Memiliki kekasih yang sangat terkenal di abad hari ini benar-benar menakutkan. Kau harus mati-matian untuk tetap membuatnya nyaman bersamamu di saat dia tengah dikagumi, dicintai, dipuja, dan diincar oleh luar biasa banyaknya orang. Bahkan banyak yang berharap kalau pacarmu putus dengan dirimu atau paling tidak, selingkuh di belakang dirimu. Mungkin hari ini kamu tak menyadari atau mengabaikannya. Tapi coba bayangkan, saat pacaran yang seharusnya adalah hubungan yang sangat intim antar dua manusia di mana kita saling bertukar rahasia, memunjukkan inner beauty kita sampai pada hubungan intim (seks) sampai sekedar hal yang mungkin paling krusial, yaitu saling menunjukkan ketampanan, keseksian, kecantikan, tubuh indah dan kuat kita hanya untuk pasangan kita, yang mana agar membuat dia makin mencintai kita dan kita juga merasa senang saat membuat orang yang kita cintai bahagia.
Tapi cobalah pikirkan, apa jadinya jika pasangan kita telah terlanjur menjadi milik publik dan terus-menerus menjadi milik publik? Jika dia ingin jadi artis terkenal, atau pekerjaannya sebagai seorang model yang memang berisiko harus menunjukkan diri, tubuh, keseksian, kecantikan, ketampanan dan lain sebagainya itu di dunia internet, aplikasi atau media sosial. Itu cukup wajar. Tapi jika dia tak berprofesi sebagai artis dan model, maka, ini cenderung agak berbahaya karena ini abad-21.
Untuk siapa sebenarnya kekasih kita terus-menerus memajang foto-fotonya di instagram, facebook, path, dan aplikasi sosial lainnya? Dan hampir semua isinya hanya ada foto yang memamerkan tubuh, kulit, wajah, dan hampir semua yang dia punya, yang seharusnya hanya untuk diri kita saja? Pernahkah kita bertanya, sebenarnya untuk siapa dia ingin tampil cantik dan tampan? Seksi dan menawan? Untuk siapa? Apakah diri kita tidak cukup memuaskan rasa ingin dipuja dan diperhatikan miliknya itu sehingga dia tidak puas menunjukkannya hanya pada kita? Atau pada dasarnya memang kita hanyalah sosok yang serba kurang bagi dirinya tapi dia tak pernah mau mengakuinya secara langsung hingga akhirnya dia mencari perhatian dunia yang lebih luas? Ataukah kita memang bukan sosok yang tepat dan tak memuaskan untuknya sehingga segala yang kita lakukan dan kasih sayang yang kita miliki tidaklah cukup untuk dirinya?
Untuk siapakah sebenarnya kekasih kita menunjukkan foto-foto dirinya di instagram, videonya di youtube, dan lain sebagainya sampai terlalu seringnya padahal di dunia ini masih banyak hal yang bisa diposting dari mulai foto alam, pekerjaan, sekolah, benda-benda sekitar, binatang, dan banyak lainnya. Untuk siapa dia memajang semua foto dirinya itu? Kita harus mulai bertanya dari sekarang karena hal ini sangatlah penting dan akan memengaruhi hubungan pacaran atau pernikahan di kemudian hari. Diselingkuhi, diputus tanpa sebab, atau perceraian bisa menjadi kasus yang mudah datang jika salah satu pasangan kekasih menjadi milik publik dan dipuja-puja orang banyak jika dia memang bukan tipe yang punya pendirian kokoh dan setia. Hampir semua laki-laki dan perempuan cantik ingin mengenalnya dan ingin dekat dengan dirinya lewat komentar, dm, chat, dan bahkan teman dan kolega kita sendiri mungkin saja diam-diam juga ikut mengagumi dan memperhatikan. Akan sangat menyakitkan memiliki kekasih atau pasangan hidup yang ternyata diam-diam dia berhubungan dengan banyak orang walau bukan pacaran tapi cukup mesra saat sudah memiliki kita. Dan saat tengah bermasalah dengan diri kita, dia lari ke orang lain untuk ditenangkan dan dihibur karena memang memiliki banyak kenalan lawan jenis yang memang tengah mengincar dia. Bagaimanakah perasaanmu? Ini adalah era internet saat hubungan cinta terlampau mudah ditelikung orang lain hanya lewat media sosial.
Gejala psikologis di abad ini adalah perasaan tidak kokoh, gelisah, dan keinginan untuk diperhatikan, dan dipuja terus-menerus. Banyak dari kita ingin dianggap sebagai orang penting dan dilihat oleh banyak. Tapi ini bukan berarti kita harus terus-menerus memamerkan tubuh kita ke publik secara luas setiap harinya. Kita masih punya hal lainnya selain tubuh; otak kita, kreativitas kita, buku-buku, perjalanan kita, aktivias dan benda-benda di sekitar kita, kuliner, sepeda, kendaraan, boneka, alam, binatang peliharaan, cafe, bioskop, galeri seni, atau apa pun yang tidak melulu memamerkan tubuh. Seolah-olah kita ini orang yang kurang percaya diri dan tak akan dianggap jika kita hanya memamerkan dunia di sekitar saja. Kita akhirnya terlalu bergantung dengan tubuh kita untuk diperhatikan orang lain yang berarti kita merendahkan banyak hal lainnya yang kita miliki. Kita ini manusia yang memiliki banyak hal, yang tidak hanya sekedar tubuh dan tubuh saja. Apakah kita terlampau tak percaya dirinya dengan apa-apa yang kita miliki? Apakah kita pernah berpikir dengan pasangan kita dan perasaannya saat tubuh kita yang seharusnya hanya dilihat oleh dirinya kini dikonsumsi banyak orang setiap hari? Apa jadinya, jika kekasih kita nantinya juga ikut-ikutan dengan apa yang kita lakukan? Apakah kita akan cemburu, marah, khawatir, takut dia bakal diambil orang dan merasa jengkel dan bahkan marah karena terlalu populer dan banyak orang ingin mengenalnya atau bahkan memilikinya?
KAMU SEDANG MEMBACA
PSIKOLOGI, PSIKOTERAPI, DAN MASALAH LAINNYA
NonfiksiEsai-esai yang aku tulis ini, lebih berkaitan dengan dunia psikologi dan bagaimana kita keluar dari jeratan hidup yang menekan. Di sini kau akan menemukan bagaimana memilih psikiater atau psikolog sebelum memutuskan pergi ke klinik mereka. Bagaimana...
