JATUH CINTA TERHADAP PENULIS

556 29 37
                                        

Apakah pernah dari kalian sangat tertarik, begitu mendamba, memuja dan akhirnya benar-benar jatuh cinta terhadap seorang penulis yang tulisan-tulisannya kamu baca, nikmati, dan menemani hari-harimu. Jatuh cinta yang begitu menggebu tapi sayangnya kamu tak bisa mengungkapkannya. Bahkan sekedar ingin menyapanya saja kamu gugup, takut, malu atau sedikit berpikir, apa jadinya jika ditolak dan akhirnya kecewa? Sampai akhirnya kamu lebih memilih diam. Membacanya dalam diam. Terus mengaguminya. Dan hanya terus mengaguminya.

Dia sendiri, tak pernah tahu siapa kamu. Hanya kamulah yang tahu dia. Sebuah dunia, di mana para pembaca yang jatuh cinta terhadap penulis yang dikaguminya seringkali berakhir dalam cinta yang diam.

Sampai akhirnya, sang penulis itu bertemu dengan orang lain. Berpacaran. Atau bahkan menikah. Dan, pasangannya itu ternyata, ya Tuhan, ternyata juga salah satu dari pembacanya. Padahal kamu itu juga pembacanya, pengagumnya, dan mencintainya. Tapi toh kini, dia akhirnya jadi milik seseorang yang lebih berani.

Cinta dalam diam terhadap sosok yang dikagumi. Entah berapa banyak perempuan yang kini melakukannya. Jumlahnya mungkin melimpah. Tapi betapa sulitnya untuk mengatakan, "Hai, aku suka tulisanmu! Aku baca tulisan-tulisanmu dan itu sangat menarik dan menyentuh."

Dan beruntunglah kini pembaca yang kini bersama dengan seorang penulis yang dikaguminya, yang pada akhirnya begitu sangat dicintainya dan membuat dia nyaman. Semua berawal dari keberanian. Yaitu langkah awal memulai. Kalau dia tidak lebih berani untuk memulai dan mengawali. Penulis itu mungkin kini telah jadi milik orang lainnya lagi.

Pembaca itu mudah jatuh cinta terhadap penulis yang dikaguminya. Begitu juga penulis juga bisa jatuh cinta dengan pembaca yang membaca karyanya. Semuanya bermula dari awal. Keberanian memulai percakapan.

Saat dua orang saling menemukan dan akhirnya mengikat janji. Maka, yah, simpanlah cintamu rapat-rapat. Karena dia sudah milik pembaca lainnya. Atau tetap dukung dia, kagumi, dan baca karyanya. Tapi biasanya pembaca yang kecewa akan meninggalkan begitu saja penulis yang dikaguminya.

Ada hal yang menarik jika kamu melihat seberapa banyak pengikut dan pembaca yang dimiliki oleh penulis itu. Dan seberapa banyak yang tak mengikuti tapi juga mengaguminya. Semakin banyak tulisannnya dibaca seseorang dan dikagumi. Bisa dekat dengannya saja itu sudah bisa dibilang, sesuatu. Karena terkadang, penulis terlampau sibuk dengan dirinya sendiri, sibuk menulis, dan tak punya banyak waktu membalas komentar dan pesan seseorang.

Maka, saat kamu adalah satu yang terpilih dari sekian banyak orang yang mencoba mendekatinya. Sejujurnya penulis itu mengakuimu bahwa kamu adalah sosok yang tepat untuknya. Entah sebagai teman atau kekasih. Dan seandainya kamu akhirnya menjadi kekasihnya. Itu sebenarnya pengakuan. Yang mungkin kamu tak menyadarinya. Bahwa kamu adalah sosok yang membuat dia jatuh hati, tertarik, dan memilihmu dari sekian orang yang mungkin berusaha merebut hatinya. Kamu adalah seseorang yang sangat spesial. Kamu mungkin mengira bahwa kamu telah menemukannya. Sosok yang membuatmu hidup, nyaman, dan ada. Tapi lihatlah dari sisi si penulis. Dari sisi penulis, kamu itu sangatlah istimewa. Mampu membuat dia membuka hatinya untukmu dan memilih bersama kamu. Itu sebenarnya adalah pengakuan bahwa kamu begitu istimewanya.

Ini sama halnya jika akhirnya kamu jadi teman, sahabat, atau orang yang dekat dengannya. Karena, saat kamu telah memasuki lingkarannya. Itu berarti ada kecocokan dan kenyamanan.

Semua bermula dari awal. Memulai percakapan. Kalau tidak. Kamu hanya akan tetap jadi pembaca dan pengagum dalam diam. Selalu dalan diam. Selalu.

Dan hari ini, terlampau banyak pembaca yang jatuh cinta terhadap penulis pujaannya tapi tetap mengurung diri dalam diam. Ah, jumlahnya terlampau banyak.

PSIKOLOGI, PSIKOTERAPI, DAN MASALAH LAINNYACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang