SALING ABAI

368 22 6
                                        

Sebanyak apa pun kamu menulis dan mengisahkan dirimu. Dunia manusia adalah dunia manusia. Kita berada pada titik saling abai. Empati akan nyaris semua hal selain diri kita sendiri.

Jadi, saat kita tinggal di tempat yang memiliki ribuan penduduk atau ratusan juta jiwa. Belum tentu ada satu di antara jutaan orang itu yang peduli secara serius dengan diri kita. Seandainya ada pun, jumlahnya terlampau sedikit. Jelas tak sebanding dengan jumlah total manusia di suatu tempat yang bernama kota dan negara.

Pada dasarnya kita sudah terlanjur terjebak dalam masyarakat yang setiap individu di dalamnya nyaris tak mengenal satu sama lainnya. Saat itu terjadi, keberadaan orang yang kita kenal dengan perilaku abainya yang jelas, membuat dunia menjadi lahan subur ketidakpedulian yang berlipat ganda.

Saling abai menjadi umum. Letak segala sakit dan kejiwaan buruk bermula.

Perbedaan emosi, latar belakang, usia, pengalaman hidup, ras, agama dan lain sebagainya membuat jembatan saling memahami menjadi sulit. Kesulitan yang bertambah buruk saat sesama orang sakit bertemu. Dan jika semua orang menjadi sakit. Saling menemani dan mengerti akan begitu sulit terjadi. Keretakan yang begitu mudah. Ketidakpercayaan yang menyebar dengan cepat. Kerapuhan yang menggerogoti hubungan sosial yang ada.

Di dalam dunia yang saling abai. Kita semua entah masih penting atau tidak. Pada akhirnya, orang-orang sekedar berlalu. Begitu juga diri kita.

PSIKOLOGI, PSIKOTERAPI, DAN MASALAH LAINNYACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang