KEKAYAAN ADALAH PENYAKIT. Bagi orang yang tak bisa menggunakan kekayaan itu dengan bijak. Kekayaan berubah menjadi penyakit tidak hanya bagi dirinya sendiri. Tapi bagi keluarga, anak-anak, dan orang-orang bersama dengannya.
Kekayaan yang seharusnya membebaskan seorang manusia untuk bisa pergi, berjalan, berpikir, memilih, menikmati dan merasakan apa pun yang mereka mau (tentunya dengan batasan pilihan) pada akhirnya jatuh menjadi kurungan sosial, penjara keluarga, dan gangguan kejiwaan parah.
Kekayaan bisa membuatmu sakit jiwa. Bahkan kekayaan bisa membuat keluargamu menjadi gila.
Banyak orang mendambakan kekayaan dan kemakmuran finansial tanpa mau mengukur dirinya sendiri lebih dulu. Seolah-olah kekayaan adalah segalanya. Padahal hari ini, orang-orang Eropa sendiri sudah banyak jenuh dengan kekayaan dan meninggalkan harta bendanya untuk pergi ke suatu tempat guna mencari ketenangan diri.
Dan parahnya, kekayaan tak membantu seseorang untuk lebih bijaksana, bersikap lembut, dan sadar diri. Kekayaan lebih banyak membuat orang tinggi hati, tak butuh orang lain, sombong, atau bahkan menganggap mereka yang lebih miskin hina.
Tentunya, tak semua orang kaya semacam itu. Semua tergantung didikan keluarga dan lingkup sosial di mana seorang tumbuh.
Tapi hari ini, jumlah orang kaya yang baik hati semakin menipis. Kebaikan hati mereka hanya untuk lingkaran kecil dunia mereka saja. Bukan untuk banyak orang.
Seandainya anak-anak mereka mencoba menjadi baik. Etika kekayaan keluarga mereka menekan kebaikan anak-anak itu. Seolah, menjadi baik harus diatur dulu oleh kekayaan keluarga mereka dan harus direstui. Kekayaan membuat fungsi kehidupan kita pun terbatas. Kita tak bebas bergerak ke mana pun. Tak bisa menolak. Tak mampu berkutik terhadapan segala jenis aturan keluarga, dan lingkungan sosial yang kita miliki. Kekayaan pun membuat kita sangat tertekan dan seringkali bisa sangat luar biasa menyakitkan.
Bagiku sendiri, kekayaan adalah kebebasan yang luar biasa dalam berpikir, menulis, bergerak, menolak, mengecam, mengolok-ngolok dalam artian tertentu, menjelajahi dunia ini, bersenang-senang dalam dunia imajinasi, bebas untuk tidur sepuasnya, bangun seenak yang aku mau, dan mencari uang dengan cara yang tak mengikat. Kekayaan berati kita cukup banyak mampu keluar dari tekanan kejiwaan kita, aturan keluarga yang merusak, dan berbahagia dengan pilihan hidup kita sendiri seandainya kita sudah dewasa dan bisa mencari penghidupan sendiri.
Kekayaan seharusnya membebaskan seseorang untuk mencintai seseorang yang dicintainya. Berteman dengan seseorang yang nyaman baginya. Dan berhubungan dengan siapa pun yang dia suka. Terlebih saat seseorang sudah cukup kaya tanpa bantuan keluarga. Dia bisa cukup bebas untuk melakukan apa pun.
Bekerja di tempat yang disukainya. Bepergian ke mana pun dia mau. Mencintai dan menikah dengan orang yang dicintainya. Kekayaan bisa dengan mudahnya menolak apa-apa yang tak kita sukai. Kita pun bisa kabur ke mana pun asal tidak melukai orang seandainya kita dipaksa keluarga, lingkungan pertemanan, atau keluar masuk banyak lingkungan berbeda sesuka hati kita.
Kekayaan seharusnya membuat seseorang jauh lebih sehat secara fisik dan kejiwaan. Terlebih kejiwaan. Dengan adanya kekayaan di tangan, seseorang bisa menghibur diri sendiri jauh lebih mudah. Pilihan terhadap kemungkinan menghibur diri dan menenangkan diri luar biasa banyak. Dan seandainya secara kejiwaan kita sudah terlanjur sakit sejak kecil atau karena kesalahan keluarga yang membuat kekayaan menjadi penjara moral dan penjara sosial. Setidaknya saat kita sudah profesional, memiliki keahlian, mudah bekerja di mana pun, dan mudah mencari uang sendiri. Kekayaan yang kita peroleh tanpa harus meminta keluarga atau orang tua. Seharusnya sudah cukup membuat kita menjadi lebih bebas, lebih hidup, dan lebih menikmati diri kita sendiri. Terlebih, dengan uang dan kekayaan dari hasil jerih payah kita sendiri. Seharusnya kita menjadi pribadi yang lebih sehat secara kejiwaan, hubungan sosial, dan lain sebagainya.
KAMU SEDANG MEMBACA
PSIKOLOGI, PSIKOTERAPI, DAN MASALAH LAINNYA
Non-FictionEsai-esai yang aku tulis ini, lebih berkaitan dengan dunia psikologi dan bagaimana kita keluar dari jeratan hidup yang menekan. Di sini kau akan menemukan bagaimana memilih psikiater atau psikolog sebelum memutuskan pergi ke klinik mereka. Bagaimana...
