[97]

3.7K 517 269
                                        

"Kamu boleh ga percaya sama aku, tapi plis jangan bilang Young-Hoon, ya? Coba pikirin semuanya sendiri, dan mungkin kamu bisa ingat beberapa kenangan kita. Aku pulang, ya."

Hyun-Jae masih natap langit-langit kamarnya dalam diam. Begitu diantar pulang tadi Hyun-Jae jadi ga tau harus apa, dia ga bisa mikir.

Yang dia inget cuma meriksa apa Ju-Yeon ada di kamarnya. Beruntungnya ada, udah tidur lelap di tempat tidurnya. Seenggaknya mereka semua ga nyakitin Ju-Yeon.

Sekarang hampir jam dua dini hari tapi Young-Hoon belum juga pulang. Apa kerjaannya selama itu?

"Chan-Hee, boleh tolong periksa Ju-Yeon?"

Hyun-Jae bisa dengar suara Young-Hoon ga lama kemudian. Kayaknya baru aja pulang.

Pintu kamar Hyun-Jae terbuka.

"Jae? Kok belum tidur?"

Kamar ini gelap, hanya diterangi sinar bulan dari luar jendela. Hyun-Jae natap Young-Hoon yang sekarang lagi jalan ke arahnya. Lalu Young-Hoon duduk di pinggir tempat tidurnya.

Tangan Young-Hoon perlahan ngusap rambutnya. "Tadi sama Ju-Yeon pulang jam berapa?"

Hyun-Jae ga tau mesti bilang apa karena dia dan Ju-Yeon ga pulang bareng. Young-Hoon nanya dengan nada halus tapi kenapa Hyun-Jae merasa agak tertekan?

Young-Hoon ngerutin keningnya. "Hyun-Jae?"

"Kak, Ju-Yeon bau alkohol—Kak Jae? Kok belum tidur?"

Chan-Hee jalan nyamperin mereka berdua.

"Kak Jae?" panggil Chan-Hee lagi.

Baru aja Chan-Hee mau megang tangan Hyun-Jae, tapi Young-Hoon langsung nahan tangannya.

"Chan-Hee, kamu tidur di kamar Kakak aja, ya? Kakak di ruang tengah, mau lanjutin baca buku."

Sekarang Chan-Hee ngerutin kening. "Aku ga jadi tidur sama Kak Jae?"

Perjanjian awal waktu mereka jalan pulang adalah Chan-Hee nginep di dorm mereka karena udah malam dan dia tidur di kamar Hyun-Jae. Kenapa jadi berubah?

Tapi Chan-Hee ga punya pilihan selain nurut sama kakaknya.

"Oke, aku tidur ya, Kak."

Chan-Hee menghilang, ninggalin mereka berdua lagi.

"Kamu abis ngapain sama Ju-Yeon? Kalian abis minum, hm? Tapi kok kamu ga bau alkohol juga?"

Kenapa Young-Hoon jadi gini ....

Hyun-Jae ... takut.

Kenapa suaranya masih ga bisa keluar dari tadi??

Hyun-Jae agak kaget waktu sentuhan tangan Young-Hoon kali ini beralih ke wajahnya, ngusap pipinya dengan lembut.

"Jae-Hyun, tadi kamu ketemu siapa?"

Hyun-Jae ga berani natap Young-Hoon. Matanya otomatis terpejam.

"Jae-Hyun, Kakak lagi nanya kamu. Kenapa ga jawab?"

Usapan jemari Young-Hoon di wajah Hyun-Jae berhenti. Selanjutnya yang bisa Hyun-Jae rasain adalah rasa manis di lidahnya.

"Kalo ada apa-apa cerita, ya? Kamu kan punya Kakak."

Hyun-Jae buka matanya lagi, dan ternyata Young-Hoon lukain telunjuknya untuk netesin dia darahnya. Cukup lama, sementara itu mereka cuma saling tatap dan Young-Hoon balik ngusap kepala Hyun-Jae.

Young-Hoon narik telunjuknya lagi. "Udah bisa ngomong sekarang?"

"Iya, Kak."

Hyun-Jae pun kaget karena dia bisa selancar itu jawab pertanyaan Young-Hoon.

Thrilling Love (Book I) || The BoyzCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang