JOGJA: SOESILO TOER DAN MAHFUD IKHWAN

160 5 3
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tubuhku masih belum pulih

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tubuhku masih belum pulih. Demam, dan kini, kepalaku berdenyut-denyut. Sakit lagi dan sakit lagi.

Aku menengok sebentar acara diskusi buku Dawuk milik Mahfud Ikhwan. Bertatap muka dengan dirinya untuk pertama kali. Tak banyak bicara. Lalu melihat-lihat buku. Mendapatkan satu buku dan bosan dengan banyak yang lainnya.

Sejujurnya aku sudah bosan ke berbagai ruang. Sama halnya di sini, di waktu sekarang, diskusi tentang Membaca Fyodor Dostoyevsky yang dibahas oleh Soesilo Toer dan Janeska Mahardika. Suara yang keluar nyaris tak begitu aku gubris walau masuk di dalam kepalaku. Kepalaku bagaikan pecah. Tapi melihat seorang tua seperti Soesilo Toer, aku sedikit malu. Malu dalam segala omong kosongku. Saat pak tua itu tengan tertarik dengan buku-buku yang ada di depan mejanya.

"Banggalah terhadap diri Anda sendiri. Maka kalian akan menghargai orang lain," ujar Soesilo Toer. Baiklah. Itu sedikit menghantam kepalaku. Tapi kepala sakit dan hidup kembali tak nyaman membuat ingin segera pergi.

Anak-anak muda. Cerita Soesilo yang menarik. Dan aku, yang sedikit menikmati orang tua yang telah melewati banyak hal dan seolah menolak menyerah itu.

Tapi, aku ingin sekali tidur.

PSIKOLOGI, PSIKOTERAPI, DAN MASALAH LAINNYACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang