Subtema : Ditinggal Pas Masih Sayang-sayangnya
Aku adalah seorang wanita gagal.
Tepat pada hari pernikahanku yang ke-90, aku mengalami kecelakaan.
Sebuah jembatan runtuh saat aku sedang berjalan di atasnya. Kayu-kayu tajam menusukku, aku jatuh ke dalam aliran deras sungai dalam keadaan sekarat. Padahal, saat itu aku tengah mengandung anak pertamaku.
Aku selamat, namun tidak dengan anak yang ada di dalam kandunganku. Ditambah, dokter terpaksa harus mengangkat rahimku.
Bisakah kalian merasakan sedepresi apa aku saat itu?
Suamiku meninggalkanku. Keluarga mengasingkanku. Aku benar-benar sendirian, terpuruk, dan hanya bisa merenungi apa yang telah terjadi. Air mata adalah hal yang senantiasa menemaniku tiap harinya.
Aku merasakan bahwa dunia mungkin saja sudah tak berpihak padaku, langit-langit seakan mengkhianatiku. Matahari terus tersenyum, padahal saat ini aku sedang merasakan sebuah kenyataan yang sungguh pahit. Angin berhembus begitu kencang, seakan mengusirku pergi.
Bahkan alam membenciku.
Ketika aku berpikir bahwa mungkin saja sudah saatnya aku mati, aku bertemu dengannya.
Di bawah cahaya terik matahari yang sedang menyemburkan serangannya, bersama langit yang begitu cerah tanpa awan, aku menemukan seorang bayi menangis di dalam sebuah timun raksasa berwarna emas yang telah terbelah.
Bayi itu terus menangis, sendirian, tak ada seorangpun yang menemani.
Hatiku tergerak. Aku seperti melihat cerminan diriku darinya.
Dengan tangan bergetar, aku meraih anak tersebut. Dia berhenti menangis, menatapku dengan mata besarnya yang begitu berbinar cerah. Perlahan namun pasti, lengkungan tercipta di bibir mungilnya.
Tubuhku terasa ringan, melayang hingga lapisan langit tertinggi. Mataku memanas, cairan sebening kristal mulai meluncur dengan mulus di pipiku yang kering. Ada sesuatu yang membuat hatiku menguap.
Itulah pertemuan pertamaku dengan buah hatiku, Timun Mas.
Aku sengaja memberinya nama Timus Mas karena aku menemukannya di dalam sebuah timun berwarna emas. Kupikir, nama itu lumayan cocok untuknya.
Sejak kehadiran Timun Mas, aku jadi memiliki alasan baru untuk hidup. Aku berjuang, bekerja keras demi menghidupi Timus Mas.
Ya, aku sangat menyayanginya.
Kupikir aku akan memiliki perasaan yang sama hingga selamanya.
Hingga akhirnya Timun Mas tumbuh menjadi gadis nakal yang sangat meresahkanku.
Dia seringkali membuat masalah, guru-guru sering menghubungiku dan melapor akan sikap Timun Mas di sekolah yang begitu brutal. Aku bahkan tak percaya bahwa di sekolah Timun Mas sering berkelahi, dengan lawan jenis sekalipun.
Ditambah, para tetangga juga sering membuat gosip-gosip aneh tentangku. Ini membuatku semakin kesal. Yah, meskipun dia begitu nakal, tetap saja aku menyayanginya. Namun, ada beberapa tindakannya yang sangat menyebalkan.
Contohnya, seperti saat ini.
Aku mendapat surat peringatan dari sekolah, untuk yang kesekian kalinya.
"Timun Mas!" Aku melotot, berkecak pinggang. Kulempar surat tersebut ke arah Timun Mas dengan marah. "Kamu mengacau lagi di sekolah, hah?!"
Timun Mas menggeleng. "Aku tidak mengacau, Bu! Mereka yang lebih dulu menggangguku!" elaknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cerpen 10 Days ✔
قصة قصيرةAdalah sebuah project rutin grup kepenulisan FLC. Yaitu member akan membuat sebuah karya cerpen dalam jangka waktu 10 hari. Cover spektakuler dari salah satu mem kami : @Kuroyuki01
