[114]

3.4K 510 182
                                        

Hyun-Joon dan Kevin baru bisa turun ke dapur setelah lebih dulu bantuin Eric ngurusin Jacob. Di kepalanya si Hyun-Joon udah kepikiran aja nasib makanannya yang masih setengah matang itu.

"Hwall, Kevin, ayo sini makan."

Tapi pikiran itu sirna ketika ia lihat Chang-Min yang duduk di sana dengan segala masakan yang udah selesai. Di sampingnya, ada Je-No yang lagi nyendok makanannya sementara Chang-Min cuma liatin dia makan.

Kevin dan Hyun-Joon duduk di seberang mereka berdua. Hyun-Joon mulai ngurusin piringnya Kevin sementara si kakak ini ikutan diem liatin Chang-Min dan Je-No gantian.

Chang-Min keliatan banget sayang sama Je-No walaupun mereka berdua ga senempel Bo-Min ke Hyun-Jae. Je-No lebih pendiam, tapi refleksnya cepet kalau udah berkaitan dengan Chang-Min. Kayak kemarin waktu Chang-Min ga enak badan tuh Je-No langsung tau.

Je-No senyum aja tiap Chang-Min nyumpitin lauk kalau yang di piring Je-No udah habis. Chang-Min telaten ngurus anaknya. Apa semua yang punya lost child akan begitu, ya?

"Vin? Kevin? Malah diem, itu udah diambilin sama Hwall," kata Chang-Min terus ketawa.

Hyun-Joon yang ternyata udah pergi ke depan kulkas pun ikutan ketawa. "Kak Kevin kepo liat Je-No, Kak," katanya.

"Oh ya?" tanya Chang-Min. Dia ngusap kepala Je-No. "Ini anak gue Vin, hehe."

"Iya, lucu," jawab Kevin. Baru juga mau nyuap, Kevin langsung sadar sesuatu. "Sayang, kan udah Kakak bilang jangan pernah lagi baca pikiran!! Bandel banget sih kamu."

Yah, ketauan, batin Hyun-Joon.

Si anak kucing balik ke kursinya dengan sekarton jus apel, nuang isinya ke gelas dengan tampang polos.

Kevin gemes, jadi langsung cubit kedua pipinya sampai Hyun-Joon teriak.

"Kaaak sakit!!"

"Lagian bandel."

"Kan cuma sebentar!!"

"Nanti pingsan lagi serumah panik, tau!"

Duh Kevin kalau udah marah serem emang. Tapi ya gimana ga tega juga marahin Hyun-Joon.

Siapa pula yang tega marahin Hyun-Joon?

Oh, ada. Hak-Nyeon, apalagi Young-Hoon. Hehe. Padahal Chan-Yeol kadang ga tega kalau mau marahin Hyun-Joon. Dua kakaknya itu emang bar-bar.

Chang-Min cuma geleng kepala liat dua orang di hadapannya. Pandangannya beralih ke Je-No. Chang-Min senyum manis ke anaknya ini. Ga ngerti sih kenapa Je-No ini termasuk anteng.

Tadi pagi Chang-Min sadar duluan, tapi Je-No masih tidur. Pelukannya erat banget jadi Chang-Min ga tega mau bangunin. Kalau dibandingin sama Bo-Min beneran deh, Je-No versi antengnya. Diam aja, tapi tetep ga mau jauh dari Chang-Min.

Apa sifatnya nurun dari ayahnya, ya? Soalnya Chang-Min orangnya banyak omong.

"Bunda?"

Chang-Min kayaknya tadi ngelamun. "Iya?"

"Makannya udah," lapor Je-No.

Senyumannya lucu Chang-Min jadi gemes sendiri.

"Oh udah? Ya udah, Je-No mau buah? Mau apa?"

"Apa aja."

"Bentar, ya."

Chang-Min jalan ke kulkas, ngambil beberapa apel dan balik lagi ke kursinya. Dia kupasin apel itu, sementara Je-No diam aja nungguin sembari merhatiin bundanya.

"Kak, ngapain sih ngelamun?" tanya Hyun-Joon.

Kevin noleh ke samping. "Beneran loh, Kakak aneh liat Chang-Min dipanggil bunda kayak Kak Jae."

Thrilling Love (Book I) || The BoyzCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang