Esai-esai yang aku tulis ini, lebih berkaitan dengan dunia psikologi dan bagaimana kita keluar dari jeratan hidup yang menekan. Di sini kau akan menemukan bagaimana memilih psikiater atau psikolog sebelum memutuskan pergi ke klinik mereka. Bagaimana...
Sebagai anak psikologi, terlebih klinis, yang malah ngelantur ingin jadi filsuf, petualang, enviromentalis dan hampir terjebak menjadi novelis, karena satu novelku nyaris selesai dan beberapa novel lainnya menunggu, dan sebagai esais yang aneh. Dan dulu sering dianggap sebagai penyair dan aku menolak sebutan konyol semacam itu.
Ya, karena itu semua, aku malah hampir menjauhi ranah psikologi murni kecuali aku jadikan campuran duniaku yang lain. Entahlah, setidaknya aku kadang bersenang-senang dengan Efek Rumah Kaca, Dialog Dini Hari, Rubah di Selatan, Frau dan musik-musik instumental. Menonton banyak film dan akhirnya, baru teringat buku-buku psikologiku lagi setelah tersisih dengan buku-buku sains populer dan sejarah alam. Duh, duh, duh.
Karena hari ini kepalaku nyaris meledak, disebabkan membaca The Origin of Species milik Darwin yang benar-benar perlu banyak otak guna mencernanya. Maka dari itu, aku hanya menampilkan gambar-gambar buku yang aku rekomendasikan. Karena kalian pasti banyak uang dan kuota, tolong carilah sendiri. Beberapa di antaranya sudah ada dalam bahasa Indonsia. Lagian, kalian tak bakal tersesat ke rumah cowok sebelah idaman teman kamukan?
Baiklah, inilah daftar 10 buku yang harus kamu baca!
1. A BEAUTIFUL MIND karya Silvia Nasar
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
2. SYBIL karya Flora Rheta S
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
3. 24 WAJAH BILLY karya Daniel Keyes
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.