Subtema : Teman Masa Kecil
Angin malam bulan Juli menyelimuti tubuh jangkung Arata yang kini hanya berbalut kaus oblong tipis berwarna putih saja. Bulan purnama malam ini bersinar dengan angkuhnya di langit malam. Lampu-lampu dari stand-stand makanan dihidupkan beberapa saat kemudian dan pengumuman pembukaan pasar malam nyaring terdengar dari kejauhan. Bersamaan dengan itu pula, terdengar juga tawa bahagia dan rengekan manja anak-anak kecil yang meminta kepada ayah dan ibunya agar segera diperbolehkan masuk ke dalam wahana pasar malam ini.
Arata mengulas senyum tipis. Pemandangan yang hangat, batinnya. Walaupun pria bersurai coklat tua itu sudah sering melihat pemandangan seperti ini di kota-kota yang ia datangi sebelumnya, namun tetap saja, ekspresi bahagia yang ditunjukkan oleh semua orang selalu dapat meluluhkan hati pemuda satu ini. Entah sudah berapa banyak kota dan desa di seluruh Jepang yang sudah ia dan tim pasar malamnya datangi. Namun, rasa antusias pemuda berumur tujuh belas tahun itu tidak pernah berkurang dan masih sama seperti pengalaman pertamanya lima tahun yang lalu.
Tetapi, kali ini Arata merasakan ada sesuatu yang berbeda dengan malam pembukaan pasar malam di kota-kota lain.
Arata adalah anak dari penyelenggara pasar malam terkenal di Jepang. Usaha yang pertama kali dirintis lima tahun yang lalu oleh orang tua pemuda itu kini sudah berubah menjadi sebuah usaha yang sangat besar. Usaha yang awalnya hanya dikenal oleh satu atau dua orang saja kini sudah booming dan terkenal di mana-mana. Dan ya, itu semua adalah buah dari kerja keras dan pengorbanan keluarga Arata.
Bukan hanya mengorbankan tenaga, namun juga mengorbankan hati dan perasaan. Arata tidak pernah benar-benar merasakan apa itu 'persahabatan' sejak kecil. Pekerjaan yang digeluti kedua orang tuanya membuat mereka harus berpindah-pindah tempat tinggal setiap beberapa bulan sekali. Ah, sebenarnya bukan mereka yang berpindah-pindah tempat tinggal, melainkan tempat tinggal itu sendiri yang berpindah-pindah. Dari umur dua belas tahun, Arata dan keluarganya sudah harus tinggal di dalam sebuah mobil karavan untuk menjalani kehidupan mereka sehari-hari.
Walaupun keadaannya sangat menyusahkan Arata, pemuda itu tidak pernah mengeluh. Ia tetap bersekolah. Dan memang, sama seperti tempat tinggal, ia juga selalu berpindah-pindah sekolah setiap beberapa bulan sekali. Paling cepat setiap satu trimester sekali, dan paling lama setahun sekali. Setidaknya, Arata masih bisa menempuh pendidikan walaupun tidak sebaik remaja-remaja lain seusianya.
Oleh karena itulah Arata tidak pernah benar-benar merasakan apa yang dinamakan dengan sahabat. Ia tidak ingin terlalu nyaman saat mengenal seseorang karena ia tahu, pada akhirnya ia akan meninggalkan mereka semua. Arata selalu merasa takut. Jika ia sudah merasa terlalu nyaman dengan seseorang, maka pasti akan sangat sakit jika menyadari bahwa rasa itu hanya sementara dan sebatas tiga bulanan saja. Jadi, daripada merasa sakit hati parah, Arata lebih memilih untuk menumpuk rasa sakit itu secara berkepanjangan walaupun efek yang dirasakan ujung-ujungnya sama besar.
Namun, pernah suatu ketika, Arata merasa 'terlalu' nyaman dengan seseorang. Saat itu, di sebuah distrik kecil di Hokkaido, Arata remaja yang masih duduk di bangku kelas dua SMP mulai merasakan apa itu persahabatan, rasa nyaman, dan cinta. Di sana, ia berkenalan dengan seorang gadis berambut hitam panjang yang minim bicara. Awalnya, Arata enggan untuk bertegur sapa apalagi berkenalan dengan gadis tersebut. Namun apa daya, pada waktu itu, gadis itulah yang pertama kali mengajak Arata berkenalan. Padahal, Arata tahu bahwa gadis itu adalah salah satu gadis paling pendiam dan irit bicara di sekolahnya kala itu.
Tentu saja, mana ada remaja laki-laki yang sedang dalam masa pubertas yang tidak merasa aneh dan salah tingkah ketika disapa langsung oleh seorang gadis cantik dan pendiam di hari pertama bersekolah. Perasaan Arata kala itu bercampur aduk. Senang, gugup, bingung, dan malu bergabung menjadi satu hingga membuat pemuda itu menjadi salah tingkah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cerpen 10 Days ✔
Short StoryAdalah sebuah project rutin grup kepenulisan FLC. Yaitu member akan membuat sebuah karya cerpen dalam jangka waktu 10 hari. Cover spektakuler dari salah satu mem kami : @Kuroyuki01
