"Sang, bisa bantuin gue nggak?"
Bukan hanya Eunsang, Junho yang kebetulan juga sedang menyalin sesuatu ke dalam kertas laporan menoleh ke arah Hyungjun yang baru saja kembali ke counter perawat yang juga menjadi sarang koass saat jaga malam di bangsal rawat inap anak khusus setelah entah apa yang dia lakukan di sebuah kamar rawat kelas 1 di bangsal itu.
Sementara Eunsang mendekati Hyungjun, Junho tidak ambil pusing dengan itu dan kembali menyalin apa yang sedang ia tulis untuk dilaporkan pada dokter-dokter spesialis dan subspesialis yang bertanggungjawab terhadap kelima pasien yang Junho pegang saat ini.
"Pasien anak laki-laki di kamar rawat kelas 1, pasca transplantasi sumsum tulang belakang, menunjukkam gejala GvHD. Nah, gue lupa tentang GvHD. Bisa jelasin ulang nggak, Sang?"
Junho melirik ke samping sebentar. Well, sayap C dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak memang bangsal yang terdiri dari 8 kamar yang menampung pasien hemato, nefro, dan kardio. Jadi Junho tidak terlalu heran dengan keluhan Hyungjun soal pasien pasca transplantasi sumsum tulang belakang, melihat daftar pasiennya sendiri.
1. Pasien bed 1 kamar kelas 2 - diagnosa trombositopenia
2. Pasien bed 2 kamar kelas 2 - diagnosa anemia aplastik
3. Pasien bed 1 kamar kelas 3 - diagnosa penyakit jantung kongenital
4. Pasien bed 2 kelas 3 - diagnosa anemia hemolitik
5. Pasien bed 3 kelas 3 - diagnosa anemia sel sabit
"Sang, ayo bantuin gue. Serius ini gue lupa materi kuliahan soal GvHD. Dokter Eunwoo masih di kamar rawat anak itu, mumpung dia belum balik ke sini, Sang."
Junho melirik sebentar, masih berpura-pura tuli dan sibuk menulis di kertasnya. Berpura-pura sangat teliti, padahal sebenarnya ia sedang memasang telinga untuk menguping.
"GvHD atau Graft versus Host Disease atau istilahnya itu penyakit cangkok lawan hospes itu termasuk penyakit yang sangat langka. Udah bukan langka lagi, Njun. Tapi masuk ranah sangat langka. GvHD ini kondisi yang bisa dialami oleh orang yang melakukan transplantasi sumsum tulang atau sel punca."
Hyungjun terdengar merengek kesal. "Sel punca itu apalagi, Sang?"
Junho menoleh dan menatap Hyungjun datar. "Sel induk. Sel yang belum berdiferensiasi dan punya potensi yang sangat tinggi untuk berkembang jadi banyak jenis yang berbeda di dalam tubuh."
Eunsang menoleh sebentar ke arah Junho, kemudian mengangguk dan kembali menatap Hyungjun. "Iya, jadi GvHD itu terjadi dan dialami sama orang yang melakukan transplantasi sumsum tulang atau sel punca. GvHD yang masih tergolong ringan, kondisinya bisa pulih dengan sendirinya. Tapi kalo GvHD yang diderita udah tergolong berat dan udah kerasa mengganggu, penanganan harus dilakukan segera karena bisa memicu munculnya gejala kayak peradangan di kulit, gangguan penglihatan, sampai sesak napas."
Hyungjun mengangguk dan dengan tergesa mencatat semua yang dikatakan Eunsang. "Etiologi dong, Sang. Please, etiologinya dong apaan?"
Eunsang mengerjap. "Njun nggak tau etiologinya GvHD apa?" tanyanya.
"Ya kalo gue tau ngapain juga gue ke sini, Sang? Kalo ketahuan dokter Eunwoo, bisa dipangkas nilai gue stase ini sama konsulen. Kan dia tangan kanannya konsulen, Sang."
Junho melirik sebentar, kemudian menutup bolpoinnya. "Gitu tuh kalo waktu kuliah kebiasaan gosip, jadi ilmunya masuk telinga kanan, keluar telinga kiri."
Hyungjun menoleh. "Nggak usah ikut-ikutan ya. Gue nanyanya sama Eunsang, bukan sama lo. Nggak ada benang merahnya sama lo."
Junho mencibir dan berdiri dari duduknya, kemudian berdiri di samping Eunsang yang masih berada di bagian dalam counter, sementara Hyungjun berdiri di luar counter.
KAMU SEDANG MEMBACA
COASS COOPERATE 3.0 [Sequel of CC 2.0]
FanfictionSequel dari Coass Cooperate 2.0 Silakan membaca Coass Cooperate 2.0 apabila merasa bingung dengan plot Coass Cooperate 3.0 Seputar kehidupan para koass selama masa Program Profesi Dokter, bersama segala balada hidup dan asmaranya bersama teman sepen...
![COASS COOPERATE 3.0 [Sequel of CC 2.0]](https://img.wattpad.com/cover/196331077-64-k943864.jpg)