[19]

4.6K 667 20
                                        

Chan-Hee tuh ga pernah salah untuk nebak kelakuan Sang-Yeon. Bener aja, kakaknya itu ngambek. Dari nganter seminar sampai balik ke gedung agensi Chan-Hee dicuekin.

Tetep sih kebutuhan Chan-Hee disiapin. Makan tetep dibeliin, jadwal diatur, tetep ditemenin juga ke sana-sini. Tapi selain tentang pekerjaan, Sang-Yeon ga mau ngobrol sama Chan-Hee.

Dari yang tadinya ngerengek manja sampai bosen, akhirnya Chan-Hee diem aja. Terserah kalau Sang-Yeon ga mau ngomong sama dia.

Kayak sekarang, Sang-Yeon masih rapat sementara Chan-Hee leha-leha di ruangannya. Ruangan ayahnya Sang-Yeon lebih tepatnya, tapi ayahnya jarang dateng. Ini aja rapat yang mimpin Sang-Yeon.

Kerjaannya dari tadi cuma mainan ponsel, interaksi sama penggemar. Live ige, udah ga ngapa-ngapain lagi.

Sebenernya Chan-Hee bisa aja pulang sendiri, bisa naik taksi atau sebenernya teleportasi ke apartemen langsung juga bisa.

Tapi dia takutnya kalau ninggalin Sang-Yeon nanti si kakak lebih marah lagi.

Jangan-jangan nanti Sang-Yeon minta ganti, ga mau jadi manajernya Chan-Hee lagi.

Chan-Hee denger suara orang-orang mendekat ke ruangan ini, salah satunya ada suara Sang-Yeon.

Buru-buru dia benerin posisinya yang tadi rebahan di sofa jadi duduk sopan. Dia emang ga ngacak-acak ruangan ini, sih, cuma rebahan aja.

Bener kan, Sang-Yeon masuk diikuti beberapa orang dengan pakaian formal kayak Sang-Yeon.

Udah pada agak tua, mungkin umurnya empat puluhan.

Maap nih, Chan-Hee ribuan tahun umurnya. Hehe. Hehe. Suka ga nyadar diri dia.

"O, is this New?"

Ternyata koleganya bule tiga orang.

Chan-Hee cuma senyum dan ngode untuk izin keluar ruangan sama Sang-Yeon. Kayaknya mereka mau ngobrolin hal penting.

Udah keluar ruangan, Chan-Hee mutusin untuk pergi ke lantai tempat ruangan latihan berjejer, siapa tau ketemu salah satu kakaknya.

Begitu keluar dari lift, Chan-Hee jalan santai di sepanjang lorong, ngintip ke jendela yang ada di pintu.

Chan-Hee ngeliat salah satu ruangan yang isinya perempuan semua.

"Ini kali ya yang bakal debut nanti," gumamnya.

Jujur, cantik-cantik banget. Dance mereka juga bagus.

"Bermuda bakalan punya adek ih seru."

Bermuda saat ini masih jadi grup paling muda di Wings. Sekarang udah mau punya adek aja.

"Chan-Hee?"

Chan-Hee noleh, liat Young-Hoon yang lagi jalan bareng Chang-Min. Mereka berdua sama-sama bawa tas cukup besar, kayak abis dari suatu tempat.

"Kakak? Dari mana?" tanyanya waktu mereka berdua udah tepat di depannya. "Oh, hai Chang-Min!"

"Hai," Chang-Min senyum ke Chan-Hee.

Dia tau kalau Young-Hoon hapus ingatannya Chang-Min makanya ga ngomong apa-apa.

"Ada jadwal tadi," jawab Young-Hoon.

"Kak Jae sama Ju-Yeon ga ikut?"

"Engga, jadwalnya Kak Young-Hoon aja sendiri." ini Chang-Min yang jawab.

Chan-Hee natap belakang Young-Hoon, gadis-gadis dari ruangan tadi pada keluar, kayaknya lagi istirahat buat makan malam.

Young-Hoon sama Chang-Min ikutan noleh, liat apa yang Chan-Hee liat.

Thrilling Love (Book I) || The BoyzCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang