SOAL CINTA, WAHAI PEREMPUAN, JADILAH PEREMPUAN AGRESIF!

675 42 14
                                        

Banyak perempuan hari ini mengeluh tidak ada orang yang mencintai dan mau mengerti mereka. Faktanya di lapangan, terkadang sangat banyak orang yang mencintai mereka dan ingin dekat dengan mereka. Tapi kalau alasan bahwa mereka tidak suka dan menghindari para pecinta yang tak dinginkan itu. Itu wajar. Tapi saat dia sudah suka denganmu dan kamu sendiri suka dengannya, tunggu apa lagi?

Terjebak malu? Perasaan tak enak? Takut nanti gimana? Atau takut bakal sakit? Ya Tuhan kambing, ini sudah zaman modern! Jika kamu tidak memulai, kapan? Tidakkah saat orang yang kamu suka dan cintai akhirnya memilih orang lain karena kamu sendiri yang memilih mundur dan menjadi pengecut. Tidakkah itu sama-sama menyakitkannya? Takut putus di tengah jalan? Hah? Saat kalian ditinggal oleh orang yang kalian cintai walau itu belumlah pacaran. Tidakkah itu juga sama saja putus di tengah jalan?

Perempuan harus belajar untuk sedikit agresif dan memantapkan cinta dan perasaan mereka kepada orang yang jelas-jelas juga suka kepada dirinya. Kalau masih menunggu karena alasan ini itu. Tunggulah dia diembat perempuan lain yang sebentar lagi lewat. Baru rasa nanti kamu!

Urusan hati, perempuan itu seringkali ribet. Itulah sebabnya mereka mudah kecewa dengan para laki-laki dan bahkan teman sesama perempuan sendiri. Terlebih kepada sesama perempuan. Entah di dalam kelas, teman kerja, atau sahabat sendiri. Masalah sedikit saja bisa buat mereka saling menjabak rambut, meneror, membenci tingkat surga ke seratus.

Apa lagi kalau sama-sama suka satu laki-laki yang sama. Asal mulanya sahabat bisa jadi bermusuhan seumur hidup. Padahal belum ada yang status pacaran. Tapi kalau sahabat sendiri, suka sama laki-lakimu, ya sudah, lemparkan saja sahabat tak bergunamu itu ke laut seberang. Apa tak ada laki-laki lain sehingga harus memakan milik teman sendiri? Kalau ada yang seperti itu, aku sarankan langsung masukkan saja dia ke tong sampah segera.

Perempuan harus berani mempertahankan pasangan dan orang yang dia cintai karena ini menyangkut masalah kesehatan jiwa dan ketenangan diri kita sampai bertahun-tahun ke depan. Kekasih dan suami itu layaknya psikolog gratisan buatmu. Yang ada untukmu selalu. Mau memanjakanmu. Saat kamu mengeluh, cemburu, atau ngambek. Dia tak akan marah atau akan lebih berusaha untuk mengertimu. Dan kamu tak bisa minta itu ke status teman biasa! Kecuali teman tapi mesra. Itu sebenarnya sama saja dengan pacaran tapi hanya dengan status yang menggantung.

Saat kamu jatuh cinta dengan seseorang. Kamu bisa berbuat apa saja untuk menarik perhatiannya. Dan pastinya takut, jika dia pergi, dimiliki orang lain, atau mengacuhkanmu. Kamu bisa sangat sedih dan ingin marah saat kamu diabaikan atau tak ditemani. Dan kamu bisa menangis dan mengurung diri sendiri saat orang yang kamu cintai ternyata tak mencintaimu atau tak ingin lagi memerhatikanmu. Itu sangatlah berat bagi hati seorang perempuan.

Itulah sebabnya, beranilah. Jadilah lebih agresif. Oi, ini zaman modern! Saat para laki-laki sudah membuka pintu kenapa kalian tetap menutupnya dan marah besar saat dia akhirnya pergi?

Mungkin ini aneh dan banyak perempuan tak mau mengakuinya. Ya karena entah kenapa, banyak perempuan merasa malu dengan cinta mereka. Malu mengakui perasaan mereka. Dan malu untuk menunjukkan cinta yang mereka miliki.

Di zaman hari ini kok malu dan malu soal urusan cinta. Ya sudahlah. Biarkan laki-laki itu milik perempuan lain saja. Tak apakan?

Dan masalah lainnya, soal moral. Ya kita ini terlalu banyak bermoral dan moralis kebangetan. Jika seorang perempuan ingin menunjukkan rasa cintanya dengan mendatangi rumah seorang laki-laki atau mendatangi tempatnya yang berbeda kota. Jika itu keinginannya sendiri. Apa salahnya? Jika dia ingin memamerkan tubuhnya yang seksi dan mulus untuk orang yang dia cintai, apa yang salah? Banyak perempuan yang suka dipuji soal tubuh, penampilan, dan keindahan diri mereka. Terlebih saat menunjukkan hal itu ke orang yang dicintainya. Itu rasanya berbeda. Berkali-kali lipat kesenangan dan kebanggaan. Apa lagi saat dipuji. Jika perempuan ingin berbicara lebih terbuka soal perasaannya, apa yang salah? "Aku cinta kamu! Pokoknya aku cinta kamu! Aku tak peduli jika kamu tak cinta aku untuk saat ini. Atau kamu mencintaiku tapi takut menerimaku karena kita beda agama, dari keluarga yang statusnya berbeda atau orang tuaku tidak menginginkanmu. Aku tak peduli. Asalkan bisa denganmu saja aku sudah senang. Asal kau tidak menghindariku dan masih seperti biasa. Itu sudah cukup."

Dan, apa salahnya berbicara jujur semacam itu?

Banyak perempuan terlalu takut dengan cinta yang ada di depan mata mereka. Cintai itu hanya tinggal diraih. Hanya butuh sedikit keberanian untuk mendapatkannya. Kenapa harus malu, takut, atau bahkan mundur ke belakang?

Jika urusan cinta. Jadilah perempuan yang lebih agresif. Karena mencari cinta hari ini sangat lebih susah dari pada mencari harta dan kedudukan sosial. Atau, kalau kamu siap laki-laki yang kamu cintai diambil orang. Ya tak apa. Asal jangan nanti menangis di akhir kisah saja.

Mengerti?

PSIKOLOGI, PSIKOTERAPI, DAN MASALAH LAINNYATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang