[112]

3.4K 513 152
                                        

Hyun-Jae masih tiduran di atas paha Ju-Yeon sembari ndusel dengan nyaman di perutnya. Semenjak selesai mandi tadi Ju-Yeon udah fokus baca buku. Novelnya Sun-Woo lebih tepatnya. Sun-Woo sama Hak-Nyeon sih tadi sore udah balik ke dorm, tapi Ju-Yeon minjem salah satu novel yang dibawa Sun-Woo.

"Ju, belum ngantuk?" tanya Hyun-Jae. Suaranya teredam perut Ju-Yeon tapi masih bisa didengar.

Agak lama Ju-Yeon jawabnya. Terdengar suara balikan halaman lebih dulu baru dia jawab. "Belum, Kak."

"Besok siang ada jadwal loh," kata Hyun-Jae lagi.

Pelukan Hyun-Jae makin erat. Hyun-Jae sebenernya ngantuk karena dia capek belakangan ini latihan terus. Tapi entah kenapa dia ga mau ninggalin Ju-Yeon yang masih belum tidur.

Ju-Yeon agak beda soalnya.

Apa marah, ya? Tapi marah kenapa?

Ju-Yeon kan kalau marah pasti ngambek teriak-teriak. Kalau diam begini malah Hyun-Jae bingung.

"Ju-Yeon."

Ga ada sahutan sama sekali, hanya ada suara kertas halaman yang dibalik.

"Ju-Yeon ...."

"Hm."

"Ju-Yeon!!" pekik Hyun-Jae gemes lalu cubit kecil perut Ju-Yeon.

Jadi kebalik Hyun-Jae yang manja gini tumbenan.

"Iya, Kak."

"Ayo tidur ...."

"Duluan aja, Kak."

"Ga mau ...."

Hyun-Jae ngelepas pelukannya, sekarang dia natap Ju-Yeon dari balik novel itu. Hyun-Jae narik novelnya lalu asal lempar ke samping, kayaknya jatuh ke lantai.

"Kak—"

"Ju-Yeon maaf ...," gumam Hyun-Jae pelan.

Semua orang di bumi ini juga kayaknya tau kalau Ju-Yeon ga akan pernah bisa mengabaikan Hyun-Jae.

Ju-Yeon ngusap kepala Hyun-Jae dengan sayang. Hyun-Jae pejamin matanya, nikmatin sentuhan Ju-Yeon yang sekarang beralih nelusurin wajahnya.

"Kakak masih suka Kak Young-Hoon?" tanya Ju-Yeon tiba-tiba.

Hyun-Jae buka matanya, langsung bertatapan dengan Ju-Yeon. Tangannya megang tangan Ju-Yeon yang tadi di wajahnya.

"Ga tau, Ju. Aku ... udah ga kepikiran hal kayak gitu lagi."

Bener, Hyun-Jae udah ga kepikiran tentang hatinya lagi. Apa dia masih suka Young-Hoon, atau udah mulai buka hatinya untuk Ju-Yeon, atau justru mulai diisi Min-Gyu?

Hyun-Jae ga tau.

"Aku cuma kepikiran saudara yang lain. Kepikiran Jacob yang sakit, Kevin yang masih harus diawasin, Sun-Woo yang ternyata lost child, kepikiran Bo-Min ....

"Aku rasanya ga punya waktu untuk hatiku sendiri."

Hyun-Jae tanpa sadar gigitin kecil ibu jadi Ju-Yeon, entah kenapa. Tapi keliatan lucu.

"Sekarang aku juga fokus latihan, supaya kuat dan bisa lindungin partner-ku kayak saudara yang lain lindungin partner mereka. Aku beruntung karena ga ada yang mengancam keselamatan kamu dan kalaupun nanti itu terjadi, aku udah siap.

"Aku sering bilang kan kalau aku ga mau kehilangan partner lagi karena kebodohanku sendiri?"

Ju-Yeon terdiam. Tau kalau dia ada di puncak prioritas Hyun-Jae bikin dirinya tenang. Tapi tetep aja, Ju-Yeon masih dianggap adik oleh Hyun-Jae.

Thrilling Love (Book I) || The BoyzCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang