Tik tik tik
Suara hujan
Seperti biasa
Datang menyapa tubuhku
Dingin
Seakan memelukku
Erat
Tik tik tik
Burung-burung berkicau
Sore datang begitu cepat
Rasa yang begitu aneh
Perasaan ini
Tik tik tik
Aku menatap kedua tanganku
Siapa?
Tak ada siapa pun
Hanya embus napasku dan,
Bayangan buram di bawah kedua kakiku
Mengecil
Terus mengecil
Seperti hujan yang
menghapus diriku
Tik tik tik
HUJAN. MENENANGKAN. Membuatku ingin tertidur. Atau memandangi keberadaanku sendiri. Banyak dari kita menyukai hujan. Suara gemericik jatuhnya. Hawa dingin dan lembut yang didatangkannya. Kabut yang terasa samar. Aliran air yang menenangkan. Bentuk butiran-butiran hujan yang jatuh secara memesona. Suara petir yang bergemuruh, sangat menyenangkan. Pelangi yang indah. Bekas kelembaban dan basah di jalanan. Genangan air. Dan saat kita ingin sekali membasahi diri dengan air hujan seperti saat kita masih kecil.
Hujan telah membentuk kita semua. Membentuk masa lalu dan hari ini. Membekas begitu kuat dalam ingatan dan kenangan. Beberapa orang mungkin memiliki trauma, ketidaksukaan dan fobia tertentu terhadap hujan. Tapi banyak dari kita, aku yakin, begitu menyukai hujan yang datang dan jatuh. Terlebih di saat yang tepat. Sewaktu kita benar-benar menginginkan dan mengharapkannya.
Bagiku sendiri, sekedar merasakan udara dingin yang melingkupi tubuhku yang datang dari hujan yang jatuh. Sudah cukup membuatku merasa nyaman. Terlebih, saat diriku tengah dalam keadaan yang tak baik. Hujan sangatlah menenangkan. Membuatku menjadi begitu lembut dan menghaluskan perasaanku.
Menikmati hujan dan berbagai hal yang dihasilkan oleh hujan sangatlah menyenangkan. Sebuah terapi yang sangat menggembirakan atau begitu sedih, menguras kesedihan kita yang paling dalam, dan lalu melepaskan semuanya.
Terapi kesedihan sangat tepat saat hujan datang. Sambil mematikan lampu kamar. Mendengarkan musik yang kita sukai dengan latar belakang tetesan hujan yang begitu deras dan rintik-rintik, benar-benar hal yang begitu menyentuh.
Hujan adalah terapi bagiku. Betapa banyaknya aku menulis puisi tentang hujan. Serta betapa banyaknya kenangan tentang hujan yang melingkupi duniaku. Saat sendiri, hujan yang jatuh, menghiburku. Saat tengah tertawa riang, hujan yang jatuh membuatku tersenyum. Saat dalam keadaan kacau, hujan yang jatuh melepaskan diriku dari belenggu. Atau hujan membuatku begitu marah sampai aku melupakan masalah-masalah yang lainnya dan menghibur diriku dengan renungan-renungan.
Menenangkan diri dengan hujan. Menikmati diri dengan hujan. Itulah terapi hujan. Dengan segala macam cara yang kita miliki masing-masing dan bagaimana kita menenangkan diri dan menikmatinya.
Sore ini hujan jatuh. Sebentar saja. Dan itu sudah cukup untuk membuatku ingin memeluk diriku erat-erat.
Saat tak ada seorang pun yang memeluk kegelisahanmu. Maka hujan memelukmu dengan begitu indahnya. Bagaikan seorang kekasih yang datang untuk dirimu seorang.
KAMU SEDANG MEMBACA
PSIKOLOGI, PSIKOTERAPI, DAN MASALAH LAINNYA
Non-FictionEsai-esai yang aku tulis ini, lebih berkaitan dengan dunia psikologi dan bagaimana kita keluar dari jeratan hidup yang menekan. Di sini kau akan menemukan bagaimana memilih psikiater atau psikolog sebelum memutuskan pergi ke klinik mereka. Bagaimana...
