GURU KITA SUDAH TAK BERGUNA

589 47 43
                                        

Apa fungsi guru hari ini? Entahlah. Sejujurnya hari ini aku juga makin tak tahu fungsi guru itu apa. Terlebih bagi anak perkotaan yang bersekolah di sekolah mentereng, nasional paling elite, atau sekolah-sekolah swasta dan negeri yang anak-anaknya lebih banyak les dari pada diajar guru di sekolahnya masing-masing. Atau mungkin, Zenius harus perlu membuat sekolah khusus di internet dengan ijazah asli agar kebanyakan murid di Indonesia benar-benar berbondong-bondong cabut dari sekolah mereka masing-masing.

Untuk apa lagi belajar di kelas dengan seorang guru? PPKN? GEOGRAFI? SEJARAH? Oh, itu semua sudah ada di Google dan toko buku! Oh Pak Guru, pensiun sajalah! KIMIA, FISIKA, BIOLOGI, MATEMATIKA dll? Oh, sudah ada banyak tempat les privat yang lebih mudah dipahami dari pada penjelasan antah berantah guru di dalam kelas. Itu pun jika ditanya seringkali memasang tampang seram dan susah dibantah. Lalu untuk apa lagi seorang guru? Apa masih penting?

Lagian sebentar lagi guru matematika sudah tak berguna. Ini juga berarti guru biologi, kimia, fisika, dan kelas sains tradisional juga sudah tak penting. Internet, gadget, komputer, dan robot pintar, sebentar lagi sudah bisa menjawab sebanyak atau bahkan lebih banyak dari pada guru. Ditambah bonus tanpa dimarahi dan dikurangi nilai kalau agak sedikit dinilai berani.

Lalu buat apa para siswa-siswi hari ini berbondong-bondong masuk fakultas-fakultas yang sebentar lagi cepat usang itu? Apa pentingnya sarjana matematika jika kelak ada mesin kasir otomatis, handphone serba bisa menjawab rumus matematika sulit, dan komputer yang otaknya lebih cepat dari pada matematikawan paling jenius sekalipun. Dan ketidakbergunaan seorang guru makin jelas saat murid-murid lebih banyak belajar dari Google, Youtube, dan Wikipedia.

Untuk apa belajar pendidikan agama kalau ada aplikasi tafsir, kitab suci, dan aplikasi berisikan sejarah agama-agama beserta ritual-ritualnya? Untuk apa sekolah masih dibuka, jika internet dan komputer semakin jauh lebih pintar dari pada manusia yang disebut pengajar atau pendidik? Di mana internet memiliki jutaan situs dan berita siap kita lahap dengan mudah sambil tiduran tanpa harus mendengarkan guru yang mengoceh dengan otak yang gagal berkembang itu.

Guru-guru PAUD, TK, dan SD mungkin masih bertahan agak lama mengingat mereka mengajari anak-anak yang butuh bimbingan dan mengarahkan mereka bagaimana caranya menulis, membaca dan lainnya. Tapi untuk anak SMP dan SMA yang setiap hari selancar internet, guru gunanya untuk apa? Saat anak-anak sekolah sudah bisa mendapatkan akses ke informasi umum apa pun. Guru sudah menjadi tak penting lagi. Dan anehnya kita masih dipaksa sekolah, bayar guru tak becus yang gagal saing sama Wikipedia dan Google dan masuk nyaris setiap hari yang pelajaran biologi bisa dipelajari di BBC, Nat Geo, ditambah buku dan les. Tidakkah itu sudah cukup?

Kian hari anak-anak modern yang tercerahkan dengan handphone makin tahu dan paham bahwa sekolah sebenarnya nyaris tak berguna. Dalam artian sekolah tradisional hari ini. Kecuali suasana kelas memang sangat maju dan pengajar ramah, up to date, dan tentunya, terbuka dengan berbagai macam hal baru. Kalau masih gaya lama, les privat atau home schooling selama dua tahun penuh saja jauh lebih cukup. Atau sekolah alam dan alternatif lainnya yang jauh lebih menyenangkan.

Anak sekolahan hari ini tak ubahnya pekerja pabrik yang berangkat pagi pulang sore. Tak dibayar malahan bayar. Ini aneh. Masih dapat tugas dan besok mungkin takut dimarahi. Dan gurunya, serba kaku dan enggan menjelaskan. Guru menyenangkan dan baik masih ada. Tapi sayangnya seringkali tinggal hitungan jari.

Jadi, anak-anak yang berkembang terlampau cepat kadang bingung guru gunanya apa. Sementara anak yang lambat menyerap pelajaran diabaikan dan dianggap hama mengganggu. Bukannya ditolong agar bisa dan diperhatikan lebih. Malah didiskriminasi dan diacuhkan. Lalu guru untuk apa? Pajangan? Maunya hanya dibayar? Cari enaknya sendiri?

Untuk apa ada guru bahasa Inggris jika kita lebih bisa berbahasa Inggris lewat lagu, film, Youtube, Google, aplikasi Google Play, dan les? Apa gunanya guru bahasa jika pelajaran bahasa beserta cara pengucapan dan kebudayaannya semuanya ada di internet?

Baiklah. Ke inti persoalan. Apa gunanya guru di abad mendekati pertengahan abad 21? Masih pentingkah guru dengan sekolah model kunonya? Membuat anak-anak yang hidup di era internet dipaksa sekolah dengan cara yang keterlaluan membosankan dengan ilmu pengetahuan terlambat.

Ah, mungkin, sekolah mengajari kita untuk stress dan gila lebih awal. Mungkin itulah alasannya sekolah model kuno masih luas dipertahankan di Indonesia. Dan tentunya, agar PNS masih bisa bayar rumah, cicilan mobil, dan hidup cukup enak dari hasil gilanya anak didiknya.

Oh, apa gunanya guru hari ini? Pertanyaan yang makin berat untuk dijawab serius. Karena kenyataannya, banyak guru kita sudah benar-benar tak lagi berguna.

PSIKOLOGI, PSIKOTERAPI, DAN MASALAH LAINNYACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang