TERAPI KESEDIHAN. Itulah yang sangat sering aku lakukan. Terapi bersedih, sesedih-sedihnya. Menumpahkan semua perasaan sedih, layu, sakit, kecewa, dan semua hal yang dianggap negatif menjadi sebuah kegiataan bersedih sedalam-dalamnya. Tapi, tidakkah ini buruk? Tolol? Dan malah membuat seseorang tambah sakit dan susah beranjak dari kesedihan?
Terapi ini khusus untukku. Khusus bagi beberapa orang yang juga sedikit atau banyak mirip diriku. Sejujurnya dalam dunia kuno sampai modern, melampiaskan segala kesedihan dan kehilangan dalam kesedihan seharian penuh, adalah sejenis obat atau pelepas dari tekanan atau kebohongan diri bahwa kita kuat. Dengan bersedih dan terus bersedih. Kita mengeluarkan beban kesedihan itu agar tidak menumpuk. Biasanya, kita sering mendengar seseorang atau dari diri kita sendiri berkata, "Menangislah. Tak apa. Menangislah."
Terapi kesedihan berguna untuk mengeluarkan semua tekanan itu entah akibat sok kuat, malu, atau gengsi terhadap diri sendiri atau orang lain. Dalam terapi kesedihan, fokus utama adalah melepas, merelakan, merenungi, dan menjadi lebih bijak setelah kesedihan itu kita alami. Atau kalau untukku, aku menikmati.
Dalam menikmati kesedihan, aku bisa menjadi seorang yang lembut, rapuh, sekaligus agak berbeda. Menciptakan lagu. Menulis puisi yang lembut. Atau memandang dunia dengan cara yang lain. Kesedihan membantuku menciptakan dan membayangkan banyak hal. Asalkan aku tahu kata cukup dan berhenti. Tidak terseret masuk terlalu jauh ke dalamnya hingga mengacaukan diriku yang setiap hari sudah berada dalam tahap depresi karena bipolar.
Untuk mengekspresikan kesedihanku. Aku menenggelamkan diri dalam kamar gelapku. Membisiki diri dengan lagu-lagu sedih. Film-film sedih. Buku-buku yang melankolis atau lembut. Semua yang mengarah pada kesedihan, membuat diri merasakan kesedihan yang sedikit menenangkan.
Menikmati kesedihan adalah caraku melepaskan kesedihan itu sendiri. Terapi yang membuatku masih bisa bertahan sampai hari ini.
Apakah kesedihan itu buruk? Ya dan tidak. Jika tak ada kesedihan dalam diri kita, mungkin kita bukanlah manusia. Kesedihan adalah hal yang wajar. Sangat wajar. Kita memerlukannya untuk hidup. Tapi, kesedihan yang akut juga tidaklah baik. Kesedihan yang sepanjang hidup adalah bukti ada yang salah dari hidup kita. Atau kita begitu berbeda dengan masyarakat yang ada di sekitar kita.
Tapi setidaknya, terapi kesedihan adalah cara yang baik bagi diriku dan mungkin beberapa orang. Menikmati dan menenggelamkan diri dalam kesedihan. Lalu bangkit untuk menyelesaikan apa yang ingin diselesesaikan.
Terapi yang aneh. Tapi sangatlah berguna.
KAMU SEDANG MEMBACA
PSIKOLOGI, PSIKOTERAPI, DAN MASALAH LAINNYA
Kurgu DışıEsai-esai yang aku tulis ini, lebih berkaitan dengan dunia psikologi dan bagaimana kita keluar dari jeratan hidup yang menekan. Di sini kau akan menemukan bagaimana memilih psikiater atau psikolog sebelum memutuskan pergi ke klinik mereka. Bagaimana...
