Menjadi egois itu baik. Dan egoisme adalah hal yang paling diperlukan untuk hidup di abad sekarang ini. Kita semua membutuhkan egoisme agar tidak gila di tengah tuntutan berbagai macam nilai dan keinginan lingkungan dan diri kita sendiri. Dan egoisme adalah penyelamat kehidupan kita sehari-hari.
Kita semua pada dasarnya adalah egois. Egoisme yang kita lakukan di kehidupan sehari-hari telah menyelamatkan kita di tengah dunia yang begitu memusingkan seperti sekarang ini.
Mungkin benar, berbagai nilai universal manusia dan agama-agama tidak menganjurkan egoisme dalam tingkatan ekstrim atau sampai pada pengabaian kita terhadap yang lain. Tapi kenyataannya, empati membuat kita jauh lebih sakit dari pada sehat. Dan faktanya, egoisme yang dikutuk banyak pihak telah memberi kita perlindungan diri semacam benteng pertahanan dari gempuran tuntutan yang tak henti-henti akan hubungan sosial, rasa kemanusiaan, tenggangrasa antar tetangga, pertemanan yang dipaksakan, hingga rasa iba yang terlalu sering sehingga jika kita tidak menjadi egois, kita sendiri yang tak akan selamat.
Mengabaikan orang-orang yang bagi kita tidak penting ternyata membuat kita lebih berbahagia dari pada ikut serta dalam urusan orang lain yang banyak menyita perasaan dan pikiran kita. Menjadi sedikit kejam dalam benteng egoisme juga membuat kita jauh lebih aman dalam menjalani hidup sehari-hari. Terlebih saat dunia tengah terbebani oleh banyaknya penderitaan orang lain dan membuat kita terpapar akan rasa sakit yang bagai tak habis-habis. Jika kita tak menjadi egois dalam nyaris banyak hal, yang terjadi mungkin adalah beban moral yang terlampau tinggi hingga membuat kita depresi dan merasa bersalah.
Empati berlebih membuat kita gila. Dan egosimelah yang membantu kita untuk keluar dari kegilaan itu.
Terapi egoisme aku sangat sarankan bagi seseorang yang memiliki perasaan terlampau sensitif dan mudah terbebani dengan masalah dan penderitaan orang lain. Serta bagi mereka yang sadar diri bahwa egoisme adalah pilihan untuk hidup dan berani mengambil segala konsekuensi sosial dan menentang banyak nilai yang dianjurkan kepada kita sejak kecil.
Saat kita tahu kondisi kritis kita sendiri dan mengambil sikap egois untuk menyelamatkan diri kita. Maka ini jauh lebih baik dari pada kita mati dan tersiksa oleh perasaan-perasaan sensitif kita sendiri. Egoisme adalah jalan keluar ketika empati yang berlebih terlalu menyedot energi hidup kita dan malah menghancurkan balik diri kita sendiri labih jauh.
Egoisme sadar agak berbeda dengan egoisme tak sadar. Egoisme sadar adalah pilihan kita secara sadar dan berani mengambil tanggungjawab atas pilihan kita dalam menjalani hidup yang egois. Kita sadar dengan dampak dan berbagai hal yang mungkin terjadi akibat egoisme yang kita terapkan. Kita berani mengatakan aku egois dan mungkin orang itu mati karena aku tak menyelamatkanya.
Ini jauh berbeda dengan egoisme tidak sadar yang menganggap diri bukan pribadi yang egois dan tak mau mengakuinya padahal kenyataan dalam keseharian adalah diri yang egois dalam banyak tindakan. Dampaknya seringkali tak bertanggungjawab, mudah tersakiti dan merasa diserang, berpura-pura, melindungi diri dengan cara yang tak dewasa, dan biasanya tak percaya diri jika membicarakan diri sendiri ke orang lain. Inilah perbedaan dari keberanian kita mengakui bahwa kita adalah egois sebagai jalan keluar menyelamatkan diri dibandingkan kita egois tapi tak pernah mau mengakuinya karena tak berani mengambil risiko dengan masyarakat sekitar kita.
Di sini yang aku maksud terapi egoisme adalah terapi yang berusaha untuk menyelamatkan dan menyembuhkan diri kita dari beban moral, empati, dan kemanusiaan yang membuat kita nyaris hancur sehingga kita mulai memangkas semua itu dan memilih menjadi jauh lebih egois dari biasanya. Dalam artian kita mempraktikkan egoisme secara sadar dan penuh tanggungjawab dengan alasan yang jelas dan kita bisa memperdebatkannya secara terbuka. Kita menjadi egois bukan karena kita tidak sadar diri memilih sikap itu. Inilah inti dari terapi itu.
Ego dalam psikoanalisis mungkin agak berbeda dengan egoisme secara umum. Tapi pada dasarnya, nyaris sama dan sinonim. Egoisme telah ada sejak manusia itu sendiri ada. Dan sudah menjadi hal yang tak terpisahkan dari manusia.
Bersikap egois sesungguhnya adalah hal yang sangat wajar. Kita lakukan dalam hubungan antar kekasih sampai menuntut orang tua hingga dalam dunia kerja dan pertemanan. Kita telah mempraktikkannya nyaris sepanjang hidup kita. Hanya saja, egoisme seperti itu dianggap masih bisa diterima asal tidak melampaui garis batas kemanusiaan dan nilai-nilai umum bersama yang diakui. Terapi egoisme secara sadar tidak hanya bertindak egois dalam skala kecil tapi bertindak egois dan mengabaikan masalah-masalah besar dunia dan kemanusiaan itu sendiri. Semua dilakukan guna melindungi diri dari paparan derita dan keinginan untuk berempati terhadap orang lain yang bagai tiada henti dan malah membuat kita sendiri sakit.
Di dunia serba kacau dengan penderitaan yang tak putus-putus. Bersikap egois adalah pilihan untuk membuat kita lebih tenang, hidup, dan sedikit bernapas. Terlebih jika akhirnya egoisme jauh bisa membuat kita menemukan kebahagiaan dari pada dalam kubangan empati yang ternyata gagal kita terapkan berkali-kali. Mungkin ini terkesan buruk untuk berpikir menjadi egois demi kesenangan dan kebahagiaan diri sendiri. Tapi inilah jalan keluar terakhir saat tak seorang pun yang tak mau membantu menghadapi dilema moral kemanusiaan kita dan mereka sendiri juga berlaku egois terhadap diri kita. Tidak ada salahnya jika kita melakukan hal yang sama untuk diri kita sendiri bukan?
Menjadi egois akhirnya tidak hanya baik. Tapi sebuah terapi yang benar-benar efektif menyelamatkan kita dari kebingungan yang menghancurkan dan merusak. Sampai di sini, apakah kau masih merasa bahwa egoisme adalah sesuatu yang buruk seperti yang didengungkan banyak ahli agama, humanis, aktivis, dan sekian banyak moralis lainnya? Harusnya tidak. Egoisme adakalanya tidak hanya baik tapi benar-benar menyelamatkan hidup kita yang kacau dari dilema besar kemanusiaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
PSIKOLOGI, PSIKOTERAPI, DAN MASALAH LAINNYA
Phi hư cấuEsai-esai yang aku tulis ini, lebih berkaitan dengan dunia psikologi dan bagaimana kita keluar dari jeratan hidup yang menekan. Di sini kau akan menemukan bagaimana memilih psikiater atau psikolog sebelum memutuskan pergi ke klinik mereka. Bagaimana...
