Now Forever Afraid of Being Loved

12.4K 2.5K 664
                                        

Eunwoo uring-uringan parah kemarin semalam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Eunwoo uring-uringan parah kemarin semalam. Setelah makan malam, ia berusaha ke kamar Junho, tapi papanya sengaja mengurlur waktu dengan menayakan segala kegiatannya di rumah sakit, padahal biasanya papanya sama sekali tidak peduli dengan apa yang dilakukannya di rumah sakit. Ia tidak bisa langsung pergi meninggalkan meja makan karena mamanya akan bertanya dan Myungsoo pasti akan menatapnya tidak senang. Jadi ia hanya duduk di sana dan menjawab semua pertanyaan sok perhatian papanya sambil sesekali menoleh tangga menuju lantai 2, di mana kamar adiknya berada.

Dan ia baru bisa pergi ke kamar Junho sekitar sejam setelah makan malamnya habis. Tapi saat itu ia terkejut karena Junho tidak menjawab panggilannya dan pintu kamar adiknya itu terkunci. Ia mengetuk beberapa kali, tapi tidak kunjung mendapat respon dari adiknya. Sampai akhirnya ia memilih mendobrak pintu itu, membuat semua orang di rumah menatapnya kaget.

Tapi ia tidak kalah kaget saat melihat kamar itu kosong. Junho tidak ada di sana. Hanya ada pecahan gelas di dekat tempat tidur dan beberapa bagian pecahan gelas terdapat darah yang masih segar. Juga jendela kamar yang terbuka. Mungkinkah Junho pergi lewat jendela karena tak ingin seorang pun melihat keberadaannya? Dalam keadaan terluka? Di bagian mana? Dan sialnya lagi, Junho meninggalkan kunci mobilnya, yang artinya adiknya itu tidak pergi dengan membawa mobil.

Eunwoo memijat kepalanya perlahan. Ia sudah mencari Junho ke manapun, di dekat kompleks perumahannya sejak semalam, bahkan ia sudah pergi ke kampus Junho dan menyusuri apartemen Junho, tapi ia tidak kunjung menemukan sosok adiknya. Ia sudah kehilangan akal. Ia membentak papanya, membentak mamanya, dan bahkan ia mengucapkan kata-kata yang tidak sepantasnya seorang anak katakan pada orang tuanya. Dan ia terang-terangan berteriak pada Myungsoo di depan papanya tentang keadaan Junho yang sebenarnya. Tapi itu tidak merubah apapun. Tidak seorangpun tergerak membantunya mencari Junho.

Ke mana adiknya pergi? Kenapa tidak mengatakan apapun padanya?

Eunwoo membuka ponselnya, menghubungi nomor ponsel Seungwoo yang disimpannya sejak ia berkenalan dengan residen psikiatri itu. Karena ia merasa mungkin membutuhkan banyak pendampingan saat mempelajari mengenai kondisi psikis Junho, jadilah ia mencoba membuka jalur komunikasi dengan Seungwoo. Kenapa harus Seungwoo? Karena usianya dengan usia Seungwoo sebaya dan mereka sama-sama dokter residen, jadi ia tidak perlu begitu formal saat bicara pada Seungwoo, daripada berbicara dengan dokter konsultan.

"Oh, dokter Eunwoo? Sebentar ya saya panggilin Seungwoonya. Dia lagi nyuci sepatu. Sebentar ya, dok." Di ujung sana tidak terdengar suara Seungwoo, melainkan suara seorang lelaki lain yang terdengar lembut dan ringan daripada suara Seungwoo.

Eunwoo menggumam pelan sambil mendudukkan dirinya di pinggiran tempat tidur. Ia sesekali memijat pelan pangkal hidungnya yang terasa berdenyut nyeri. Ini jalan terakhir yang bisa dilakukannya untuk menemukan adiknya dan ia berharap Seungwoo tahu beberapa hal tentang Junho, atau paling tidak teman terdekat Junho yang bisa ia mintai bantuan. Ia sudah kehabisan akal harus mencari Junho ke mana.

COASS COOPERATE 3.0 [Sequel of CC 2.0]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang