[32]

4.2K 629 4
                                        

Ga akan pernah ada kata selamat kalau udah diomelin sama Chan-Hee. Bakalan panjang banget sampai kuping pengang. Yang dengerin udah capek tapi dianya masih asik ngomel.

Ga kebayang gimana rasanya jadi Sang-Yeon.

"Ga boleh gitu lagi lo. Ga sayang emang sama diri sendiri? Ga sayang sama penggemar lo? Lo tuh idol, Ju, jangan bego deh. Agensi nanti pusing klarifikasi luka-luka lo. Untung bisa langsung disembuhin."

Ya, kurang lebih kayak gitu omelannya dari tadi. Sang-Yeon cuma duduk di sofa, liatin Chan-Hee ngurusin Ju-Yeon dari mulai bersihin luka sampai ganti baju dan makan siang.

Hyun-Jae masih belum sadar, ga tau kenapa lama banget sadarnya.

Karena Hyun-Jae belum sadar makanya luka Ju-Yeon belum sepenuhnya bisa disembuhin.

"Kak Jae masih ga sadar," gumam Chan-Hee.

Pandangannya meredup. Dia agak nunduk, liatin aja tangan Ju-Yeon yang masih dibalut perban.

"Dia sembuhin lo semaleman, tapi karena dia ga fokus, mungkin stres juga, jadi energinya ga sampe ke lo secara maksimal.

"Gue ga tau kalian ada masalah apa tapi plis jangan bikin Kak Jae sedih.

"Lo tau kan trauma dia apa? Dia ga mau lagi liat partner-nya mati karena kesalahannya."

Chan-Hee dari tadi iseng sembuhin luka Ju-Yeon, tapi ga bisa. Emang harus Hyun-Jae atau Young-Hoon. Lebih bagus ya Hyun-Jae.

Pintu kamar ini diketuk, terus Kevin masuk sembari bawain satu gelas kecil berwarna merah pekat, hampir hitam.

Itu darah vampir.

"Ini, gue disuruh Kak Young-Hoon bawain darahnya Kak Hyun-Jae."

Chan-Hee ngerutin kening. Ju-Yeon sama bingungnya. "Emang Kak Jae kenapa, Vin?"

"Masih belum sadar. Katanya demam gitu dingin banget badannya. Auranya menusuk, gue aja ga nyaman tadi masuk kamar itu."

Chan-Hee nerima gelas itu. Dia ngeliatin Ju-Yeon yang lagi liatin gelas dalam genggamannya.

"Nih minum. Terus istirahat," perintahnya.

Ju-Yeon masih diem, bikin Chan-Hee gemes terus pelan-pelan bantuin Ju-Yeon minum darahnya.

Bagi partner, darah vampirnya ga akan terasa aneh. Tergantung orangnya memproyeksikan rasa darah itu, bisa jadi manis, atau rasa lainnya.

Sama kayak vampir yang minum darah partner-nya, pasti interpretasi rasanya beda.

Perlahan, luka di kaki dan tangan Ju-Yeon menutup. Darah di perbannya mulai mengering lalu hilang.

Chan-Hee nyuruh Ju-Yeon rebahan, selimutin dia sampai batas leher.

"Ju, inget kata-kata gue, ya? Jangan bikin Kak Jae sakit lagi. Vampir sama kayak manusia, kalau kesakitan tuh ga enak. Sakit banget."

"Dia ... lagi sama Kak Young-Hoon, ya?"

Chan-Hee sama Kevin natap Ju-Yeon agak lama.

Dilihat dari wajahnya yang sedih itu ....

Ga bisa sepenuhnya salahin Ju-Yeon juga, sih.

"Ju-Yeon, kan udah gue bilang jangan cemburu?"

Chan-Hee ngusap rambut Ju-Yeon. Jiwa keibuannya kadang bisa keluar kayak gini. Dia tau banget gimana perasaan Ju-Yeon.

"Kak Young-Hoon Tuannya Kak Jae, mereka ga bisa dipisahin. Sama kayak gue ke Kak Young-Hoon. Kita berdua ga pernah milih mau diubah sama siapa, Ju. Sama kayak kelahiran manusia yang ga bisa milih dari rahim mana mereka berasal.

"Kalau Kak Jae atau gue sakit otomatis Kak Young-Hoon yang sembuhin, yang ngurusin. Jadi lo ga boleh cemburu.

"Kalo ga mau liat Kak Jae deket atau berdua sama Kak Young-Hoon, lo jangan bandel lagi. Sayangin Kak Jae, bahagiain dia. Jangan sampe dia sakit lagi.

