Dunia tanpa cinta? Rasanya seperti membayangkan orang yang tengah patah hati, ditinggal kekasih, gagal beranjak dari masa lalu, dan tentunya, terbayangi rasa sakit dan kenangan yang tak tertahankan akan sebuah kedekatan yang pernah ada. Apakah mengadaikan dunia tanpa cinta terasa konyol dan mengada-ada? Oh tidak.
Banyak orang yang sedang mengalami periode tak menyenangkan hingga buruk soal cinta biasanya sangat sering mengandai lebih baik tak pernah jatuh cinta sama sekali, tak ingin lagi mengenal cinta, dan adakalanya sangat benci dengan apa yang disebut cinta. Semua ini adalah kenyataan. Contoh, kejadian, dan perasaan mengenai hal semacam itu sangatlah banyak. Banyak orang berharap, bahwa dirinya tak lagi hidup demi cinta atau membunuh perasaan timbulnya cinta di dalam hatinya. Menutup pintu rapat-rapat. Mengolok-olok kemesraan orang lain dan merasa jengkel dengan segala hal dari musik, film, buku, dan apa pun yang bertema dan bertuliskan cinta, cinta, dan cinta.
Pada suatu titik dalam hidupmu, mungkin kau pernah mengalami cinta yang hancur atau ikatan yang rusak dan cinta yang tak terbalas. Semua itu menjadi teror dalam hidupmu hingga rasanya benar-benar menyedihkan.
Banyak orang bisa bangkit dari cinta yang putus dan hancur lalu mendapatkan penggantinya yang baik atau lebih. Tapi banyak juga, yang hanya mengulangi kisah yang sama. Menjalin cinta lalu putus. Menjalin cinta lalu putus. Hingga pada akhirnya lelah dan tak lagi percaya. Dan banyak di antaranya, malah gagal untuk bangkit dan terjebak dalam kenangan pahit atau indah. Tahun demi tahun. Tak mampu lepas dari kenangan itu. Tak percaya akan ada yang lebih baik. Tak lagi ingin memulai. Dan tertahan di masa lalu untuk selamanya. Sebagiannya lagi, mengalami kehancuran dalam banyak hal. Tak lagi merasa hidup. Tak ada lagi kebahagiaan. Tak lagi menemukan hal yang menyenangkan dan lebih sering murung, bersedih, dan susah didekati.
Cinta, jika kita tak sanggup untuk memiliki dan mempertahankannya. Seringkali membuat segalanya berubah menjadi neraka kehidupan. Di titik inilah, banyak orang berharap tak lagi mengenal cinta untuk selamanya.
Di tengah dunia di mana ikatan-ikatan susah didapatkan. Cinta yang intim dari lawan jenis membuat kita merasa nyaman, ada, terlindungi, hidup, bahagia, atau setidaknya, ada seseorang yang bisa kita ajak bicara, ganggu, ejek, dan melakukan banyak hal berdua. Dan kita tak takut untuk ditinggalkan dan dijauhi seperti kebanyakan teman yang datang sebentar dan serba terbatas. Adanya kekasih atau tambatan hati membantu dirimu merasa sedikit tenang walau kamu sebenarnya ingin marah atau merasa lelah dengan banyak hal. Dan orang yang kau cintai dan juga mencintaimu, sedikit melembutkan hari-harimu dan menjadikan dunia sedikit lebih baik untuk ditinggali.
Ya. Itu saat ada orang yang kau percaya dan cintai. Tapi setelah tak adanya dia? Entah dia meninggal mendadak. Putus di tengah jalan. Salah satu di antara kalian selingkuh. Atau karena alasan kedua orang tua yang tak setuju. Mendadak, dunia terasa gelap. Segala jenis kesenangan tak lagi berarti. Dan apa pun yang kamu lakukan terasa sia-sia.
Ya. Kamu mungkin beberapa tahun bisa hidup tanpa siapa-siapa. Sesukses apa pun kamu melakukannya. Kamu pasti merasa kosong dan merindukkan sosok yang mengayomi,menyayangi dan memperhatikanmu. Kamu mungkin sering berkata bahwa "laki-laki buruk", "cinta itu keparat", "aku bahagia saja tuh tanpa kamu", "jomblo pun bisa bahagia", dan segala jenis kata dan kalimat yang serupa. Tapi tetap saja, banyak dari kalimat-kalimat itu lebih condong ke arah marah, frustasi, kecewa, dan gagal untuk bangkit. Walau kamu sering terlihat tegar, nyatanya, kamu begitu sangat rapuh dan mudah menangis secara diam-diam.
Saat tahu rasanya kesepian yang tak terkira. Kamu baru mengerti cinta yang dipertahankan oleh mantan kekasihmu yang sungguh-sungguh dan telah kamu putus karena alasan sepele. Pada saat-saat tertentu kamu pasti terkenang dengan seseorang yang sudah bertahun-tahun bersama dan mempertahankanmu dengan sekuat tenaga tapi kamu campakkan dengan orang baru yang ternyata tak memuaskan dan akhirnya pun putus dan malah jauh lebih buruk dari yang terdahulu. Pada suatu waktu, kamu akan teringat akan kenangan-kenangan itu dan ingin kembali mengulanginya. Tapi karena itu tak mungkin, yang bisa kamu lakukan hanyalah menangis. Menangis sendirian di mana tak seorang pun yang mengetahuinya.
Saat kamu semakin terpuruk dan terus terpuruk. Dan cinta semakin hilang dalam dirimu. Kamu kian berharap, lebih baik tak ada sama sekali cinta di dunia ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
PSIKOLOGI, PSIKOTERAPI, DAN MASALAH LAINNYA
Non-FictionEsai-esai yang aku tulis ini, lebih berkaitan dengan dunia psikologi dan bagaimana kita keluar dari jeratan hidup yang menekan. Di sini kau akan menemukan bagaimana memilih psikiater atau psikolog sebelum memutuskan pergi ke klinik mereka. Bagaimana...
