Situasi Yang Berbeda, Sampai Kapan?

10.2K 2.4K 569
                                    

"Kemarin malem dengar suara ribut-ribut dari ruang koass? Kayaknya sih anak-anak koass bertengkar. Biasanya juga mereka bertengkar, tapi nggak sampai seheboh kemarin."

"Kemarin aku lihat Yohan keluar ruang koass. Mukanya merah. Seumur-umur Yohan ngekoass di sini, aku nggak pernah lihat dia kelihatan semarah itu."

Dongpyo berusaha menulikan pendengarannya dan melanjutkan langkahnya menuju Poli Mata. Ada hal yang harus dikerjakannya dan seorang spesialis sudah menunggunya di sana. Tapi sepanjang langkahnya menuju Poli Mata, ada saja perawat yang membicarakan tentang kejadian semalam atau bahkan petugas rumah sakit lain yang kebetulan berseliweran di depan ruang koass kemarin malam.

Ia tidak tahu kapan tepatnya pertengkaran Minhee dan Yohan terjadi, tapi setelah mendengar cerita Eunsang tadi pagi, rasanya ada masalah besar yang meretakkan jalinan persahabatan Yohan dengan Minhee. Mereka berteman sejak sekolah menengah dan ini pertama kalinya mereka bertengkar hebat.

Minhee dan Yohan saling membentak saling menuding wajah, dan nyaris saling melemparkan tinjuan ke wajah masing-masing.

Itu tidak begitu mengejutkan. Tapi yang mengejutkan adalah dengan bentakan kasar Minhee mengatakan bahwa Yohan murahan. Hell, itu tentu saja melukai harga diri Yohan dan Yohan bukan orang yang diam saja kalau harga dirinya diinjak bahkan oleh teman baiknya sendiri. Wajar kalau Yohan marah. Ia juga pasti akan marah kalau direndahkan seperti itu.

"Kayaknya Yohan sama Minhee bertengkar. Biasanya mereka kayak lem sama prangko, ke mana-mana nempel. Padahal cuma temenan, bukan pacaran."

"Iya, biasanya Yohan ke mana-mana selalu berdua bareng Minhee. Sekarang sendirian aja. Minheenya juga gitu."

Logikanya, Yohan tersinggung saat sahabatnya sendiri menginjak harga dirinya di depan banyak orang. Tentu saja tersinggung. Memangnya Yohan robot yang tidak bisa tersinggung saat harga dirinya direndahkan oleh orang yang bersahabat dekat dengannya? Daripada sahabat, saking dekatnya, mereka terlihat seperti saudara.

Dan logika lainnya mengatakan bahwa Minhee juga marah pada Yohan yang ikut campur dalam urusannya. Perasaan adalah urusan internal yang seharusnya hanya diselesaikan oleh pihak-pihak yang bersangkutan karena ini menyangkut hati, menyangkut perasaan, bukan malah dicampuri oleh orang-orang luar karena hanya akan menjadikan semuanya lebih runyam.

Dongpyo menggeleng pelan sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku snellinya. Ia tidak mau berdiri di pihak siapapun. Yohan dan Minhee, keduanya adalah temannya dan ia tidak bisa memilih salah satu untuk dibela. Yohan pasti punya alasan untuk marah dan Minhee juga begitu, hanya saja keduanya sedang marah dan tidak ada yang benar-benar berpikir dengan kepala dingin.

Satu-satunya orang yang bisa menghentikan egoisitas Yohan dan Minhee kalau mereka mulai bertengkar adalah Junho. Tapi sialnya, saat pertengkaran itu terjadi dan berujung pada tidak saling tegur sapanya Yohan dan Minhee, Junho tidak ada. Junho bukan orang baik yang akan menasehati keduanya dengan lembut dan memberi banyak quotes mengharukan. Sebaliknya, Junho akan semakin memaki keduanya, menampar mereka dengan kemungkinan-kemungkinan buruk, dan belasan ribu kata-kata penuh sarkasme. Kecuali pada Eunsang, barulah Junho akan bersikap lembut.

Entahlah, Dongpyo bingung. Dulu teman-temannya tidak seperti ini. Dulu ruang koass rasanya adalah tempat beristirahat paling menyenangkan setelah hari yang panjang dan selalu diisi dengan canda tawa atau sekedar pertengkaran kecil. Rasanya ia merindukan ruang koass yang dulu. Saat Junho dan Wonjin ada di ruangan yang sama untuk saling mengejek, juga Yohan dengan Minhee yang paling depan dalam berkata sarkas saat mengomentari orang lain. Apapun bentuknya, ia rindu suasana ruang koass yang dulu, juga rindu pada teman-temannya yang sekarang terkurung dalam problem dan persepsi mereka sendiri.

COASS COOPERATE 3.0 [Sequel of CC 2.0]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang