Jalan-jalan, ah...sesuatu yang aku senangi, melihat pemandangan di sekitar jalan yang aku lewati membuat moodku kembali membaik.
Hari ini sungguh berat bagiku setelah semua kesialan yang terjadi padaku, mulai dari terlambat ke sekolah, dimarahi guru, pr ketinggalan,di hukum dijemur di bawah terik matahari sampai pingsan, uang saku juga ketinggalan jadinya gak makan, pulang sekolah ehhh...ibu pergi ke luar kota dan enggak ada makanan, uang jajan juga nggak dikasih ma ibu, katanya lupa. Jadilah perutku yang keroncongan minta diisi.
Sebelum lanjut mari aku ceritakan pagiku hari ini.
***
Pagi itu adalah pagi tercerah yang pernah aku rasakan. Aku membuka mataku saat sinar matahari yang terasa menusuk mataku.
"Hoam..." menguap dengan lebarnya aku mendudukan diriku di pinggir kasur.
"Oh, baru jam 7," kataku melirik jam weker yang nangkring di nakas samping tempat tidurku. Lama terdiam akhirnya aku tersadar...
"EEHHH...UDAH JAM 7?" Teriakkan ku menggelegar memenuhi kamarku, aku berlari menyambar handuk, dan segera berlari menuju kamar mandi.
Aku mandi secepat kilat dan segera memakai seragam, tidak ada waktu untuk sarapan, aku mengambil sepeda motorku di garasi dan mengendarainya secepat kilat menuju sekolahku.
Sampai di depan gerbang sekolah, sial...gerbangnya sudah tertutup, tidak ada pilihan aku memohon kepada satpam sekolah agar memperbolehkanku untuk masuk. Segala caraku lakukan untuk membujuk sang satpam, dan untungnya satpam itu masih bermurah hati dia memperbolehkanku untuk masuk namun dengan syarat kejadian ini tidak terulang lagi.
Berhasil masuk ke sekolah ternyata aku sudah dihadang oleh ketua osis yang tak lain adalah sepupuku.
SHIITT...teriakku dalam hati, karena aku tahu seperti apa jika sepupuku menghukum seseorang.
Dia berdiri di sana memandangku yang sedang memarkir motorku dengan iris obsidian-nya yang tajam, dengan tangan tersilang di dada menambah kesan ketegasan dalam dirinya.
Gluk...perlahan aku dekati dia mencoba untuk tersenyum guna menetralisir rasa gugupku, tidak aku sangka aku akan bertemu dengannya di saat aku melakukan kesalahan.
Ya Tuhan selamatkanlah hambamu ini...doaku dalam hati, mencari sebuah pengharapan.
"A, ah...ada Te-" salamku padanya, namun segera dia potong.
"Kau tau apa kesalahanmu, Tama?"
"A, aku terlambat Tera," ugh, gugup sekali bicara dengangannya.
Tapi kok dingin ya?
Aku memeluk diriku guna menghilangkan rasa dingin ini, padahal matahari bersinar dengan cerah.
"Bagus kalau kamu tahu. Kembalilah ke kelas!" Eh, gitu aja? Kok dia gampang banget bilang kek gitu, biasanyakan dia akan menghukumku?
"Kenapa bengong?, kembali ke kelas sana!"
"Ba, baik." Setelah mengetakan itu, aku ngacir ke kelasku.
***
Tok
Tok
Tok...
Akhirnya sampai. Tapi jika aku ingat-ingat, jam pertama dapet matematika... Oh mampus guru killer yang mengajar sekarang, ahh.
Krieett...
Pintu kelasku terbuka menampilkan sesosok wanita paruh baya dengan ketegasan dan kegalakan tingkat dewanya.
Shit...kenapa hari ini aku sering sekali mengumpat, sial, ahh lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cerpen 10 Days ✔
Short StoryAdalah sebuah project rutin grup kepenulisan FLC. Yaitu member akan membuat sebuah karya cerpen dalam jangka waktu 10 hari. Cover spektakuler dari salah satu mem kami : @Kuroyuki01
