"Good night, Sweetheart."
Suasana jadi hening setelahnya. Chang-Min kembali buka matanya. Young-Hoon emang tadi nemenin dia tidur, tapi sebenernya Chang-Min belum ngantuk makanya dia cuma pura-pura tidur aja supaya Young-Hoon ga kelamaan nemenin dia.
Chang-Min bangun, duduk di atas kasurnya terus diam agak lama. Ngelamun aja dia ga tau mikirin apa.
"Ngapain, ya," gumamnya. Dia beneran belum ngantuk dan bingung harus ngapain.
Akhirnya Chang-Min turun dari tempat tidur. Dia jalan ke arah lemari pakaian. Selain berisikan baju-baju dia dan Young-Hoon, di laci-laci bawahnya khusus digunakan sebagai tempat nyimpan buku.
Beda sama Eric yang punya rak buku khusus, Chang-Min ga terlalu hobi koleksi novel. Sesekali aja beli dan disimpan di sini.
Chang-Min jongkok dan milih novel mana yang mau dia baca.
Selama fokus ke situ, Chang-Min ga sadar kalau ada orang lain di kamar ini.
"Hm? Wangi apa ini," gumam Chang-Min.
Dia noleh ke belakang. Kamarnya agak gelap jadi Chang-Min ga ngeh siapa orang yang lagi berdiri di samping tempat tidurnya.
"Siapa?" tanya Chang-Min.
Lampu kamar tiba-tiba nyala, dan Chang-Min langsung bisa lihat siapa orang itu.
"Kak Hoshi? Kok bisa di sini."
Hoshi ngerutin kening liat Chang-Min ternyata ada di depan lemari. Dia kira tidur soalnya ga jelas juga tadi.
"Hai," sapa Hoshi, senyum ke dia.
Chang-Min bisa lihat setangkai lili putih ada di atas nakasnya.
"Jadi Kakak yang suka naruh bunga lili di sini?"
Chang-Min jalan ke arah Hoshi, bahkan dia lupa tadi ke lemari niatnya ngambil novel.
Hoshi ngangguk. "Iya. Btw kok belum tidur?"
Chang-Min duduk di pinggir kasurnya, tepat di hadapan Hoshi. "Belum ngantuk."
Tangan Hoshi bergerak untuk ngusap rambut Chang-Min. "Rebahan aja, hitung domba."
Denger hal itu bikin Chang-Min ketawa. "Kakak percaya ngitung domba bisa bikin ngantuk?" tanya Chang-Min.
Hoshi ikutan ketawa. "Ga tau deh ya, kan Kakak ga bisa tidur jadi mau ngitung sampai berapa pun ya ga akan bisa."
"Hehe, iya juga."
Chang-Min ngambil tangkai lili itu. Dia cium bunganya. Bukannya bunga lili ga semerbak kayak mawar, ya? Tapi kenapa begitu dicium harum banget.
"Dulu kamu paling suka bunga itu."
Entah sadar atau engga, Hoshi malah ceritain hal itu.
Chang-Min natap bunga dalam genggamannya. Dia senyum. "Kayaknya aku inget sedikit tentang bunga ini."
Hoshi natap Chang-Min. Ga banyak yang berubah dari dia selain rambutnya yang pendek. Jadi laki-laki atau perempuan, Chang-Min selalu manis dan imut.
Chang-Min naruh bunganya lagi di atas nakas. Dia senyum ke Hoshi.
"Sini Kak duduk, capek berdiri," katanya sambil nepuk tempat di sampingnya.
Awalnya Hoshi ga respons, tapi dia justru ketawa. Chang-Min kenapa lucu banget.
Sekarang Hoshi duduk di samping Chang-Min. Mereka ngeliat bulan yang bersinar terang dari jendela.
"Lagi bulan baru Kakak malah keluyuran gini. Ga sama partner-nya?" tanya Chang-Min.
KAMU SEDANG MEMBACA
Thrilling Love (Book I) || The Boyz
FanfictionThe vampires finally found their partners, but will everything always be fine? The Boyz with other idols. bxb June 26 2019 - June 14 2020
