Hanya tiga jam saja di luar, tubuhku sudah kacau. Panas. Dan kepalaku begitu berat.
Aku tengah mengurusi pembuatan laporan mengenai penipuan yang aku alami lewat media sosial. Tapi kini, saat aku membuat laporan kasar dengan gaya bahasa yang konyol dan perlu dibenahi. Sesampainya di kamarku setelah berjuang di tengah jalanan yang begitu panas. Aku berpikir, untuk apa? Tubuhku sudah tak diajak untuk pergi keluar. Ke kantor polisi juga akan sangat melelahkan. Juga untuk apa?
Itua hanyalah uang sepele. Nyaris tak penting. Bagi orang kaya itu hanyalah sejenis tai atau hasil berak mereka. Yang jatuh di jalan atau dimakan rayap pun tak perlu dipermasalahkan.
Kurang dari satu juta. Itu bukan uang. Itu hanyalah cemilan. Mereka yang tak pernah miskin dan terbiasa kaya sejak lahir. Tak pernah sama sekali merasakan hari-hari tanpa uang dan nyaris tak bisa makan. Semuanya serba tercukupi. Satu juta bukanlah uang. Tapi hasil dari kerja keras dari didik keluarga elite yang serba tercukupi.
Aku lelah hari ini. Tak ada yang bisa diajak bicara. Dan untuk apa melapor? Tak penting. Lebih baik aku tidur. Mengisap kegelisahanku sendiri.
Biarlah si brengsek penipuku itu tetap di sana. Tak penting. Semuanya tak pebting
KAMU SEDANG MEMBACA
PSIKOLOGI, PSIKOTERAPI, DAN MASALAH LAINNYA
No FicciónEsai-esai yang aku tulis ini, lebih berkaitan dengan dunia psikologi dan bagaimana kita keluar dari jeratan hidup yang menekan. Di sini kau akan menemukan bagaimana memilih psikiater atau psikolog sebelum memutuskan pergi ke klinik mereka. Bagaimana...
