"Kamu boleh ga percaya sama aku, tapi plis jangan bilang Young-Hoon, ya? Coba pikirin semuanya sendiri, dan mungkin kamu bisa ingat beberapa kenangan kita. Aku pulang, ya."
Hyun-Jae masih natap langit-langit kamarnya dalam diam. Begitu diantar pulang tadi Hyun-Jae jadi ga tau harus apa, dia ga bisa mikir.
Yang dia inget cuma meriksa apa Ju-Yeon ada di kamarnya. Beruntungnya ada, udah tidur lelap di tempat tidurnya. Seenggaknya mereka semua ga nyakitin Ju-Yeon.
Sekarang hampir jam dua dini hari tapi Young-Hoon belum juga pulang. Apa kerjaannya selama itu?
"Chan-Hee, boleh tolong periksa Ju-Yeon?"
Hyun-Jae bisa dengar suara Young-Hoon ga lama kemudian. Kayaknya baru aja pulang.
Pintu kamar Hyun-Jae terbuka.
"Jae? Kok belum tidur?"
Kamar ini gelap, hanya diterangi sinar bulan dari luar jendela. Hyun-Jae natap Young-Hoon yang sekarang lagi jalan ke arahnya. Lalu Young-Hoon duduk di pinggir tempat tidurnya.
Tangan Young-Hoon perlahan ngusap rambutnya. "Tadi sama Ju-Yeon pulang jam berapa?"
Hyun-Jae ga tau mesti bilang apa karena dia dan Ju-Yeon ga pulang bareng. Young-Hoon nanya dengan nada halus tapi kenapa Hyun-Jae merasa agak tertekan?
Young-Hoon ngerutin keningnya. "Hyun-Jae?"
"Kak, Ju-Yeon bau alkohol—Kak Jae? Kok belum tidur?"
Chan-Hee jalan nyamperin mereka berdua.
"Kak Jae?" panggil Chan-Hee lagi.
Baru aja Chan-Hee mau megang tangan Hyun-Jae, tapi Young-Hoon langsung nahan tangannya.
"Chan-Hee, kamu tidur di kamar Kakak aja, ya? Kakak di ruang tengah, mau lanjutin baca buku."
Sekarang Chan-Hee ngerutin kening. "Aku ga jadi tidur sama Kak Jae?"
Perjanjian awal waktu mereka jalan pulang adalah Chan-Hee nginep di dorm mereka karena udah malam dan dia tidur di kamar Hyun-Jae. Kenapa jadi berubah?
Tapi Chan-Hee ga punya pilihan selain nurut sama kakaknya.
"Oke, aku tidur ya, Kak."
Chan-Hee menghilang, ninggalin mereka berdua lagi.
"Kamu abis ngapain sama Ju-Yeon? Kalian abis minum, hm? Tapi kok kamu ga bau alkohol juga?"
Kenapa Young-Hoon jadi gini ....
Hyun-Jae ... takut.
Kenapa suaranya masih ga bisa keluar dari tadi??
Hyun-Jae agak kaget waktu sentuhan tangan Young-Hoon kali ini beralih ke wajahnya, ngusap pipinya dengan lembut.
"Jae-Hyun, tadi kamu ketemu siapa?"
Hyun-Jae ga berani natap Young-Hoon. Matanya otomatis terpejam.
"Jae-Hyun, Kakak lagi nanya kamu. Kenapa ga jawab?"
Usapan jemari Young-Hoon di wajah Hyun-Jae berhenti. Selanjutnya yang bisa Hyun-Jae rasain adalah rasa manis di lidahnya.
"Kalo ada apa-apa cerita, ya? Kamu kan punya Kakak."
Hyun-Jae buka matanya lagi, dan ternyata Young-Hoon lukain telunjuknya untuk netesin dia darahnya. Cukup lama, sementara itu mereka cuma saling tatap dan Young-Hoon balik ngusap kepala Hyun-Jae.
Young-Hoon narik telunjuknya lagi. "Udah bisa ngomong sekarang?"
"Iya, Kak."
Hyun-Jae pun kaget karena dia bisa selancar itu jawab pertanyaan Young-Hoon.
KAMU SEDANG MEMBACA
Thrilling Love (Book I) || The Boyz
Fiksi PenggemarThe vampires finally found their partners, but will everything always be fine? The Boyz with other idols. bxb June 26 2019 - June 14 2020
