Menghindari orang-orang sesuka hati sekarang ini terasa menjadi kian sulit dan berat. Dapat menghindari semua orang yang dikenal dalam jangka waktu yang begitu lama hari ini bagaikan sebuah utopia. Angan-angan yang terlampau mustahil terwujud kecuali hanya bisa dilakukan untuk beberapa sebab dan orang tertentu saja.
Banyak dari kita, terlebih mereka yang memiliki masalah yang berhubungan dengan orang-orang, pastilah pernah ingin sekali menjauhi dunia yang dikenal dan menghilang dari orang yang dikenal dan diketahuinya: keluarga, teman, kolega, kekasih, dan tetangga atau sekedar kenalan yang tak begitu akrab. Ada kalanya kita ingin menghilang dan pergi menjauh dari orang-orang itu. Bukan hanya dalam satu dua hari saja. Tapi beberapa bulan bahkan tahun.
Dan akan sangat menyenangkan jika kita bisa menghindari seseorang sesuka hati kita. Seandainya kita bosan sekolah dan malas melihat wajah teman sekelas dan guru-guru. Kita bisa menghilang begitu saja tanpa harus ada siapa pun yang memperingatkan dan memberi hukuman. Atau kita bisa menghilang lama dari kampus kita. Tak peduli dengan pelajaran kuliah, teman, dosen, dan apa pun itu. Juga kita bisa keluar dari kerja seenaknya dan tak memiliki kebutuhan untuk bertemu atasan dan kolega setiap hari. Yang beberapa di antaranya mungkin tak kita suka.
Ya. Bisa menghindari atau pergi dari orang-orang dengan seenaknya sendiri itu hal yang hari ini terlampau sulit dicapai saat kita hanyalah orang biasa. Bukan anak raja. Bukan konglomerat. Dan bukan orang penting.
Karena kita bukan itu semua. Mau dalam keadaan apa pun kondisi pikiran, tubuh, jiwa, dan emosi kita. Kita harus tetap sekolah. Pergi ke kampus. Dan bekerja untuk mencari uang. Itu berarti kita harus rutin bertemu dengan orang dan orang walau seringkali kita tak lagi menginginkan itu dan sudah bosan atau malas. Kita terpaksa melakukannya untuk bisa hidup dan bertahan. Walau rasanya sangat berat. Memandangi wajah-wajah yang tak menyenangkan atau orang-orang yang ingin kita lempar dengan tong sampah seandainya kita mampu. Tapi itu tidak terjadi.
Kita terpaksa harus terus berada di rumah walau mungkin kita sudah bosan bahkan benci dengan kedua orang tua kita karena kita butuh makan, rumah tinggal, dan pendidikan. Kita harus tetap pergi ke sekolah karena kita bukan konglomerat yang bisa belajar di mana saja dan bisa sesuka hatinya. Atau tidak, kita akan terpaksa putus sekolah padahal kita sendiri sudah tak ingin berhubungan dan bertemu dengan semua makhluk hidup yang ada di sekolah itu. Kita harus tetap kerja dan terus-menerus berhubungan dengan orang-orang karena kita masih butuh makan dan yang lainnya. Membeli dan membayar ini dan itu.
Kita tak bisa seenaknya menghindari, menghilang, dan mengacuhkan orang-orang yang ada di lingkaran kita sehari-hari karena posisi kita begitu lemahnya sehingga akhirnya kita terus terikat dan terpenjara dengan lingkaran sosial semacam itu. Mau mengeluh apa pun juga percuma saja.
Hari ini, menghindari orang-orang adalah sebuah kebutuhan. Kebutuhan yang seringkali begitu penting dan kita harapkan. Tapi untuk bisa melakukannya, terasa begitu sulit dan jauh.
Mungkin kita harus mempersiapkan diri untuk menimbun luar biasa banyak uang lalu kita pergi ke tempat apa pun yang tak seorang pun mengenal kita. Dan seandainya kita sudah merasa tak nyaman dengan orang-orang baru di lingkaran kita. Kita bisa pergi dan berpindah lagi. Dan kita bisa melakukan hal semacam itu terus-menerus sesuka hati kita. Sayangnya, banyak dari kita memiliki keuangan yang terbatas untuk bisa melakukannya. Itulah yang jadi masalah.
Lalu apa yang harus kita lakukan? Yah, akan sangat menghibur kita jika seandainya kita bisa menghilang dari orang-orang dalam jangka waktu yang lama. Tak dituntut oleh hubungan sosial yang menyakitkan. Dan bisa pergi jauh dari mereka semua. Itu adalah sebuah harapan. Sebuah kebutuhan yang banyak dari kita hari ini sangat menginginkannya. Kalau begitu. Tidakkah mulai sekarang kita harus membuat agenda masa depan, di mana kita menabung, menimbun uang, bekerja di suatu tempat tertentu, yang mana kita kelak, bisa pergi dan menghindari orang-orang sesuka hati kita?
Ya. Kalau kita bisa melakukannya walau kelak dan itu berarti, agenda itu harus mulai kita terapkan hari ini. Dan saat harapan itu terjadi. Kita bisa menghilang selamanya dari kedua orang tua kita. Teman-teman di lingkungan kita hari ini dan siapa pun yang hari ini kita kenal dan ingin hindari.
Tidakkah, kebutuhan untuk menghindari orang-orang menjadi kian penting? Dan kita harus memikirkan banyak cara untuk bisa mewujudkannya. Dimulai dari sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
PSIKOLOGI, PSIKOTERAPI, DAN MASALAH LAINNYA
NonfiksiEsai-esai yang aku tulis ini, lebih berkaitan dengan dunia psikologi dan bagaimana kita keluar dari jeratan hidup yang menekan. Di sini kau akan menemukan bagaimana memilih psikiater atau psikolog sebelum memutuskan pergi ke klinik mereka. Bagaimana...
