bahwa dia siap menahan pergeraka Ebizou di tempat tersebut. Shion memandang Yugito lalu mengangguk kepala mantap. Tatapannya sekarang bukan tatapan seorang Ratu yang angkuh, tetapi tatapan seorang Ratu yang kuat dan penuh tanggung jawab.
"Sialaaan, kau tak akan dapat pergi ke mana-mana Ratu Negeri Iblis..." gumam Ebizou dengan nada geram. Dia melompat mundur ke belakang lalu membelokkan arah lompatannya, menuju sisi kiri Sang Ratu. Suara kunai kembali berdenting saat Yugito menahan serangan Ebizou.
"MAJULAH,"
Semua yang ada di sana menatap shock saat Shion berlari menuju ke arah Kazekage dan Uzukage. Mata hitam Kazekage sedikit melirik ke arah kanan.
"BELAHAN HATI YONDAIME UZUKAGE-SAMAAAAA!" teriak Yugito dengan nada penuh kekuatan. Matahari semakin tenggelam dengan senja sorenya yang indah. Nagato dan Konan memandang penuh harap ke arah Ratu Negeri Iblis yang berlari menuju suaminya. Entah kenapa mata kedua sahabat Naruto itu berkaca-kaca. Shibuki yang tersandar di pohon menutup matanya perlahan, berdoa kepada Kami-sama untuk mempermudah penyelamatan Sang ratu kepada suaminya dari kegelapan.
Mata Sara terbuka perlahan, semua ninja Medis yang sedang memandang kejadian di areal pertarungan terus berdoa kepada Kami-sama untuk kemenangan desa mereka. Sara melirik ke arah pandangan para Ninja Medis dan matanya sedikit melebar.
'Naruto Nii-chan...eh...Shion Nee-chan?' entah kenapa Sara untuk saat itu tidak bisa menahan senyuman walaupun tubuhnya terasa letih 'Aku tahu kalian akan saling membantu sebagai suami-istri.'
Semua mata memandang sesi akhir dari cerita panjang ini, Shion dengan lonceng di genggaman tangan kanannya berlari cepat ke arah Kazekage dan suaminya tanpa gentar sedikitpun. Kazekage mendecih pelan melihat gangguan kecil yang mengganggu kesenangannya. Dia menggerakkan tangan kirinya yang bebas ke arah Shion. Sekumpulan pasir besi bergumul lalu melesat ke arah Sang Ratu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Naruto : The Long Journey To Reveal The Darkness
FanfictionNaiknya Uzumaki Naruto sebagai Yondaime Uzukage membuat Uzushiogakure membuka hubungan dan kerja samanya dengan desa desa lainnya, termasuk sebuah Negara Iblis yang dipimpin seorang Ratu bersifat dingin dan memiliki kemampuan menyegel setan serta me...