"Bunda ... hiks Bunda ...."
"Bunda ...."
"Bunda jangan tinggalin Sonu ... hiks Bunda ...."
"Bunda ...."
Dari tidur siang tadi sampai hampir jam makan malam Sun-Woo belum juga bangun. Hak-Nyeon bolak-balik cek kondisi Hyun-Joon dan Sun-Woo dari tadi.
Kevin bangun beberapa jam lalu, pindah ke kamar Hyun-Joon. Kayaknya mereka cerita-cerita aja berdua. Hak-Nyeon bisa denger suara nangisnya Hyun-Joon dari tadi.
Justru Hyun-Joon yang nangis. Kevin ga kenapa-napa. Well, mungkin dia sendiri pun takut tapi kalau Kevin ikutan nangis nanti yang nguatin Hyun-Joon siapa?
"Sun-Woo bangun, yuk. Katanya mau gue masakkin di sini. Ayo bangun."
Hak-Nyeon kasihan liat Sun-Woo manggilin bundanya terus. Tidurnya gelisah, badannya demam juga walaupun ga tinggi. Hak-Nyeon masih belum tau penyebab sakitnya Sun-Woo ini.
Padahal dia sendiri udah pulih, harusnya partner-nya pun ga merasa sakit lagi. Tapi lagi pembersihan kemarin pun Sun-Woo ga sakit kok, cuma ngelamun aja.
Kenapa sakitnya baru sekarang.
"Bunda ...."
"Sun-Woo, hei, bangun yuk. Ini gue."
Hak-Nyeon ngusap kepala Sun-Woo, ngebelakangin rambutnya sampai keningnya terekspos. "Masih anget ini gimana?"
Tangan Hak-Nyeon nelusup ke belakang kepala Sun-Woo, coba cari pusat rasa sakitnya.
"Demam normal, kok, apa emang sakit beneran, ya? Demam berdarah atau apa?" gumam Hak-Nyeon.
Dia agak lega ternyata sakitnya Sun-Woo bukan karena hal-hal gaib.
Hak-Nyeon cium kening Sun-Woo agak lama. "Cepet sembuh, Sayang ...," gumamnya lagi.
Begitu dia menjauh dari Sun-Woo, ternyata adeknya itu udah bangun. Mata bulatnya ngeliatin Hak-Nyeon agak lama, kedip-kedip lucu beberapa kali.
"Kak ... tadi aku mimpi buruk ...."
Sun-Woo geser untuk ngasih Hak-Nyeon space di sampingnya. Sun-Woo nyuruh si kakak tiduran juga di sampingnya. Begitu Hak-Nyeon rebahan, Sun-Woo langsung meluk dia erat.
Hak-Nyeon ketawa sembari ngusap kepala Sun-Woo. "Cuma mimpi, jangan dibawa ke dunia nyata," katanya.
Lagi, Hak-Nyeon lihat mata Sun-Woo berkilau sekilas. Makin lama makin sering kejadian kayak gini.
Hak-Nyeon masih rahasiain semua ini dari siapa pun. Dari saudara yang lain bahkan ayahnya.
"Kak ..., jangan tinggalin aku, ya?"
Not my promise, Sun-Woo ....
"Iya, Sonu. Bawel deh. Udah yuk turun, Kakak mau masak buat dinner. Kak Chang-Min digempur Kak Young-Hoon jadi ga bisa masakkin lagi."
Tapi waktu Hak-Nyeon mau bangun, pelukan Sun-Woo ga mau lepas.
"Sonu, ayo lo juga bangun—"
Kali ini bukan cuma sekelebat aja, tapi warna mata Sun-Woo bener-bener berubah dari cokelat gelap jadi biru.
Biru yang gelap, hampir hitam.
Baru kali ini Hak-Nyeon lihat yang kayak gitu. Makin kuatlah dugaan Hak-Nyeon yang dia bentuk dari kumpulan data dari buku-buku dan jurnal vampir.
"Sun-Woo? Hei?"
Gawat, Sun-Woo udah ga bisa diajak ngomong.
Awalnya Hak-Nyeon diem, ngikutin semua maunya Sun-Woo seperti biasa. Ketika Sun-Woo mulai cium dia, mendominasinya penuh gairah, Hak-Nyeon masih nurutin Sun-Woo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Thrilling Love (Book I) || The Boyz
FanfictionThe vampires finally found their partners, but will everything always be fine? The Boyz with other idols. bxb June 26 2019 - June 14 2020
