Sejujurnya Seungwoo bukan tipe orang yang senang makan sore merangkap makan siang. Ia adalah orang yang lumayan kuat menahan lapar untuk beberapa waktu jika memang dibutuhkan. Sejujurnya ia lebih suka jika makan malam merangkap makan siang daripada makan sore, tapi konsulen-konsulennya mendesaknya untuk pergi ke kantin rumah sakit dan menyantap beberapa jenis makanan yang bisa mengisi perut kosongnya, padahal sekitar 3 jam lagi, ia bisa pulang ke apartemen dan menghemat uang daripada harus makan di luar seperti ini. Tapi memangnya ia berani melawan perintah konsulennya? Tentu saja tidak.
Jadi beberapa bungkus kecil roti dengan isian pisang coklat dan sekotak kopi kemasan rasanya cukup untuk menjawab pertanyaan konsulen tentang apa yang dimakannya di kantin. Setidaknya punya jawaban untuk dikatakan daripada berbohong. Punya jawaban kecil walaupun tidak sesuai itu lebih baik daripada berbohong baginya. Jadi 3 bungkus kecil roti dan sekotak kopi kemasan adalah penolong kecilnya.
"Dok, totalnya..."
Seungwoo tersenyum samar dan mengambil beberapa lembar uang sesuai dengan nominal yang harus dibayarkannya, yang kemudian diterima dengan senang hati oleh si penjaga kantin dan setelahnya ia mendapatkan beberapa kata tanda terima kasih.
Ia baru berniat keluar dari kantin dan berniat menyantap rotinya di taman rumah sakit atau di gazebo dekat Departemen Psikiatri kalau saja ia tidak melihat Cho Seungyoun masuk ke kantin dengan membawa sekotak bekal berwarna putih dan duduk di salah satu kursi di balik meja setelah mengambil sebotol air mineral dari kulkas kecil di sudut ruangan. Ia bisa melihat bagaimana dokter internship itu menarik kursi perlahan dan mendudukinya dengan gerakan tenang, kemudian meletakkan kotak makannya di meja dan membuka botol air mineralnya dalam sekali putar.
Dan ia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak memperhatikan seberapa menariknya Cho Seungyoun. Maksudnya, Seungyoun punya rambut hitam yang berkilau jika terkena aram temaram cahaya, mata kecil yang bisa memandang dingin dan hangat di saat yang nyaris bersamaan, dari garis wajah sempurna perpaduan apik dari maskulin dan feminin. Jenis-jenis wajah androgini yang membuat orang lain tidak berhenti memperhatikan walaupun mungkin baru saling mengenal. Tipe wajah yang mudah membuat orang lain tertarik. Jadi bagaimana Seungwoo bisa menahan diri untuk tidak memperhatikan seberapa menariknya Cho Seungyoun?
Terlampau tertarik, ia lantas membawa sepasang tungkai jenjangnya melangkah mendekati meja yang sama dengan Seungyoun. Ketika ia berdiri di hadapan lelaki itu, Cho Seungyoun sama sekali tidak menyadari keberadaannya karena sibuk membaca tulisan-tulisan kecil yang berderet di label belakang botol air mineral.
Ternyata selain wajahnya, tingkah lakunya juga unik. Menarik untuk diperhatikan, bukan begitu, Han Seungwoo?
Seungwoo berdeham sebentar sambil meletakkan roti-roti dan kotak kopinya ke meja, berusaha merebut atensi seorang Seungyoun. "Lagi makan sore merangkap makan siang?" tanyanya. Ia menarik satu kursi tepat di seberang Seungyoun dan duduk di sana dengan tenang.
Seungyoun menaikkan pandangannya dan buru-buru tersenyum kikuk. Ia lantas meletakkan botol minumnya, nyaris menjatuhkannya kalau saja tangannya dan tangan Seungwoo tidak bergerak bersamaan untuk menahan botol yang sama, hingga membuat tangannya dilingkupi tangan besar Seungwoo. Dan ia terlihat minder seketika. "Maaf, dok," lirihnya. Ia lantas menarik tangannya dari bawah tangan besar Seungwoo dan memilih meletakkan tangannya di pinggiran meja, membuat ketiga jari kanan dan kirinya mencengkram ringan pinggiran meja.
Seungwoo tertawa pelan dan menggeleng samar. Matanya memperhatikan bagaimana ketiga jari di setiap tangan Seungyoun mencengkram pelan pinggiran meja. Dan jari-jari kecil itu tampak seperti 2 kaki depan seekor kucing yang berusaha naik ke meja.
Merasa diperhatikan. Seungyoun lantas menurunkan jari-jarinya dan membiarkan tangannya menggantung di bawah meja. "Tadi dokter tanya apa? Maaf, saya lagi nggak fokus," tanyanya, berusaha mengalihkan fokus Seungwoo darinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
COASS COOPERATE 3.0 [Sequel of CC 2.0]
Fiksi PenggemarSequel dari Coass Cooperate 2.0 Silakan membaca Coass Cooperate 2.0 apabila merasa bingung dengan plot Coass Cooperate 3.0 Seputar kehidupan para koass selama masa Program Profesi Dokter, bersama segala balada hidup dan asmaranya bersama teman sepen...
![COASS COOPERATE 3.0 [Sequel of CC 2.0]](https://img.wattpad.com/cover/196331077-64-k943864.jpg)