BUKU-BUKU TERAKHIR

192 5 3
                                        

Aku membersihkan ruanganku dan mendapatkan masih banyaknya buku-buku yang entah bagaimana harus diurus

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aku membersihkan ruanganku dan mendapatkan masih banyaknya buku-buku yang entah bagaimana harus diurus. Suasana emosiku sendiri berada dalam kondisi cemas ringan. Sambil mendengarkan lagu-lagu instrumental, tiba-tiba saja waktu sudah sepagi ini.

Aku melihat dan menata buku-buku yang aku tulis dan bergumam di dalam kepala, tugasku sudah selesai. Sekarang waktunya berhenti berpikir keras dan sedikit menikmati kelegaan diri. Walaupun begitu, masih ada ketakutan akan datangnya kecemasan dan pikiran-pikiran yang tak terkontrol. Entah mengapa, hidup bagiku menjadi kian terlalu berulang dan tak membuatku bisa melepaskan diri dari kebosonananku.

Ada orang yang datang dari luar Jawa. Apakah kita akan bertemu? Entah. Ditakdirkan atau tidak. Aku memang harus berpikir untuk apa aku berada di sini dan sekarang ini. Yah, kenyataan hanyalah apa yang ada di layar dan angan-angan. Seperti juga keseluruhan diriku.

Pertemuan hanyalah sekedar igauan yang akhirnya datang saat aku tak lagi ada di dunia ini. Aku berada di luar batas. Menarik diri sendiri menuju apa yang ada di sana.

Mungkin lebih baik aku harus bertemu dengan diriku sendiri. Dan berbincang dengan bayanganku dari pada manusia bersosok utuh. Mungkin aku memang tokoh khayalan di dunia ini. Dan pada dasarnya, aku memang tak pernah ada. Saat aku menulis kata-kata ini, mungkin aku hanyalah sejenis hantu. Tak pernah ada.

Agak cukup melegakan menerbitkan buku-buku dengan tanganku sendiri. Dibantu satu anak cerewet untuk naskah novel dan satu lagi teman yang sabar untuk dua lainnya. Saat melihat buku-buku itu, aku tahu, aku bukan sosok populer dan layak untuk didekati. Dalam artian kasarnya, entah aku ada dan tidak ada. Pada dasarnya memang tak penting. Mungkin aku harus melepas kegilaanku untuk yang terakhir kali?

Buku-bukuku saat ini mungkin tak dibeli dan dibaca. Aku tak peduli. Yang terpenting aku sudah menyelesaikan bagianku dan berpikir bahwa sudah saatnya membungkam kepala beserta segala kerewelannya.

Yah pada akhirnya aku ada di kamar seorang sendiri. Seperti biasa. Kamar yang hanya dikunjungi oleh diriku sendiri dan dunia yang lewat di depan mataku

Aku hanyalah hantu. Tak nyata. Tak pernah ada. Dan mungkin seluruh temanku juga sama. Juga orang yang aku cintai atau aku harapkan. Kita semua hanyalah khayalan.

Mungkin, saat kau sedang membaca akhir tulisan ini. Kau akan baru sadar bahwa pada dasarnya aku tak pernah benar-benar nyata bagi kalian. Bahkan untuk selamanya.

Mungkin, aku hanya sekedar mimpi. Dan baiklah, aku ingin tidur dan mengosongkan diri dari buku-buku terakhirku.

Anggap saja aku hanyalah sekedar khayalan gila kalian.

PSIKOLOGI, PSIKOTERAPI, DAN MASALAH LAINNYACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang