Esai-esai yang aku tulis ini, lebih berkaitan dengan dunia psikologi dan bagaimana kita keluar dari jeratan hidup yang menekan. Di sini kau akan menemukan bagaimana memilih psikiater atau psikolog sebelum memutuskan pergi ke klinik mereka. Bagaimana...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
bunuh diri adalah hak. mengakhiri hidup di tangan sendiri adalah kebebasan untuk berkata cukup terhadap kehidupan kita dengan alasan masing-masing. mitos mengenai hidup lama dan memperjuangkan hidup sampai usia tua di abad globalisasi dan krisis lingkungan nyaris tak berlaku. semakin lama kamu hidup semakin banyak kamu melakukan kerusakan setiap harinya. tapi mari abaikan hal itu sebentar. yang jauh lebih penting adalah, apa hak mereka untuk menghakimi kami atas pilihan kami mengakhiri hidup? apakah mereka membantu kami saat di rumah sakit? apakah mereka membantu kami ke psikiter dan membiayai pengobatan kami? apakah mereka dengan rela hati dan dengan sabar menenangkan kami saat depresi dan kambuh itu terjadi? apakah mereka pernah siap saat kami menggila? apakah orang banyak yang sok moralis itu pernah mendekati kami dan membantu kami secara nyata demi mengurangi penderitaan kami? tidak. tentunya seringkali tidak. tak ada bukti foto mereka mendampingi kami bertahan hidup. tak ada bukti video mereka merelakan waktunya untuk menghibur kami. tak ada bukti percakapan bahwa mereka bertahan terhadap kami saat kami kambuh dan menggila dan masih bijak setelah kami melalui semua kegilaan itu. lalu apa alasan mereka berkata bahwa kami pengecut, tak bermoral, tak bertuhan, tak tahu diuntung dan banyak cemoohan lainnya yang ditunjukkan kepada kami padahal mereka sendiri nyaris tak membantu kami sama sekali? kegilaan macam apa itu, yang bahkan melebihi kegilaan kami dalam dunia medis psikologis? orang-orang bisa berkata bijak dan menyentuh soal kehidupan dan menuntut agar kami terus hidup dan memperpanjangnya dengan perasaan tak tahu malu yang sangat ekstrim bahwa setiap menit yang kami lalui adalah neraka dan kengerian. lalu, saat kami memutuskan berkata cukup saat semua orang menutup mata dan yang ada hanya sekedar mulut sok bermoral. akhirnya, tak ada guna lagi berdebat dengan orang yang lebih gila dan lebih bodoh dari pada kami. ya, saat orang semacam kami yang ingin bunuh diri dicemooh dan tak dibantu. maka para pencemooh kami itu jauh lebih gila dari pada kami yang seharusnya disebut gila.
catatan: aku akan menulis ini bagi mereka yang merasa bahwa kehidupannya sudah tak layak lagi untuk dipertahankan. mereka yang tengah dilanda gangguan jiwa parah, depresi berkepanjangan, tak menikmati hidup, dan menderita secara terus-menerus. mereka yang sudah mencoba berbagai macam cara untuk bertahan hidup tapi pada akhirnya gagal. buku kecil ini untuk kalian. dan di wattpad milikku, akan ada ruang baru untuk tema ini.