pejamkan mata
ambil semua masa lalu
masa depan yang merayap di pinggiran rasa sakit
sejak kapan itu aku?
kebahagiaan yang tolol
dan oh, sudahkah aku mengerti?
monster yang merayap di celah tidurku
itukah aku?
aku menjerit dalam diam
ya sudahlah
terlalu banyak telinga yang mati
bahkan telingaku sendiri
rasa sakitkah kita?
sampai berlalunya waktu
dan keseharian kita yang biasa
angkat tanganku, tolong
peluk tubuhku yang ringkih ini
jiwa yang entah di mana
rasa kosong yang lebih hampa dari pikiran yang bangun setiap harinya
oh Tuhan, aku ada untuk tidak diciptakan
mengertikah Kau?
baiklah, aku tahu, kau tak mengeluarkan darah
dan rasa sakit bukanlah bagianMu
biarkan aku di sini
menjemput langkah kaki ke tepian tebing yang begitu bebas
masa lalu masa depan
berhamburanlah,
sampai aku jatuh lagi dan lagi
ada apa?
tak apa
aku baik-baik saja
itulah aku
walau kegilaan mengamuk dalam diriku
aku baik-baik saja
mungkin hanya sekedar menderita
abaikan saja
tidakkah kau lihat?
mataku yang mencair bagai kaca bening, hancur sebelum kau masuki
lupakan saja
berjalan lagi dan lagi
dan inilah hidup
mari kita rayakan
omong kosong demi omong kosong
sampai tak kita sadari
mati menunggu di pelupuk mata yang lelah menunggu
tertawalah wahai jiwa yang pahit mengembaralah rasa sakit
aku mencintaimu keterasingan
hingga membuatku menangis
entah kenapa, aku tak tahu
di manakah aku sekarang?
sungguh itu aku?
peluklah aku hampa
karena tak ada seorang pun
semuanya hanya datang dan pergi
seperti kilasan masa depanku sendiri
di mana seluruh aku tak lagi di sini
aku tak ada
mereka tak ada
semuanya tak pernah ada
oh inilah hidup
meloncatlah yang tinggi saat air mata meraih pipimu
ambillah itu, lalu guncangkan tubuh
kuharap kita pernah bertemu
walau hanya sekedar di dalam mimpi
tak mengapa,
karena diriku tak lain hanyalah mimpi itu sendiri
dan siapa kita?
berharap tak dilahirkan dan mengulang kembali ke awal
tidak. tidak.
aku hanya ingin sekedar sendiri
bernyanyi hingga aku puas
tertawa. terbahak. dan aku tahu itulah aku
omong kosong yang aneh
begitu renyah
sampai perih terasa
hambar mengulang segala nikmat
tidurlah tubuh
tenggelamkan aku dalam relung putih abadi
di mana segala yang tinggal hanya batas tipis antara ada dan tak ada
dan di sana, aku ingin mengulangi diriku sendiri
mari jiwa, berjalanlah bersamaku
biarkan mereka memandang kita
setiap garis adalah batas antara aku dan mereka
lalu berteriaklah
mungkinkah aku membenci diriku sendiri?
itukah aku?
di pojok sejarah yang sebentar lagi habis
hanya muncul sekian detik dari film buram yang akan berhenti untuk selamanya
begitu anehnya hidup
aku ketukkan jari-jemariku ke udara
begitu riangnya mereka dalam gelap kamar yang begitu menenangkan
seperti kotak kecil yang menusuk keberadaanku
dan ini masih terus berlanjut, entah sampai kapan
dengung kelelahan terngiang di kepala
ini hartamu, aku tak butuh
ini pendidikanmu, aku tak butuh
ini kasih sayangmu, aku tak butuh
ini perhatianmu, aku tak tak butuh
ini belas kasihmu, aku tak butuh
ini kekayaanmu, apa aku butuh?
kecuali semuanya akan berulang, lagi dan lagi
menjalariku dengan racun kehidupan yang tak aku mengerti
jangan buat aku hidup terlalu lama
aku tak menginginkannya
bahkan, aku tak pernah meminta Tuhan untuk melahirkanku
lalu apa ini?
siapa ini?
siapa aku?
aku terjebak di dunia ini
dalam sebuah kotak
keabadian yang menyakitkan
dan rasa bosan segera saja ingin bermain denganku
bercanda, bahwa hari esok akan kembali dengan omong kosong yang sama
mari kita hidup
mari kita berpura-pura
mari kita berbahagia dalam ketololan yang kita bangun berulang-ulang
dan tututplah mata agar itu tetap selamanya
tersenyumlah karena kita tahu
dari yang terdalam
kepalsuan adalah kita yang begitu menyenangkan
oh, kakiku tersandung,
betapa tak kuduga
segala yang aku miliki entah harus aku bawa ke mana
ini wajahku?
itu wajahmu?
lalu kita bertemu
saling mengabaikan
lagi dan lagi
setiap rasa sakit dan lelah hanyalah milikku sendiri
begitu juga dirimu
begitu juga semua
aku bangun
aku tidur
makan
menonton video
mencari cinta
harapan akan cinta
rasa sepi yang berkurang
dan impian kecil tentang hari ini esok
dalam satu tahun
dalam dua puluh tahun
ulangan yang itu itu juga
entahlah,
mari berlari, menerobos segala hutan kengerian ini
menarilah di dalamnya, bersama kaki yang lincah tertawa dan lihat,
aku terbang!
semua pedih bersamaku
hingga ku meluruh bersama dedaun
menggemakan tetes hujan yang abadi
betapa aku menyukainya!
aku ingin sekali lagi bernyanyi,
untuk diriku sendiri
di dalam sebuah kotak
di mana aku dilahirkan untuk pertama kali
sampai suatu ketika
dan terbangun
bahwa aku adalah kotak itu sendiri
ruang putih yang tak berujung
KAMU SEDANG MEMBACA
PSIKOLOGI, PSIKOTERAPI, DAN MASALAH LAINNYA
No FicciónEsai-esai yang aku tulis ini, lebih berkaitan dengan dunia psikologi dan bagaimana kita keluar dari jeratan hidup yang menekan. Di sini kau akan menemukan bagaimana memilih psikiater atau psikolog sebelum memutuskan pergi ke klinik mereka. Bagaimana...
