[59]

4.1K 566 81
                                        

"Bunda ... hiks Bunda ...."

"Bunda ...."

"Bunda jangan tinggalin Sonu ... hiks Bunda ...."

"Bunda ...."

Dari tidur siang tadi sampai hampir jam makan malam Sun-Woo belum juga bangun. Hak-Nyeon bolak-balik cek kondisi Hyun-Joon dan Sun-Woo dari tadi.

Kevin bangun beberapa jam lalu, pindah ke kamar Hyun-Joon. Kayaknya mereka cerita-cerita aja berdua. Hak-Nyeon bisa denger suara nangisnya Hyun-Joon dari tadi.

Justru Hyun-Joon yang nangis. Kevin ga kenapa-napa. Well, mungkin dia sendiri pun takut tapi kalau Kevin ikutan nangis nanti yang nguatin Hyun-Joon siapa?

"Sun-Woo bangun, yuk. Katanya mau gue masakkin di sini. Ayo bangun."

Hak-Nyeon kasihan liat Sun-Woo manggilin bundanya terus. Tidurnya gelisah, badannya demam juga walaupun ga tinggi. Hak-Nyeon masih belum tau penyebab sakitnya Sun-Woo ini.

Padahal dia sendiri udah pulih, harusnya partner-nya pun ga merasa sakit lagi. Tapi lagi pembersihan kemarin pun Sun-Woo ga sakit kok, cuma ngelamun aja.

Kenapa sakitnya baru sekarang.

"Bunda ...."

"Sun-Woo, hei, bangun yuk. Ini gue."

Hak-Nyeon ngusap kepala Sun-Woo, ngebelakangin rambutnya sampai keningnya terekspos. "Masih anget ini gimana?"

Tangan Hak-Nyeon nelusup ke belakang kepala Sun-Woo, coba cari pusat rasa sakitnya.

"Demam normal, kok, apa emang sakit beneran, ya? Demam berdarah atau apa?" gumam Hak-Nyeon.

Dia agak lega ternyata sakitnya Sun-Woo bukan karena hal-hal gaib.

Hak-Nyeon cium kening Sun-Woo agak lama. "Cepet sembuh, Sayang ...," gumamnya lagi.

Begitu dia menjauh dari Sun-Woo, ternyata adeknya itu udah bangun. Mata bulatnya ngeliatin Hak-Nyeon agak lama, kedip-kedip lucu beberapa kali.

"Kak ... tadi aku mimpi buruk ...."

Sun-Woo geser untuk ngasih Hak-Nyeon space di sampingnya. Sun-Woo nyuruh si kakak tiduran juga di sampingnya. Begitu Hak-Nyeon rebahan, Sun-Woo langsung meluk dia erat.

Hak-Nyeon ketawa sembari ngusap kepala Sun-Woo. "Cuma mimpi, jangan dibawa ke dunia nyata," katanya.

Lagi, Hak-Nyeon lihat mata Sun-Woo berkilau sekilas. Makin lama makin sering kejadian kayak gini.

Hak-Nyeon masih rahasiain semua ini dari siapa pun. Dari saudara yang lain bahkan ayahnya.

"Kak ..., jangan tinggalin aku, ya?"

Not my promise, Sun-Woo ....

"Iya, Sonu. Bawel deh. Udah yuk turun, Kakak mau masak buat dinner. Kak Chang-Min digempur Kak Young-Hoon jadi ga bisa masakkin lagi."

Tapi waktu Hak-Nyeon mau bangun, pelukan Sun-Woo ga mau lepas.

"Sonu, ayo lo juga bangun—"

Kali ini bukan cuma sekelebat aja, tapi warna mata Sun-Woo bener-bener berubah dari cokelat gelap jadi biru.

Biru yang gelap, hampir hitam.

Baru kali ini Hak-Nyeon lihat yang kayak gitu. Makin kuatlah dugaan Hak-Nyeon yang dia bentuk dari kumpulan data dari buku-buku dan jurnal vampir.

"Sun-Woo? Hei?"

Gawat, Sun-Woo udah ga bisa diajak ngomong.

Awalnya Hak-Nyeon diem, ngikutin semua maunya Sun-Woo seperti biasa. Ketika Sun-Woo mulai cium dia, mendominasinya penuh gairah, Hak-Nyeon masih nurutin Sun-Woo.

Thrilling Love (Book I) || The BoyzCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang