Adakalanya, sahabat bisa menjadi duri bagi kisah percintaan kita. Terlebih saat kita sedang cekcok dengan kekasih. Sahabat yang kita miliki, yang juga dikenal dan dekat dengan kekasih kita, bisa jadi malah sering menjadi tempat curhat, mengeluh, dan mencari perlindungan serta rasa aman. Lebih berbahaya lagi, jika sahabat kita diam-diam menyukai kekasih kita dan juga nyaman dengan keberadaannya. Jelas, itu benar-benar hal yang gawat. Karena apa? Jika kekasih kita lari menuju ke sahabat kita dengan memendam rasa jengkel dan kecewa terhadap diri kita. Biasanya dia ingin ditenangkan oleh orang lain, atau malah sering berpikir lebih baik putus saja. Tidakkah dalam hubungan, saat kita mengalami guncangan dan krisis, kita sering berpikir putus dan mencari pengganti? Maka dari itu, posisi sahabat yang demikian sangatlah rentan. Jika hal itu terjadi, kita benar-benar bisa hancur dua kali lipat. Menimbulkan trauma yang begitu lama dan tak berkesudahan.
Cara mengatasi agar kekasih kita tidak selingkuh dengan teman atau sahabat sendiri dan sahabat kita juga tidak main mata dengan kekasih kita adalah dengan cara mencari kesepakatan sejak awal hubungan. Terlebih bagi kamu yang pernah mengalami hal semacam itu dan kini memendam perasaan takut memulai lagi. Maka mulai dari sekarang, kamu harus mencari cara untuk menghindarinya, sebaik mungkin.
Kesepakatan antar kekasih dimulai dengan tidak dekat dengan teman kita masing-masing. Ini sangat mudah dilakukan saat hubungan jarak jauh. Jadi kamu melakukan kesepakatan untuk tidak dekat dan mengenal masing-masing dari teman atau sahabat kita entah di dunia nyata dan media sosial. Maka, kita bisa menghindari hal yang paling tidak kita inginkan. Kekasih kita disukai oleh teman dan sahabat kita. Atau sahabat kita menyukai kekasih kita.
Kita pasti tahu, rasa sakit saat kekasih kita menyukai dan disukai oleh orang terdekat kita itu jauh lebih parah dan merusak dari pada dengan orang yang tidak kita kenal sama sekali. Maka kesepakatan kedua, jika suatu saat nanti terjadi masalah besar dan mungkin hubunganmu putus di tengah jalan. Masing-masing di antara dua orang harus mencari pasangan yang jauh dari kehidupan kita dan yang tidak kita kenal sama sekali. Agar kita terhindar dari perasaan benci terhadap teman, orang yang kita kenal dan mantan kekasih. Sehingga kita terhindar dari menjulukinya sangat tak berperasaan.
Di zaman semacam ini, ketika orang-orang menjadi lebih gelisah dan merasa kosong. Rasa nyaman dan perasaan suka yang timbul, seringkali tak mempedulikan pertemanan, norma sosial dan keluarga. Itulah sebabnya banyak orang dengan tanpa perasaan malu menyukai suami atau istri orang dan berusaha merebutnya. Teman coba merebut kekasih temannya. Dan selingkuh begitu mudahnya karena tak ada kemauan kuat untuk setia dan menyepakati janji. Untuk menghindari kejadian yang tak menyenangkan, lebih baik kita dan kekasih kita tak saling mengenal teman dan kolega masing-masing. Itu cara terbaik untuk meminimalisir kejadian.
Tapi bagaimana jika kekasih kita ternyata teman sekolah, teman kerja, atau teman dari ribuan teman lainnya yang kita kenal. Yang saat kita telah berpacaran dengannya, otomatis kita saling mengenal dekat teman masing-masing? Di dunia semacam ini, kerawanan untuk berpindah hati membuat orang tergesa-gesa untuk menikah. Hingga akhirnya, karena takut putus di tengah jalan, di usia yang begitu muda mereka menikah di tengah gejolak jiwa yang tak terkendali dan emosi yang sangat labil. Itu keputusan yang buruk. Satu dua tahun kemudian, melahirkan anak dan masing-masing sekedar jadi ibu dan ayah dalam sebuah rumah tangga. Bagi yang cukup mengerti, mereka menunda lebih dulu melahirkan sampai beberapa tahun ke depan. Memberi waktu untuk menguatkan diri, berkarir, dan mencari kesepakatan-kesepakatan bersama bagi masa depan. Sehingga saat cekcok dan masalah menerjang, mereka tak perlu membawa anak ke dalam masalah mereka karena memang belum memiliki anak. Tapi tetap saja, menikah terlampau cepat saat belum matang secara emosional, pikiran, dan kebijkasanaan hanya karena takut berpisah, benar-benar keputusan yang tak terlalu baik.
Berpacaran di lingkungan yang mana kita saling mengenal dekat teman masing-masing, kita harus memiliki kepekaan, kesetian, kesabaran, dan kasih sayang yang lebih terhadap kekasih kita. Kita harus benar-benar harus mengurangi bentrokkan dan bibit-bibit konflik. Kita harus saling pengertian, sabar, dan benar-benar dewasa. Jika kita bersikap manja dan hanya ingin diperhatikan melulu tanpa mau memperhatikan balik pasangan kita. Bisa-bisa kekasih kita pada akhirnya nyaman dengan salah satu dari teman kita. Dan saat dia sudah tak tahan dengan dirimu. Dia akan lebih mudah memutuskan pergi dan tak terlalu banyak kehilangan. Pada akhirnya, kamulah yang akan lebih banyak bersedih.
Selain adanya kesepakatan dan saling pengertian di antara pasangan kita. Kita juga harus membuat kesepakatan di antara teman dekat dan sahabat kita. Kesepakatan yang tidak boleh mendekati dan berusaha mengambil kekasih masing-masing. Atau berusaha menghindari untuk menyukai orang yang sama seandainya kita masih dalam keadaan lajang. Hal-hal semacam ini sangat berguna bagi mereka yang memiliki emosi dan jiwa yang rentan. Yang mudah terombang-ambing, kecewa, dan sangat mudah bersedih. Guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Sementara mereka yang bertipe kuat secara mental dan prinsip. Mereka akan bertahan dan susah tergiur oleh keadaan sehingga biasanya masa pacaran dan pernikahannya berlangsung nyaman, nyaris jarang cekcok, atau tak mudah berpaling ke orang lain. Tapi, akhir-akhir ini tak banyak anak generasi baru yang bisa melakukannya. Terlebih saat internet menjadi keseharian dan hubungan sosial dan intim bisa dilakukan dengan diam-diam. Berlaku jujur terhadap pasangan juga semakin susah di saat masa-masa krisis dan merasa tak ada yang mengerti.
Setidaknya, saat masa-masa itu tiba. Kita menyukai orang yang tidak dikenal kekasih kita dan juga hal sebaliknya, kekasih kita menyukai orang yang tak kita kenal. Dan jauh lebih baik, ini yang paling kita harapkan, bahwa tak ada bibit-bibit perselingkuhan di belakang layar dan kita saling percaya ke pasangan bahwa tak ada yang disembunyikan dan yang ingin dijadikan pacar kedua secara sembunyi-sembunyi. Akan sangat berbahagia, jika kekasih kita sudah sangat puas dengan diri kita sehingga dia tak perlu harus mencari orang lain lagi untuk bersandar, bertanya, dan melakukan banyak hal lainnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
PSIKOLOGI, PSIKOTERAPI, DAN MASALAH LAINNYA
Literatura FaktuEsai-esai yang aku tulis ini, lebih berkaitan dengan dunia psikologi dan bagaimana kita keluar dari jeratan hidup yang menekan. Di sini kau akan menemukan bagaimana memilih psikiater atau psikolog sebelum memutuskan pergi ke klinik mereka. Bagaimana...
