KLATEN: HUTAN KOTA SUNGKUR

191 9 0
                                        

Bersandar di bawah pohon tanjung yang besar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bersandar di bawah pohon tanjung yang besar. Melihat daun-daun berguguran. Angin menggoyangkan dedaunan, ranting, dan pucuk pohon. Menyaksikan seekor merangkak di kakiku. Mendongak ke atas. Ke pucuk-pucuk pepohonan yang sedikit meliuk oleh deraan angin.

Ini adalah hutan kecil. Sangat kecil. Tapi entah mengapa terasa damai. Tak ada seorang pun di dalamnya kecuali diriku. Dan aku menikmatinya.

Ada pohon mahoni. Pohon angsana. Pohon preh. Pohon asam. Pohon jati. Pohon ketapang. Pohon waru? Pohon mangga. Dan banyak lainnya.

Suara motor berlalu lalang. Beberapa ekor laba-laba dengan jaring-jaringnya yang mencolok, memenuhi dedaunan pohon sawo kecik. Dan dedaunan kering dengan berbagai macam rupanya terserak di seluruh lantai hutan, yang sejujurnya hampir lebih seperti perkarangan dari pada hutan itu sendiri.

Aku memandangi buku yang aku bawa, My Natural History karya Simon Barnes. Lalu mulai membaca. Menikmati beberapa menit di tempat ini. Menikmati duniaku.

Setelah menikmati beberapa halaman isi buku dan sangat setuju dengan Simon Barnes bahwa tempat yang sangat menyenangkan berada di luar sekolah. Seekor burung melintas cepat di depanku sambil bercicit berisik. Kupu-kupu berwarna hitam mengepakkan sayapnya dengan tenang dan lembut. Daun-daun kering masih berjatuhan. Bayangan pepohonan terasa memikat. Aku pun mulai bangkit. Menghirup udara yang begitu segar di tengah kota kecil yang tertata cukup rapi. Lalu melanjutkan perjalanan.

PSIKOLOGI, PSIKOTERAPI, DAN MASALAH LAINNYACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang