HATER'S, YANG TAK SETARA

466 27 20
                                        

Hater's, para pembenci yang labil dan tak kritis itu jumlahnya tak terkira. Para pembenci itu bisa membenci kita karena alasan sepele sekalipun. Berbeda cara makan, cara BAB yang tak satu aliran atau cara mengupil yang berbeda jurusan saja kita bisa dibenci habis-habisan. Belum masalah gaya rambut yang berbeda guru, atau sepatu sampai pakaian yang beda iman. Kita sudah bisa dibenci dan tak disukai dengan alasan suka-suka, semaunya, dan sangat subyektif-emosional tingkat tinggi.

Apa lagi jika pembenci kita adalah mantan penggemar yang patah hati karena kita tiba-tiba menikah, memiliki pacar atau menghamili anak orang. Itu sangat sering terjadi. Mereka yang jadi penggemar kita seringkali tiba-tiba menjadi pembenci kita yang paling sengit karena kita tidak bisa dimiliki dan didekati. Para penggemar kita ingin memasukkan kita ke dalam sangkar agar kita tak ke mana-mana dan hanya jadi obyek kesenangan mereka pribadi. Memang kita ini apaan? Boneka Barbie?

Atau pembenci itu lahir karena iman, ideologi, dan sudut pandang hidup kita sangat berlainan? Itu juga sering terjadi. Atau para pembenci itu datang dari keluarga kita sendiri, teman sepermainan, atau para tetangga? Ah, itu juga banyak. Menghitung pembenci yang kita miliki, bisa-bisa kita bisa membuat museum khusus untuk para pembenci kita. Tentunya dengan motif dan alasan yang berbeda.

Pembenci satu. Dia membenci kita karena kita tak memakai sepatu dan lebih memilih sandal forever. Pembenci kedua. Dia membenci kita setelah gagal mendekati dan memiliki hati kita. Pembenci ketiga. Dia menjadi pembenci kita yang paling militan setelah tak sengaja melihat cara kita makan yang tak sesuai dengan etika makan yang dia miliki. Pembenci keempat. Dia membenci kita karena memilki wajah dan tubuh yang lebih bagus. Pembenci kelima. Dia menjadikan kita obyek kebenciannya setelah gagal ikut ujian PNS. Pembenci kelima. Dia benci kita karena pacarnya mendadak menjadi penggemar kita. Pembenci ke tujuh. Dia membenci kita karena lebih sukses atau lebih kere dari dia. Pembenci kedelapan. Benci karena iri dan tak mampu bersaing dengan kita. Pembenci ke sembilan. Dia bisa saja membenci kita karena gaya berjalan dan berpakaian kita. Hanya itu. Pembenci kesepuluh. Dia membenci kita karena kita tak sesuai yang dirinya harapkan, harapkan, dan harapkan. Memang kita ini siapa dia? 

Jika ingin punya orang yang sesuai keinginan total kita. Belilah di toko terdekat. Jangan membenci kita karena kita tak bisa memenuhi harapan dan keinginan masing-masing orang yang jumlahnya tak terkira itu. Dan banyak alasan lainnya, orang bisa membenci kita dan jumlahnya tak terhitung. Terlampau banyak.

Dan oh ya, seseorang bisa berubah benci ke kita karena kita tidak mengikuti balik dia baik di Facebook, IG, atau Wattpad. Tanpa mereka bertanya dulu alasan kenapa kita tak mengikuti balik mereka. Mereka sudah langsung membenci. Asal mula lahirnya kebencian kian hari memang kian mudah. Dari hal sepele sampai yang lebih rumit dan sangat intelektual.

Cobalah sesekali jadi orang yang di luar kebiasaan, sehingga membuat shock para penggemarmu. Dan lihatlah apa yang terjadi. Atau jangan-jangan kamu tipe yang hidup karena penggemar, tak mau jadi aneh-aneh, tak bisa jadi diri sendiri, dan akhirnya corak berpikirmu, gaya hidupmu, caramu menulis, berkarya, bahkan sekolah dan bekerja semuanya ditentukan dan hanya untuk para penggemar, para pengikut, dan para fans yang mayoritasnya lebih sinting dari pada tetangga sebelah yang ahli nyinyir.

Berapa banyakkah orang yang terjebak oleh penggemarnya sehingga nyaris tidak bisa bertingkah sesuai keinginannya sendiri? Hingga akhirnya, para penggemar lebih menyerupai kitab Undang-Undang dan seolah berstatus hukum. Kita melenceng sedikit dari kesukaan mereka dan melakukan apa yang mereka tak suka. Dalam sekali waktu, mereka bisa berubah jadi pembenci militan. Lagian sejak kapan kita jadi bonekanya mereka?

Banyak teman-temanku sendiri terjebak dalam kontes pencarian penggemar sebanyak-banyaknya. Dan tentunya itu dibayar mahal dengan sikap diam dia, tiba-tiba menjadi sopan, santu, alim, dan menjadi idaman semua penggemarnya karena dia tak aneh-aneh. 

PSIKOLOGI, PSIKOTERAPI, DAN MASALAH LAINNYACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang