Bzzzzztttlistrik dengan tegangan ribuan volt merambat di tanah yang ditapakkan telapak tangan Yugito dan membuat tangan yang mencengkram kaki Yugito bergetar hebat. Yugito menahan napasnya, dia dapat merasakan getaran listrik di kakinya. Untungnya, dia adalah pengguna elemen listrik itu sehingga tidak terlalu merasakan kesakitan akibat rambatan tersebut. Chojuro yang sudah melompat di udara memandang rekannya, matanya berubah khawatir saat melihat keadaan Yugito yang agak terpojokkan.
Trang! Chojuro menahan kunai yang dilempar menuju wajahnya. Mata Chojuro menajam memandang 6 Ninja Suna yang ikutan melompat ke atas.
"Jangan mengalihkan pandanganmu dari lawan, bocah Kiri" kata salah seorang Anbu Suna dengan nada mengejek.
"Aku bukan bocah" kata Chojuro sambil menggenggam erat gagang pedangnya "Aku adalah salah satu 7 Shinobi Pedang KIrigakure, ninja-ninja Kiri yang senang menebas dengan pedang mereka dan bangga akan status mereka!"
Kembali ke pertarungan Yugito Vs Pakura
"Eghhhhh!" Yugito mengeluarkan suara kesakitan akibat rambatan listrik menggerogoti kakinya, membuat saraf-saraf di telapak kakinya merasakan tusukan-tusukan listrik yang tajam. Saat rambatan listrik itu hilang, Yugito berdiri terhuyung dengan kaki yang berasap dari telapak hingga betis. Yugito menggigit bibir bawahnya pelan dan jatuh ke tanah dengan posisi bersimpuh. Napasnya terengah-engah. Yugito memandang kedua tangan Pakura yang muncul dari bawah tanah, tangan itu menghitam dan mengeluarkan asap putih lembut.
'Maaf atas kematian tragismu,' Yugito memandang ke depan 'Tetapi itu adalah suatu pertarungan ya-' mata Yugito melebar. Bola-bola Shakuton Pakura masih melesat menuju ke arahnya, kini sekarang berada 5 langkah di depan wajahnya! Yugito melirik ke bawah kembali dan tangan Pakura yang gosong tadi berubah menjadi sebuah potongan kayu yang sudah menjadi dua potong arang.
'Ka-Kawarimi! Cepatnya dia!' Yugito memandang ke depan. Pakura muncul dari balik sebuah pohon yang berjarak 40 langkah di depan Yugito dan tersenyum tipis.
"Situasi tak akan pernah berbalik," Pakura menggerakkan lehernya "Karena kami, Shinobi Sunagakure adalah ninja-ninja hebat yang memegang prinsip dari Kazekage terkuat kami!"
Yugito berusaha menggerakkan kakinya dan ingin melompat. Percuma, efek terkena Jutsu Raiton: Denki Setchi membuat kakinya tidak bisa bergerak. Yugito menutup matanya, pasrah bahwa dirinya akan lenyap oleh bola-bola Shakuton Pakura.
Terbayanglah wajah tampan Yondaime Uzukage, yang telah menyelamatkannya, yang banyak memberikannnya nasihat
Gomen, Naruto-sama
"Tidak apa-apa Yugito, tak perlu minta maafkau sudah berjuang dengan baik!"
Yugito tersenyum sedih. Untung saja kepalanya berimajinasi bahwa Yondaime Uzukage menjawab maafnya saat detik-detik kematian dirinya. Yahacapkali dia berharap bahwa Naruto-sama selalu memandangnya sebagai wanita, dan memberikannya kasih sayang sebagai seorang pria
"Oy oy jangan tidur di sini, kita sedang dalam adegan serius di pertarungan! Momen ngelawak tidurmu tak tepat Yugito!"
Yugito membuka matanya. Mata biru itu memandangnya intens, membuat mata Yugito bergetar hebat. Wajah sang Uzukage sangat dekat dengan wajahnya, membuat Yugito hanya melongo seperti orang idiot.
"Chojuro, jaga Yugito di sini! Kau bisa kalahkan pengguna Shakuton tersebut kan?!" Naruto yang menggendong Yugito di kedua lengannya menapakkan kakinya dengan tenang di tanah. Chojuro sudah berada di depan Yondaime Uzukage dengan posisi siap bertarung bersama pedangnya. Mata Yugito memandang ke samping kirinya. Beberapa meter di kirinya terikat Ninja-Ninja Suna oleh rantai khas Uzumaki dalam keadaan pingsan. Jinchuuriki Nibi itu menggerakkan bola matanya ke depan. Pakura berdiri di belakang bola-bola apinya dengan wajah tegang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Naruto : The Long Journey To Reveal The Darkness
FanfictionNaiknya Uzumaki Naruto sebagai Yondaime Uzukage membuat Uzushiogakure membuka hubungan dan kerja samanya dengan desa desa lainnya, termasuk sebuah Negara Iblis yang dipimpin seorang Ratu bersifat dingin dan memiliki kemampuan menyegel setan serta me...
