Esai-esai yang aku tulis ini, lebih berkaitan dengan dunia psikologi dan bagaimana kita keluar dari jeratan hidup yang menekan. Di sini kau akan menemukan bagaimana memilih psikiater atau psikolog sebelum memutuskan pergi ke klinik mereka. Bagaimana...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hiduplah kalian Lebih lama dariku Aku hanya masalah Tak perlu disesalkan Jika aku lenyap
Lanjutkan, Segala usia yang kalian ingin Biarkan aku akhiri Segala sakit yang aku berikan Kepada kalian yang terlalu baik
Lihat, Lihatlah! Aku hanyalah penyakit! Menjauhlah! Tinggalkan!
Lalu, Buang saja aku Dan biarkan di sana Membusuk lalu mati
Mataku terasa berat setelah sesampainya di kamar. Aku menatap buku-buku dengan mata yang kosong. Jalan tadi rasanya begitu lengang walau banyak manusia di dalamnya. Orang-orang hanya sekedar orang-orang. Diriku, dan pikiranku terlalu gelap. Aku butuh tidur.
Di sepanjang jalan. Aku berharap, aku tak lagi ada untuk selamanya. Agar semua orang bebas dan berjalan di dunianya masing-masing. Agar mereka tak tersakiti keberadaanku. AKU BERPIKIR, AKU HANYALAH MASALAH BAGI ORANG-ORANG.
Jika aku tak ada. Mereka akan lebih hidup. Aku hanyalah sekedar kesalahan yang muncul sebentar dan lenyap. Tak ada yang perlu ditangisi dan disesalkan.
Lagian, aku bukan siapa-siapa.
Selamat tinggal Merah Naga. Selamat datang Shu. Selamat datang Shu. Selamat datang Shu. Aku harap, kali ini kaulah yang mengambil alih.
Akhirilah dunia konyol kita. Lalu dunia akan menjadi lembut. Dan semua orang hanya akan meneruskan hidupnya masing-masing.