Tiba-tiba sudah 8 Agustus. Waktu terasa cepat. Tak mengira aku selamat dari kengerian depresiku beberapa hari yang lalu. Semua itu tak lain bukan karena beberapa teman dan orang yang cukup spesial yang masih mau menemaniku dan mengabaikan kegilaanku ini.
Aku beruntung bertemu dengan mereka.
Akhir-akhir ini aku disibukkan dengan menyunting dan menyunting. Dan kemarin, bukuku yang lainnya, Meninggalkan Sastra Indonesia sudah menjadi bentuk cetak. Dan hari ini, aku mulai menyunting puisi-puisiku. Yang semoga saja, besok sudah berubah menjadi bentuk buku.
Lalu mulai menyunting kumpulan esai. Cerpen. Buku kecil tentang lanskap alam dan berjalan kaki. Novel kecil filsafat dan lainnya. Atau,lebih baik aku hentikan saja karena menangani semuanya terasa melelahkan dan menguras tenaga.
Mengurus beberapa orang yang membeli. Melihat tanggal yang sebentar lagi adalah hari kelahiranku. Dan turut berduka atas musibah teman yang ada di lombok. Dalam cara yang diselewengkan.
Setidaknya aku sedikit agak tenang. Dan sepertinya aku harus mulai tidur. Hari sudah semakin siang. Tidur membuatku sedikit mampu mengabaikan omong kosong hidupku.
KAMU SEDANG MEMBACA
PSIKOLOGI, PSIKOTERAPI, DAN MASALAH LAINNYA
Non-FictionEsai-esai yang aku tulis ini, lebih berkaitan dengan dunia psikologi dan bagaimana kita keluar dari jeratan hidup yang menekan. Di sini kau akan menemukan bagaimana memilih psikiater atau psikolog sebelum memutuskan pergi ke klinik mereka. Bagaimana...
