CATATAN HARIAN

245 8 0
                                        

CATATAN HARIAN. Rasa-rasanya aku semakin membutuhkannya. Sebuah catatan hari berupa halaman kertas kosong untuk diisi dengan apa pun yang sepertinya sudah tak bisa aku ceritakan di berbagai macam tempat. Aku sedang memikirkan Haydon, seniman yang hidup di masa Turner, yang akhirnya mati bunuh diri karena cara hidupnya terlalu berbeda dengan para seniman dan masyarakat di sekitarnya dan oleh kegagalan dirinya dalam hal finansial.

Turner mungkin lebih mirip Rembrandt di akhir masa hidupnya. Sedangkan Haydon, yang terlilit dengan hutang dan permasalah keuangan di sepanjang hidupnya tak lain bukan adalah van Gogh dalam versi yang lain. Kedua orang yang sama-sama tak pernah tenang karena keuangan yang mencekik.

Saat memikirkan masa depanku. Masa depan, tiga bulan ke depan. Aku membutuhkan catatan. Siapa tahu aku tak selamat. Aku ingin meninggalkan sebagian besar gagasanku di dalam catatan harian itu. Bisa dibilang, untuk saat ini, aku benar-benar bangkrut dan tak lagi bisa membiayai gagasan-gagasanku. Untuk membaca saja, rasanya sangat berat.

Rasanya ingin sekali berkeliling seperti dulu. Membuat sketsa. Mencatat apa pun di buku harianku. Dan menikmati sedikit dunia yang tak harus diceritakan ke banyak orang.

Dengam berbagai permasalahan yang tiba-tiba mencekik leherku. Aku nyaris hampir tak ada kemajuan sama sekali dalam menulis. Itu tidak hanya membuatku gelisah. Tapi kepalaku tiba-tiba saki.

Aku butuh udara segar dan sebuah catatan hatiam. 

PSIKOLOGI, PSIKOTERAPI, DAN MASALAH LAINNYACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang