Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 99

232 13 4
                                        

Iwagakure, 1 Januari

Oke, Naruto memang seorang Uzukage terkuat. Julukan Prodigy Uzumaki bukan gelar main-main yang ia dapatkan. Tetapi satu hal yang Naruto akui belum dia ketahui tentang makna kehidupan ini

Pengorbanan cinta dan etika balas dendam. Sang Uzukage yakin apa yang ada di dalam hati musuh di depannya sekarang. Tatapan kebencian membara penuh kemarahan akibat kehilangan orang yang dicintainya, Naruto pernah merasakannya dan rasa itu benar-benar sakit. Ketika itulah Naruto pernah berpikir apa Kami-sama benar-benar mengerti tentang kata keadilan?

"Goriko, aku butuh bantuanmu!" kata sang Uzukage di dalam mindscape-nya. Sang Gorila muncul dari balik bayangan sambil mengupil lubang hidung besarnya dan mengangguk berulang-ulang. Sebuah gerakan bodoh dan tak perlu. Naruto kembali fokus ke dunia nyata lalu memandang ke atas, ke arah kapak batu yang melayang menuju kepalanya.

"Serahkan saja pada kekuatan hebatku Uzukage ghook-sama"

"Jangan pakai ghook, ghook!" gumam Naruto dengan tatapan tajam sambil mengangkat gada berat milik ayahnya ke atas menggunaan tangan kanannya. Mata Kitsuchi menajam, dia semakin cepat menarik tubuh Naruto ke dalam tanah agar hanya kepala Yondaime Uzukage yang terlihat di permukaan tanah sehingga tidak ada cover yang bisa melindungi kepalanya.

"Terima-lah karmamu Uzukage sialan, orang-orangmu telah merenggut kebahagiaanku dan kebahagiaan Kurotsuchi. Kau memang harus merasakan ini!"

Draaaarhhh! Naruto ternyata tidak hanya menahan serangan kapak batu Kitsuhci dengan gada-nya yang dipegang tangan kanannya, tangan kirinya yang bebas melesat ke bawah dan meninju tanah yang berada di depan kepala Kitsuchi. Tanah itu hancur bahkan pecahannya menghantam wajah anak Tsuchikage ketiga tersebut sehingga tarikan kedua tangannya terhadap kedua kaki Naruto mengendur.

'Sekarang!' Naruto mengibaskan gada Sandaime Uzukage ke depan sehingga kapak batu yang menghantam gada tersebut terlempar ke arah depan juga, Naruto langsung menghantamkan ujung depan gadanya tepat di depan wajah Kitsuchi, membuat tanah di depan wajah anak Oonoki tersebut pecah ke bawah membentuk cekungan dalam. Pegangan kedua tangan Kitsuchi terhadap kedua kaki Naruto lepas, sang Uzukage menarik kedua kakinya ke atas dan melompat salto depan, berpijak di belakang kepala Kitsuchi sambil mengarahkan ujung gadanya ke belakang kepala anak Tsuchikae ketiga tersebut. Kapak batunya pecah beberapa meter di belakang Naruto menjadi pecahan-pecahan batu tak berguna. Kitsuchi melirik ke belakang dengan decihan kesal.

Yondaime Uzukage memang kuat dengan penguasaan Sumi-Kyo-nya. Simpel tasty dengan super powerful yang menakutkan.

"Permainan balas dendam yang bodoh ini selesai, Kitsuchi" gmam sang Uzukage. Sementara Shion dan Oonoki hanya memandang dalam diam pertarungan cepat tersebut. Terdengar suara ledakan dan tanah di dalam ruangan pertama gedung pernikahan bergetar. Kitsuchi terkekeh, membuat Uzumaki Naruto memandangnya tajam.

"Apanya yang lucu?" Naruto melirik sekilas ke atas saat beberapa debu dan sampah kecil dari langit-langit ruangan jatuh ke bawah akibat guncangan yang mereka alami di dalam gedung "Dan satu lagi, di mana para pengawalku?"

"Keh..khekhekhekhe" Kitsuchi tidak menjawab, dia malah terkekeh senang. Oonoki mengerutkan dahinya ketika mendengar nada kekehan Kitsuchi yang tersirat keputusasaan mendalam. Dia tidak menyangka anaknya yang sopan dan selalu menunjukkan kesabaran ternyata baru memperlihatkan keputusasaannya saat sang Uzukage berdiri tegak di belakangnya.

Kitsuchi menegakkan kepalanya, sembari menghirup napas di dalam ruangan yang sudah kacau tersebut.

"Maaf saja Uzukage-sama," Kitsuchi melirik ke belakang, ke arah Naruto, dengan tatapan bengis penuh amarah "Kau akan mendapatkan jawabannya di neraka nanti!"

Naruto : The Long Journey To Reveal The DarknessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang