Seungwoo tidak berhenti menumpukan pandangannya dari sosok Seungyoun sejak pertama kali mobil mereka berhenti halaman parkir gedung apartemen Seungyoun malam ini. Banyak sekali yang sudah terjadi di antara mereka hari ini dan ia tidak habis pikir mengapa Seungyoun terus mendiamkannya sejak pagi tadi, tepatnya sejak kejadian basement itu. Setiap kali mereka berpapasan di rumah sakit. Cho Seungyoun akan dengan sangat sengaja menghindari tatapannya seakan mereka tidak pernah berpapasan.
Sampai saat ini, Seungyoun lebih memilih memandang keluar mobil sambil sesekali mengalihkan pandangannya ke arah yang lain. Tapi bukan berarti Cho Seungyoun mau membalas tatapannya, meski ia menatap Seungyoun tiap detik begitu mobil yang dikemudikannya berhenti. Bahkan sejak dalam perjalanan, ia beberapa kali mencuri pandang ke arah Seungyoun yang memilih diam tidak bergerak seperti patung.
Apa ini karena cincin yang sampai pagi tadi masih melingkar di jarinya? Bukankah ia sudah melepaskannya?
Seungwoo mengalihkan pandangannya ke arah jari-jarinya yang masih setia mencengkram kuat kemudi mobilnya. Tidak ada cincin apapun yang melingkar di sana. Bahkan cincin tunangannya dengan Byungchan pun tidak ada. Lalu kenapa Cho Seungyoun masih mendiamkannya seperti beberapa menit setelah kejadian basement tadi pagi?
Seungwoo menghela napas sambil menggeleng pelan. Cho Seungyoun terasa semakin seperti mozaik yang tidak mudah untuk dipahami.
"Saya turun dulu, dok. Terima kasih tumpangannya. Maaf merepotkan." Seungyoun akhirnya membuka suara sembari berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman safety belt.
Seungwoo lantas menoleh ke samping dan mencengkal salah satu pergelangan tangan Seungyoun yang paling dekat dengannya, yang seketika langsung menggagalkan niat Seungyoun melepaskan safety belt. "Youn, kenapa dari tadi kamu diam aja?" tanyanya cepat.
Setelah sekian lama menghindari tatapan Seungwoo, akhirnya Seungyoun mengangkat pandangannya dan menumpukannya pada Seungwoo sepenuhnya. "Menurut dokter kenapa? Kenapa saya diam dari tadi?" Ia balas bertanya.
"Gimana saya tau kalo kamu nggak bilang, Youn?" Seungwoo mengusak rambutnya frutasi. Ia merasakan ponsel di dalam saku celananya beberapa kali bergetar, ada panggilan masuk. Tapi ia tidak peduli. Alasan Seungyoun mendiamkannya kali ini lebih penting.
Seungyoun memandang Seungwoo sama tidak mengertinya dengan bagaimana Seungwoo memandang Seungyoun. Hanya saja arti pandangan yang saling mereka lemparkan benar-benar berbeda. "Sebenarnya semua inti masalah kenapa saya diam ada sama dokter, jadi kenapa dokter harus tanya kenapa saya diam?"
Lagi-lagi Seungyoun kembali memberikan jawaban tidak jelas yang berupa pertanyaan Seungwoo sendiri tidak bisa menjawabnya.
Seungwoo menarik napas panjang dan mengembuskannya perlahan. Ia meraba saku celananya dan mengambil sesuatu dari dalam sana. Sebuah cincin yang dilepaskannya pagi tadi. "Perkara cincin ini? Kamu marah soal cincin ini?" tanyanya menodong.
"Hak saya untuk marah karena cincin itu di mana?" Seungyoun kembali membalas pertanyaan Seungwoo dengan pertanyaan lain yang semakin membuat Seungwoo menatap Seungyoun penuh frutasi.
Seungwoo menarik satu tangan Seungyoun dan meletakkan cincinnya ke dalam genggaman tangan Seungyoun. "Simpan cincin itu kalau itu cukup bikin kamu percaya... hubungan kami selesai, Youn. Nggak ada ikatan apapun di antara kami seperti sebelum-sebelumnya."
Seungyoun tertegun. Ia menatap cincin dalam genggamannya dan Seungwoo yang duduk di sebelahnya bergantian. Kali ini ia tidak lagi membalas perkataan Seungwoo dengan pertanyaan membingungkan.
"Simpan cincinnya sampai kamu percaya kalau kami selesai, Youn. Nggak ada cincin itu, artinya nggak ada ikatan apapun di antara kami. Jadi berhenti diam dan bikin saya kebingungan begini, Youn." Seungwoo kembali menegaskan. Ia menggenggam lembut tangan Seungyoun yang menggenggam cincinnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
COASS COOPERATE 3.0 [Sequel of CC 2.0]
Fiksi PenggemarSequel dari Coass Cooperate 2.0 Silakan membaca Coass Cooperate 2.0 apabila merasa bingung dengan plot Coass Cooperate 3.0 Seputar kehidupan para koass selama masa Program Profesi Dokter, bersama segala balada hidup dan asmaranya bersama teman sepen...
![COASS COOPERATE 3.0 [Sequel of CC 2.0]](https://img.wattpad.com/cover/196331077-64-k943864.jpg)