Dunia tanpa musik? Aku tak bisa membayangkan hal semacam itu. Musik telah menjadi keseharianku. Menenangkan diriku. Bahkan mirip seperti candu yang tak mungkin terpisahkan dari kehidupanku.
Dari pagi hingga pagi lagi, musik dengan berbagai macam lagu, membantu menahan gejolak kejiwaanku. Membuatku menjadi lembut dan menghilangkan kecemasanku yang datang setiap hari. Bagiku sendiri, musik adalah terapi seumur hidup. Keberadaannya begitu sangat penting dan menentukan. Dunia tanpa musik? Mungkin aku akan gila lebih cepat.
Bisa dibilang aku pengagum Chopin dan Schubert. Ya, musik klasik instrumental. Itulah kesukaanku selain musik modern. Lizt, Paganini, Mozart, Beethoven, Bhrams, dan banyak lainnya. Tapi entah mengapa aku selalu saja kesusahan mencerna Wagner. Walaupun begitu, mendengarkan musik-musik semacam itu saat di perjalanan, sambil membaca buku, hingga saat tidur, membuatku begitu hidup.
Dalam dunia psikologi, musik adalah seni terpenting di mana para genius besar hingga orang-orang awam pun, hari ini, nyaris kesusahan hidup tanpa musik. Musik bersifat menenangkan dan digunakan sebagai terapi yang sangat penting. Sama pentingnya dengan terapi cahaya, bicara atau asosiasi, terapi aroma dan banyak lainnya. Selain musik klasik, nyaris setiap hari aku mendengarkan musik instrumental modern atau gubahan musik klasik yang benar-benar luar biasa. Tanpa musik-musik instrumental yang benar-benar bagus, menyentuh titik penting dalam jiwaku, mungkin rasanya benar-benar hampa. Musik-musik modern dan indie seperti Efek Rumah Kaca, Dialog Dini Hari, Tigapagi dan yang lebih internasional, hanyalah sebagian kecil yang bisa aku nikmati dan dengarkan. Tapi musik klasik dan instrumental benar-benar berbeda. Keberadaannya benar-benar indah.
Tapi jika menyangkut terapi dan kesukaan, orang boleh menyukai musik apa pun. Terlebih dalam psikologi, semua orang itu unik dan berbeda. Mau dia mendengarkan musik pop, dangdut, punk, rock, hingga keroncong, Jepang, dan bahkan Korea pun, tak ada yang salah dengan itu semua. Jika ada beberapa di antara kalian dicemooh karena sangat menyukai K-POP, berarti pencemoohmu tak begitu mengerti psikologi dan perbedaan individu manusia. Aku sendiri adalah Generasi Y yang begitu terpaut dengan musik-musik Jepang. Beberapa orang lainnya mungkin lebih dekat dengan musik Latin atau Arab. Tak ada yang salah dengan itu semua jika menyangkut apa yang kita sukai, kita dengarkan, dan membuat kita senang, nyaman, dan bahagia.
Memang, di dunia ini selalu saja ada hierarki atau tingkatan kualitas. Dari buku, kecerdasan, karya seni, hingga musik. Tapi jika menyangkut selera pribadi tanpa menyoal kualitas yang dianggap tinggi karena alasan intelektual, kebaruan dan penciptaan. Semua orang boleh mencintai musik apa pun yang dia cintai. Dan K-POP yang dianggap menjijikkan akhir-akhir ini, memiliki banyak hal yang luar biasa bila kita mau merenungkannya. Korea memiliki sejarah yang tak kalah hebatnya dengan Jepang walau sedikit terlihat agak rapuh. Perjuangan dalam ranah musik di Korea juga begitu ketat dan gila. Totalitasnya juga mengagumkan. Walau aku tak menyukai musik Korea karena lebih sebagai generasi yang menyukai musik Jepang. Dalam banyak segi, musik pop Korea terlihat lebih maju dari pada musik pop tanah air. Jika orang mampu melihat, dia akan mengerti apa yang aku katakan.
Apa pun musik yang kamu dengar, itu adalah terapi yang begitu penting bagi kehidupanmu. Dunia tanpa musik membuat kita nyaris gila di dunia modern semacam sekarang ini. Terlebih tanpa musik yang kita sukai.
Jika kamu suka musik instrumental yang lebih modern, tiga tahun terakhir ini, aku selalu mendengarkan musik-musik yang mungkin kalian bisa dengarkan dan jadikan dunia baru untuk menenangkan diri. Bagi kalian yang menyukai musik klasik sepertiku, aku yakin, akan ada banyak yang bakal kalian suka. Aku akan membuat 10 list musik instrumental yang aku sukai, yang bisa kalian coba cari dan dengarkan lebih dulu di Souncloud atau bisa langsung mencari bentuk mp3-nya di Google:
1. CHAD LAWSON
Dua album Chad Lawson yang paling aku sukai dan semua isinya sangat bagus adalah The Chopin Variations dan Dark Conclution: The Lore Variations. Bagiku sendiri dua album yang aku sebutkan ini benar-benar indah. Tapi jika kamu ingin menikmatinya, maka aku sarankan lebih dulu mendengarkan beberapa lagu yang paling aku sukai, seperti Nocturne in F Minor-Op. 55, No. 1, dari album The Chopin Variations. Lagu paling indah, menyayat, dan paling aku sukai. Dengarkanlah, kamu pasti akan menangis dan menjadi terasa rapuh. Setelah itu, kamu bisa mendengarkan lagu apa pun dari album ini seperti Waltz in A minor, Op. 34, No. 2 dan Prelude E Minor Op, 28. No. 4, dan lainnya.
Dari album The Lore Variations, aku sarankan lebih dulu mendengarkan judul seperti Paper Shadow, yang menjadi inti dari album ini. Karena begitu sukanya, aku seringkali memutarnya berulang-ulang. Lalu kamu bisa beralih dengan judul lainnya seperti Islands, Ash, Delicate, Hidden Beneath, dan Higher. Semuanya aku jamin sangat menyentuh dan indah. Beberapa di antaranya seringkali membuatku menangis. Cobalah cari dan dengarkan sendiri.
2. ILYA BESHEVLI
Hampir setiap hari aku mendengarkan lagu-lagu milik Ilya Beshevli. Musiknya membuatku begitu tenang sekaligus rapuh. Dan untuk mengawali dunia milik Ilya, karena begitu banyaknya pilihan lagunya, aku sarankan lebih dulu mendengarkan Compassion dari album Night Forest. Setelah itu dari album lainnya seperti lagu Snow Waltz.
Untuk mempermudah menikmati Ilya Beshevli, cobalah dengarkan judul-judul ini: Covenant. Bespokojnenoe Serdce. Calm Night. Crane are Flying. Deja Vu. Wanderer. Night Forest. Tears of Tiger, dan banyak lainnya.
Aku yakin di antara itu semua, akan ada yang bakal kamu sukai. Aku sarankan lebih dulu memutar Deja Vu. Begitu menyentuh.
3. ADHAM SAFENA
Journey adalah lagu yang nyaris setiap hari aku putar. Lagu ini begitu khas dan khusus. Beberapa di antara kalian mungkin tak begitu menyukainya karena bernuansa ketimuran. Tapi cobalah lebih dulu. Benar-benar memikat kalau kamu mampu sampai selesai mendengarkannya. Setelah itu dengarkanlah, Coral Tree dan November kemudian beralih ke lagu Adham Safena yang lain-lain.
4. LUDOVICO EINAUDI
Dengarkanlah lagu berjudul Experience lebih dulu. Aku jamin kamu pasti akan menyukainya karena aku juga sangat menyukainya. Setelah itu kamu bisa beralih ke lagu seperti Sarabande, Corale Solo, atau The Dark Bank of Clouds. Atau carilah yang lainnya yang sesuai seleramu.
5. FABRIZIO PATERLINI
Di perangkat elektronikku, Chad Lawson, Ilya Beshevli, dan Fabrizio Paterlini-lah yang paling banyak aku miliki. Judul lagunya begitu banyak dan melimpah. Tapi jika menyangkut Fabrizio, aku sarankan lebih dulu untuk mendengarkan Historiette 5. Lagu awal pertemuan dengan Fabrizio dan begitu seringnya aku putar saat menjelang tidur dan di perjalanan antar kota. Aku jamin indah. Setelah itu, unduhlah satu album penuh yang berjudul Autumn Stories.
Kamu juga bisa mencoba mendengarkan lagu-lagu seperti Historiette 2, While Everything Burns, Theres a Light We Might See, atau Movie Theme.
6. SIMEON WALKER
Sejauh ini, hanya satu lagu yang paling aku sukai dari Simeon Walker yaitu O Come, O Come, Emmanuel. Begitu menenangkan, lembut, indah dan menyentuh. Mendengarkan lagu ini, terasa beban emosional menjadi lebih ringan dan perasaan begitu halus. Kamu harus mendengarkannya!
7. DIRK MAASSEN
Langsung saja dengarkan lagu berjudul To the Sky atau Like the Wind. Beberapa lagu paling kuat dari Dirk Maassen. Kamu juga bisa meneruskannya dengan judul-judul lain seperti Solstice De Ete yang membuatmu terasa jatuh lebih dalam ke kesedihanmu. Atau bisa juga Maassen Onz, Homeland dan lainnya. Tinggal pilih dan cari sendiri. Tapi To the Sky-lah yang paling aku sukai.
8. Alexander Desplate
Mencari versi mp3 Alexander Desplate cukup susah. Aku sarankan untuk memdengarkan lagu berjudul River. Setelah itu kamu bisa mengacak-acaknya sendiri di Soundcloud.
9. NOEMI BOLOJAN
Jika menyangkit Noemi, lagu miliknya yang paling membuatku tersentuh dan merasa begitu rapuhnya, terasa ingin selalu menangis adalah Page Through Time. Dengarlah lagu ini lebih dulu, setelah itu jelajahi yang lain. Mendengarkannya di malam hari, sendirian, saat kamu sedang merasa kesepian benar-benar bisa membuat air matamu keluar dengan mudahnya. Salah satu lagu yang paling aku sukai dan begitu seringnya aku putar.
Setelah itu putarlah Life With Blue. I am You. Heart of Hearts. Inbetween. Dan beberapa lainnya.
10. ROBERTO CACCIAPAGLIA
Aku hanya memiliki lagu miliknya yang berjudul Seconda Navigazione. Karena mencari lagu-lagunya yang lain dalam versi mp3 cukup susah. Carilah lewat Souncloud. Sayang Soundcludku lagi rewel dan susah masuk, jadi tak bisa memberikan contoh lagu-lagu lainnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
PSIKOLOGI, PSIKOTERAPI, DAN MASALAH LAINNYA
Non-FictionEsai-esai yang aku tulis ini, lebih berkaitan dengan dunia psikologi dan bagaimana kita keluar dari jeratan hidup yang menekan. Di sini kau akan menemukan bagaimana memilih psikiater atau psikolog sebelum memutuskan pergi ke klinik mereka. Bagaimana...
