MY GOODREADS

302 11 0
                                        

Goodreads, catatan singkat terhadap apa yang aku baca akhir-akhir ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Goodreads, catatan singkat terhadap apa yang aku baca akhir-akhir ini. Stalin pernah berkata, jika kau ingin tahu sosok orang yang ingin kau kenal. Cari tahulah buku yang dia baca. Karena itu adalah sebagian dari dirinya.

Apakah aku mengutip diktator Uni Soviet yang banyak dibenci itu? Ya. Masalahnya dia diktator yang memiliki lebih dari 20 ribu buku dan membaca semua buku yang dia miliki. Bandingkan dengan orang baik dan terpuji di Indonesia?

Abaikan.

Mengikuti review di Goodreads sangatlah menarik. Aku melihat banyak orang Barat bodoh di dalamnya. Oh ya, bahkan banyak yang tolol. Kenapa bisa? Ya. Masa kejayaan Barat hampir lewat. Dan yang terpenting, Goodreads membuat aku sedikit mengamati perkembangan intelelektual dunia. Dan menelusuri kolom komentar sangatlah menyenangkan.

Dulu, orang kulit putih dianggap sangat superior. Kini, era internet membuat sebagian besar mereka terlihat lebih bodoh dari diriku. Lalu jika mutu bacaan, secara intelektual, dan inovasi atau penemuan, orang Indonesia bisa. Kenapa kita masih tertinggal? Karena budaya, sistem, nilai, dan lainnya.

Kembali ke Goodreds.

Goodreads kelak akan mempermudah diriku melakukan list buku apa saja yang ingin aku baca dan yang sedang dan sudah aku baca. Jadi aku tak khawatir lupa dengan apa yang pernah aku sentuh, nikmati, dan inginkan. Kok seperti?

Abaikan.

Sejujurnya, aku laki-laki jahat yang susah disukai seseorang. Jika ada kalian yang menyukaiku. Oh, mungkin kau orang gila yang punya sedikit kesamaan dengan diriku.

Ada kalanya, aku lebih menyukai buku-buku dari pada manusia. Dan Goodreads menunjukkan betapa banyaknya buku yang aku cintai dibandingkan orang yang aku cintai.

Yah, karena orang hanya datang dan pergi. Mudah menjadi musuh. Mudah membenciku tanpa mau tahu semua perasaan dan pikiranku. Maka, aku lebih banyak berteman dengan buku dari pada manusia.

Apakah aku anti sosial? Oh tidak. Hanya saja banyak manusia hanyalah teman sekilas. Dan mudah terlupakan. Dibandingkan ribuan buku yang aku baca dan ingat.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
PSIKOLOGI, PSIKOTERAPI, DAN MASALAH LAINNYACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang