Setelah selesai menyegarkan tubuh di pemandian air panas, semuanya duduk di meja makan untuk menyantap makanan yang disediakan. Konan sendiri sedang di kamarnya ditemani Yugito yang sedang membalut luka pada bahunya menggunakan kain perban baru. Di kamar lainnya Shion sedang menyuap Sara yang beristirahat.
Di meja makan duduk Haku, Utakata, A, Sandaime Raikage, Killer Bee dan Nagato yang baru saja mengganti perban luka di kaki dan perutnya. Naruto sendiri sedang berdiri di teras penginapan bersama Shibuki. Keduanya nampak memandang bulan yang terlihat indah malam itu. Bunga musim semi yang bermekaran bergerak pelan ditiup angin.
"Apa tindakanmu sekarang kepada Konoha, Uzukage-sama?" Shibuki menggosok dagunya perlahan "Kau akan menyerangnya langsung? Maksudku apa ada alasan berlebihan untuk menyerang Konoha saat ini?"
Naruto melihat seekor tupai yang melompat di antara cabang pohon. Dia tersenyum simpul.
"Tidak ada alasan, aku tidak mengatakannya dendam. Tapi..."
Shibuki melirik ke arah pemimpin keempat Uzu itu,
"Bagiku Konoha di tangan Danzo akan menjadi sesuatu yang buruk."
"Kau benar," Shibuki menggosok dagunya semakin cepat "Aku penasaran apa yang akan dilakukan Danzo ketika 4 desa besar lainnya berbalik menyerang desanya? Tapi kita musti waspada, di Konoha banyak Shinobi-Shinobi terkuat yang sangat berperan penting dalam Perang Dunia Shinobi terdahulu...jika mereka memihak kepada Danzo,"
"Aku akan membunuh Danzo lebih dahulu sehingga tidak ada yang memihak orang itu..."
Shibuki agak terkejut dengan nada menggeram Naruto. Saat dia ingin mengatakan sesuatu, Nagato memanggil nama mereka bahwa makanan sudah disiapkan.
Makan malam itu berakhir dengan Utakata yang terus berlarian ke kamar mandi karena perutnya terasa tak nyaman. Tanpa sepengetahuan Utakata, makanan Haku yang dicurinya saat Sang Last Hyouton pergi ke kamar mandi sudah dimasukkan obat pencuci perut oleh Hoshimaru dan Ibunya. Alhasilnya, Utakata-lah yang terkena efek obat tersebut.
"Apa yang dimakan si peniup gelembung itu?!" tanya Haku dengan wajah kebingungan. Sementara Hoshimaru dan Ibunya hanya berdiri suram di meja resepsionis karena rencana mereka gagal lagi.
Waktu tidur sudah menyambangi mereka, semuanya sudah kembali ke kamar dan futon masing-masing. Bulan saat itu dilewati beberapa awan yang juga acapkali menutupi sinar berwarna perak tersebut. Yondaime Uzukage duduk bersila di samping futon adiknya yang sudah terlelap. Dia baru saja menceritakan Legenda Kaguya Sang Dewi Kelinci kepada adiknya yang memang menyukai cerita tersebut. Naruto mengelus pelan kepala merah itu lalu berdiri tegak dengan tangan perlahan-lahan mengepal erat. Dia memandang Shion yang tidur di samping Futon sang adik. Naruto tersenyum tipis lalu pergi meninggalkan kamar tersebut.
Sementara itu Hoshimaru beserta Ibunya masih merencanakan pembunuhan kepada Haku dengan cara memberikan racun seperti obat bakar di kamar yang ditempati Haku bersama Utakata. Saat Hoshimaru membuka pintu geser kamar, dua pengawal Yondaime Uzukage sudah tidak ada di sana.
"Are? Ke mana mereka Kaa-san?" tanya Hoshimaru kebingungan. Ibunya juga menggeleng tak mengerti. Dasar anak-anak muda, ini adalah waktunya tidur!
Saat melihat lebih jauh penginapan tersebut, di sana akan terlihat sebuah tebing bukit yang menjulang di belakang penginapan. Sumber air panas berasal dari kaki bukit ini. Di ujung tebing, duduk sang Uzukage dengan kaki kanan bergelantungan ke bawah dan kaki kiri tertekuk. Tangan kanannya bertumpu di tanah sedangkan tangan kirinya berada di atas lutut kaki kiri. Di ujung tangan kiri Yondaime Uzukage tergenggam sebuah rumput yang diputar perlahan-lahan. Naruto memakai pakaian barunya. Sebuah jaket berwarna hitam dengan lengan panjang dan ada lambang Uzumaki berwarna merah di belakangnya. Jaket tersebut memiliki dua kantong di bagian sisi kanan-kiri perut dan dua kantong berkancing di dada kanan serta dada kiri.
Naruto membiarkan jaket hitamnya terbuka, memperlihatkan kaos abu-abunya dengan model neck berbentuk V. di leher sang Uzukage tergantung kalung yang bermata lonceng istrinya. Lonceng Shion dibungkus kain berwarna emas agar tidak berbunyi saat dirinya bergerak. Naruto juga memakai sarung tangan dengan ujung jari terbuka di tangan kiri. Tangan kanannya yang dililiti perban tidak perlu ia pasangi sarung tangan.
Di bagian bawah kedua lengannya terikat dua gulungan ninja berisi dua pisau lipat Shodaime Uzukage. Naruto memakai celana hitam shinobi dengan lilitan perban putih di pergelangan kakinya. Di paha kirinya terikat kantong shuriken-kunai sedangkan di paha kanannya terdapat kantong berwarna coklat gelap berisi dua scroll ninja yang menyimpan senjata Nidaime dan Sandaime Uzukage. Jangan lupa sepatu berwarna hitam standar Shinobi yang terlihat pas di kaki sang Uzukage.
"Ada apa memanggil kami, Naruto-sama?" tanya Haku dengan sopan. Utakata menahan napasnya. Aura Yondaime Uzukage begitu kental dan kelam malam ini, sangat harmonis dengan rembulan perak di atas kepala mereka. Kedua pengawal Yondaime Uzukage tersebut memakai kimono tidur mereka.
"Ada sesuatu yang harus kubicarakan kepada kalian, agar kalian tidak terkejut..." Naruto tetap memandang datar ke depan. Rambut merah jabriknya dihembus pelan angin malam.
Haku dan Utakata terdiam. Ketika suara Naruto berubah sedikit dingin dan tanpa emosi, mereka tahu bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang direncanakan sang Uzukage dengan sangat matang.
"Sesuatu yang kalian dengar malam ini adalah sesuatu yang akan kita lakukan setelah aku..." Naruto terdiam sejenak "...menghancurkan Konoha." Mata Haku dan Utakata sedikit bergetar mendengarnya. Nada Naruto sedikit menggeram ketika mengatakan dua kata terakhir.
"Ketika bibit sudah tumbuh dan hasilnya dipanen, maka ketika panenan selesai maka akan tersisa batang-batang tumbuhan yang tak berguna..." Naruto memandang rembulan. Safirnya memantulkan bulan tersebut bagai cermin berkaca biru "Haku, Utakata...ketika kalian mendengar hal ini, maka kalian berdua adalah orang yang paling aku percayai, dengarkan ini baik-baik..."
Haku dan Utakata menganggukkan kepala. Mereka mendengarkan apa yang diucapkan Naruto tiap bait kata dan terkejut saat tiap bait itu dipaparkan dengan jelas. Hembusan angin malam membuat suara Naruto tak terdengar di kejauhan, tetapi bagi Utakata dan Haku, Yondaime Uzukage sudah mengungkapkan sedikit hal mengenai dirinya.
Swinng! Naruto muncul dengan cahaya indah di belakang Hoshimaru dan Ibunya yang menguping pembicaraan sang Uzukage bersama dua pengawalnya. Naruto menepuk tengkuk mereka cukup kuat hingga keduaya pingsan. Naruto menggerakkan segel dan meletakkan kedua telapak tangannya di kepala kedua orang tersebut.
"Fuinjutsu: Bainda Kokoro!" Fuinjutsu ini adalah sebuah Jutsu segel yang mengikat memori seseorang. Memori yang tersegel adalah memori yang dipilih oleh si penyegel. Naruto menajamkan matanya saat menemukan memori tersebut, memori yang berisi pembicaraannya bersama Haku dan Utakata tentang rencana mereka. Bisa disimpulkan apa yang didengar Hoshimaru dan Ibunya serta apa yang dibicarakan Yondaime Uzukage kepada dua pengawalnya adalah hal besar, bahkan dua orang pemilik penginapan biasa tidak boleh mengetahuinya.
Naruto berdiri tegak dengan jaket hitam lengan panjangnya yang berkibar pelan akibat tidak ditutup, memperlihatkan kaos abu-abu berleher V-nya, dengan lambaian kalung berisi lonceng istrinya. Haku dan Utakata mengerti satu hal tentang Uzukage mereka,
'Dia sangat tak tertebak...' batin keduanya saat Naruto mengibaskan poni merah jabriknya dengan anggun ketika angin sepoi-sepoi menggerak lembut surai merah tersebut.
"Aku bukan kegelapan, aku bukan cahaya. Aku bukanlah seorang pendendam..."
Awan malam bergerak menutupi cahaya perak bulan, membuat suasana di sana menjadi sedikit lebih gelap. Naruto mengucapkan tiap kalimat dari mulutnya dengan nada tanpa emosi.
"Dan aku bukan seorang pemaaf," terlihat mata kanan sang Uzukage yang beriris biru berubah sekilas menjadi iris merah dengan pupil salib terbalik.
"Aku adalah Uzukage!"

KAMU SEDANG MEMBACA
Naruto : The Long Journey To Reveal The Darkness
Fiksi PenggemarNaiknya Uzumaki Naruto sebagai Yondaime Uzukage membuat Uzushiogakure membuka hubungan dan kerja samanya dengan desa desa lainnya, termasuk sebuah Negara Iblis yang dipimpin seorang Ratu bersifat dingin dan memiliki kemampuan menyegel setan serta me...