This part will taste sweet because it contains galactose or it will taste salty because it contains cheese
"Nih, kak. Diminum dulu."
Seobin mengulurkan sebotol yogurt Cimory rasa mangga kepada Midam yang sedang duduk sambil menatapi jalanan ramai di depan convinience store, sementara ia memilih duduk di samping Midam dan terhalang oleh sebuah meja berbentuk bulat yang ada di antara dirinya dengan Midam. Ia duduk sambil membuka botol kopinya setelah meletakkan kantong plastik lain berisi sewadah besar permen mint dan beberapa hotpack yang dibelinya.
Ia meneguk kopinya beberapa kali, kemudian iseng melirik Midam yang terlihat kesulitan membuka tutup Cimorynya. Ia langsung meletakkan botol kopinya ke meja dan mengulurkan sebelah tangannya tanpa mau menoleh pada sosok manis di sampingnya. "Sini, aku bukain," katanya sambil menggerakkan ujung-ujung jemarinya.
Midam menoleh dan tanpa banyak bicara langsung menyerahkan Cimorynya pada Seobin. "Kaki kamu gimana? Nggak ada masalah kan?" tanyanya basa-basi.
"Udah nggak papa kok, nggak sakit dan nggak ada masalah." Seobin meletakkan Cimory milik Midam di meja setelah ia membuka tutup botolnya. Ia kembali meraih botol kopinya dan kembali meneguknya beberapa kali, menikmati rasa kafein yang bercampur dengan rasa manis susu dan gula, juga coklat yang bercampur menjadi satu sambil menatap jalanan yang semakin ramai walaupun malam semakin larut. Sesekali ia melirik ke arah Midam yang tampak menikmati Cimorynya perlahan, hanya sebentar, hingga kemudian ia kembali meneguk kopi dari botolnya.
Kalau dipikir-pikir, sebenarnya ia kesal dengan Midam, tapi tidak pernah berhasil mengabaikan Midam. Setiap kali ia melihat Midam, entah mengapa tiba-tiba saja ia merasa kesal, terlebih lagi setelah apa yang terjadi belakangan ini antara sosok manis itu dengan sosok asing bernama Cha Eunwoo. Tapi ia sama sekali tidak bisa mengabaikan Midam dan membiarkan cowok itu berdiri sendirian di parkiran rumah sakit saat mereka sudah tidak memiliki tugas lagi, dan malam semakin larut.
Ia menarik napas panjang dan mengembuskannya perlahan. Dalam sekali tegukan, ia menandaskan semua isi di dalam botol kopinya, namun ia tidak langsung menelannya. Ia masih mengecap rasa manis bercampur pahit yang tercecap di lidahnya, kemudian barulah ia menelan semuanya hingga tak bersisa. "Udah mulai pedekateankah sama Cha Eunwoo?" tanyanya lirih.
"Ya? Kamu nanya apa, Bin?" Midam menoleh, menatap Seobin dengan dahinya yang berkerut. Matanya mengerjap bingung saat mendengar Seobin seperti bicara padanya, tapi ia tidak terlalu memperhatikan apa yang baru saja dikatakan Seobin padanya.
Seobin kembali menarik napas panjang dan mengembuskannya perlahan. Ia memutar sedikit tubuhnya dan duduk menghadap Midam. Matanya menukik tajam menatap Midam yang terus menatapnya tidak mengerti. "Udah mulai pedekateankah sama Cha Eunwoo?" Ia mengulang.
"Maksud kamu?" Bukannya mengerti, Midam justru semakin bingung dengan pertanyaan random Seobin. Ia meletakkan botol Cimorynya di samping kantong plastik berisi permen dan hotpack milik Seobin, kemudian memutar tubuhnya menghadap Seobin dan membalas tatapan Seobin dengan tatapan bingung. Mungkin jika ini adalah kartun, akan ada tanda tany imajiner besar di atas kepala Midam yang membelah diri menjadi sangat banyak karena peranggai Seobin yang aneh.
KAMU SEDANG MEMBACA
COASS COOPERATE 3.0 [Sequel of CC 2.0]
FanfictionSequel dari Coass Cooperate 2.0 Silakan membaca Coass Cooperate 2.0 apabila merasa bingung dengan plot Coass Cooperate 3.0 Seputar kehidupan para koass selama masa Program Profesi Dokter, bersama segala balada hidup dan asmaranya bersama teman sepen...
![COASS COOPERATE 3.0 [Sequel of CC 2.0]](https://img.wattpad.com/cover/196331077-64-k943864.jpg)