"Kami semua vampir di sini selalu berusaha bahagiain kalian para partner. Jadi gue harap kita bisa bikin simbiosis mutualisme yang bagus ya, Ju."

Bukan cuma Ju-Yeon, ternyata omongan Chan-Hee membekas di kepala Kevin dan Sang-Yeon.

Sang-Yeon masih sering cemburuan ke Young-Hoon, Kevin juga kadang ga suka liat Hyun-Joon manja ke Hak-Nyeon.

Tapi emang udah hukumnya seperti itu, vampir newborn pasti dekat dengan Tuannya. Ga bisa diganggu gugat.

Lagi hening begini, Chan-Hee bisa denger suara dari luar.

Teriakan Chang-Min ... bentakan Young-Hoon ... omongan Hyun-Jae dan Hak-Nyeon ....

Pintu kebuka, dan Hyun-Jae masuk disusul Hak-Nyeon yang ngejar dia.

"Kak Jae, jangan diambil hati omongan Kak Young-Hoon, ya?? Dia emang begitu."

Hyun-Jae tetep jalan masuk, samperin Ju-Yeon dan duduk di sampingnya yang masih tiduran.

"Boleh tinggalin kamar ini semuanya? Gue mau berdua aja sama Ju-Yeon," katanya.

Chan-Hee ngeliatin Hyun-Jae dan Hak-Nyeon bergantian.

Hak-Nyeon berdiri di samping Kevin, ngeliatin Hyun-Jae.

"Kak Jae ga apa-apa?" tanya Chan-Hee.

Hyun-Jae senyum kecil. "Hm? Ga apa-apa."

"Kak Young-Hoon ngomong apa ke Kakak?"

Hyun-Jae geleng kepala. "Engga ngomong apa-apa. Udah sana pada keluar, gue mau di sini sama Ju-Yeon."

Karena dirasa percuma ngomong sama Hyun-Jae, jadi Chan-Hee lebih milih keluar kamar. Dia ngajak Sang-Yeon keluar. Dia bakalan nanya langsung ke Young-Hoon.

Kevin juga ngajak Hak-Nyeon keluar, tapi Hak-Nyeon diem dulu sebentar.

"Kak Jae ... lo berhak hidup sesuai mau lo, kok. Jangan dengerin dia, ya? Dia sinting."

Hak-Nyeon ngusap pundak Hyun-Jae terus jalan ngikutin Kevin.

Sekarang cuma ada Hyun-Jae dan Ju-Yeon di sini.

Hyun-Jae masih duduk, sekarang dia senyum dan natap Ju-Yeon. "Ju-Yeon mendingan sakitnya?"

Ju-Yeon ga langsung jawab. Dia cuma ngeliatin Hyun-Jae.

Jadinya Hyun-Jae ketawa. "Hahaha ... ganteng banget ya aku sampe kamu ngeliatinnya kayak gitu."

Kok Hyun-Jae ngomongnya jadi beda ....

"Sini tangannya, aku sembuhin biar kamu lebih fit."

Tangan Ju-Yeon digenggam sama Hyun-Jae. Hyun-Jae cuma diem, ngeliatin tangan mereka yang bertautan sembari masih fokus sembuhin Ju-Yeon.

Ju-Yeon merasa lebih baik. Tapi dia masih heran dengan perubahan Hyun-Jae.

Kakaknya ini kenapa? Young-Hoon ngomong apa aja ke dia tadi?

Ada mungkin lima belas menit mereka diem-dieman kayak gini.

"Dah mendingan, kan? Udah seger lagi?" tanya Hyun-Jae.

Begitu Ju-Yeon ngangguk, Hyun-Jae senyum. "Syukur deh."

Sekarang Hyun-Jae ikut tiduran di samping Ju-Yeon. Dia masuk ke selimut dan langsung meluk Ju-Yeon.

Hyun-Jae ... ga pernah meluk Ju-Yeon duluan.

"Sekarang tidur, nanti bangun pas makan malem, ya?"

Ju-Yeon mau nanya banyak ke Hyun-Jae, tapi ga bisa.

Dia suka liat Hyun-Jae yang perhatian begini ... tapi kayak bukan Hyun-Jae yang dia kenal.

Hyun-Jae sembunyiin wajahnya di leher Ju-Yeon, langsung tidur dan ga mau mikirin apa-apa lagi.

Hyun-Jae cuma lelah.

Thrilling Love (Book I) || The BoyzCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang